Kita tidak boleh skeptis terhadap pemberitaan media. Saya tetap mengandalkan 
media sebagai rujukan informasi sepanjang akurat dan tidak dalam posisi 
berpihak. Untung saja berita globaltv selama ini kurang banyak diminati 
pemirsa, sehingga--mungkin--tidak ada yang tahu soal breaking news yang 
menyalahi etika jurnalistik itu. Sehingga mereka tidak perlu meralat, apalagi 
minta maaf....GENGSI BO!
   
  Tapi hal itu tidak bisa dijadikan globaltv sebagai pembenaran bahwa mereka 
bisa memberitakan sesuatu yang sensasional untuk menambah jumlah penonton. 
Kalau itu yang dilakukan berarti SUNGGUH MEMALUKAN kelakuan pengelola redaksi 
tv yang tidak jelas segmennya ini. Gimana Pak Hary Tanoe, masa iya anda tidak 
tahu kelakuan anak buah anda?  
   
   

Henri Prabowo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
            Dear all, 
  Dalam kondisi saat ini kepada siapa lagi kita mau percaya kalau bukan kepada 
media. Seandainya media saja sudah tidak dapat dipercaya lalu siapa yang harus 
kita percaya? Kalau global tv lebih mementingkan sensasional untuk mengejar 
penonton dibandingkan keakuratan berita, memang ga layak dia memiliki redaksi 
pemberitaan.
   
  Saya sendiri memang tidak pernah nonton berita dari global karena yang saya 
tahu beritanya ga ada isinya. Soalnya setiap saya nonton berita di sana isinya 
ga lebih soal kekerasan dan seks & tidak ada info aktual yang bisa mendidik 
masyarakat. Lebih baik globaltv kembali saja ke habitatnya untuk menyiarkan 
hiburan tanpa ada berita. 
   
  Saya tidak tahu apakah memang syarat sebuah tv memang harus ada beritanya? 
Mohon pencerahan dari yang mengerti.
   
  salam,
  orang awam yang ingin dapat informasi
   
   
   
  

Pri Narotomo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
        Dalam hitungan jam ada berita penemuan Adam Air yang disertai jumlah 
korban selamat dan meninggal demikian rinci, seharusnya mengundang kecurigaan 
siapapun, apalagi pada level Kapolda dan Dan Lanud. Apa gak mikir bagaimana 
tidak mudahnya menghitung korban yang pasti berserakan dan mengenali kondisinya 
apakah meninggal atau hidup di suatu lokasi yang susah dicapai. Bapak-bapak, 
lain kali dipikir dahulu lah. 
  
 
   
   
  
Edo Bassalwa <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
      Jan.06-07.

Terbuktilah bahwa semua “PERAMAL BODONG MADE IN 
INDONESIA” adalah palsu semua. Coba kalau memang
mereka benar AHLI PERAMAL yang tulen asli dan bukan
cuma tukang tipu/cuma nyari sensasi, nah buktikanlah
dengan meramal dan menebak dengan jitu dimaka tuh
jatuhnya pesawat Adam Air. Kerahkan sono para Jin
Botak yang katanya bisa santet Mr. Bush, suruh cari
Adam Air tuh kalau bisa. Bisak tidak ? Dasar dukun
palsu.

--- Hellen Surya <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Setelah sebelumnya pemerintah salah memberi
> informasi soal penemuan pesawat Adam Air, media
> malah menambah ruwet masalah. Globaltv merekayasa
> berita penemuan pesawat itu, yang katanya ada di
> sulawesi utara lewat breaking news sekitar jam 12.00
> WIB. 
> 
> Ironis rasanya kalau berita yang belum pasti sudah
> ditayangkan melalui breaking news. Apalagi sampai
> sekarang globaltv belum meralat juga berita itu.
> 
> Saya sampai merasa bersalah saat meng-SMS rekan
> saya yang kerabatnya menjadi korban untuk melihat
> berita itu. Karena keluarga teman saya itu sempat
> berharap menemukan sedikit titik terang dan mencoba
> menghubungi globaltv. 
> 
> Nyatanya saat ditelepon globaltv tidak menjawab
> secara jelas dimana pesawat ditemukan. Saat teman
> saya menelepon ke lanud makasar akhirnya dijawa
> bahwa berita di global tv itu bohong. Semua baru
> jelas saat saya membaca 2 berita tentang marahnya
> keluarga korban terhadap berita globaltv di makasar
> di detikcom & elshinta.com.
> 
> Saya sampai bertanya-tanya, apakah direktur
> pemberitaan global tv tidak tahu etika junalistik
> atau jangan-jangan tidak punya standar jurnalistik
> ? Di mana tanggung jawabnya kepada publik? 
> 
> Bagaimana tanggapan rekan2 globaltv yang ada di
> milis ini? Apa sebenarnya yang terjadi di redaksi
> anda?
> 
> Di bawah ini saya copy 2 berita dari detikcom &
> elshinta.com soal kemarahan keluarga korban akibat
> berita ngawur globaltv:
> ------------ --------- --------- ---------
> --------- --------- --------- --------- ---------
> --------- ----- 
> 
> Keluarga Korban AdamAir Protes Pemberitaan di TV
> Wisnu Yoga – detikcom
> 
> Makassar - Secercah harapan dirasakan keluarga
> korban AdamAir ketika menyaksikan berita di salah
> satu TV swasta yang menyatakan bangkai pesawat
> AdamAir ditemukan di Sulawesi Utara. Namun ketika
> mengetahui berita itu belum pasti kebenarannya,
> mereka marah dan mencari wartawan TV swasta tersebut
> yang dianggap berbohong.
> 
> Aksi baku pukul hampir saja terjadi di depan ruang
> VVIP Lanud Hasanuddin, Makassar , Kamis (4/01/2007).
> Sekitar pukul 15.00 Wita, sekitar 10 keluarga korban
> AdamAir datang untuk mengkonfirmasi kebenaran berita
> ditemukannya bangkai pesawat di Kecamatan Nuangan,
> Bolaangmongondouw, Sulut.
> 
> Namun ketika dijelaskan oleh petugas posko AdamAir
> bahwa berita itu tidak benar, beberapa keluarga
> menjadi marah. Mereka kemudian mendatangi beberapa
> wartawan TV yang sedang meliput di ruang VVIP.
> 
> "Kalau bikin berita yang benar," teriak Tombokan,
> salah seorang keluarga korban asal Manado yang 2
> anggota keluarganya menjadi korban.
> 
> Tak puas, Tombokan kemudian mencari wartawan TV
> swasta yang dianggapnya telah menyebar kabar bohong.
> Untungnya niat Tombokan dihalangi oleh wartawan TV
> yang lain. "Sudah pak, kita semua disini capek cari
> berita," lerai seorang kameramen.
> 
> Kejadian itu sempat memancing perhatian sejumlah
> petugas yang berada di Lanud Hasanuddin. Dalam jumpa
> pers di Ruang VVIP, Search Manager Center Lanud
> Hasanuddin Marsekal Pertama Eddy Suyanto
> menjelaskan, hasil pencarian hari ini belum
> menemukan lokasi titik jatuhnya pesawat AdamAir KI
> 574. 
> 
> Eddy membenarkan memang ada sinyal ELBa yang berasal
> dari wilayah yang disebutkan, tapi saat ini masih
> dilakukan penelusuran. (bal/bal)
> 
> 
> 
> Kontributor TV Swasta Nyaris Dikeroyok Keluarga
> Korban Adam Air
> 4/1/2007 18:18 WIB
> 
> Muhammad Idris - Makassar, Salah seorang
> kontributor televisi swasta di Makassar , Sulawesi
> Selatan nyaris dikeroyok keluarga korban pesawat
> Adam Air karena pemberitaannya dinilai merugikan.
> Para keluarga korban menilai, pemberitaan yang
> dimunculkan melalui running text di televisi maupun
> laporan langsung via telepon ke studio siaran
> televisi tersebut mengada-ada sehingga sangat
> merugikan.
> Insiden ini terjadi di depan ruang VIP Bandara
> Hasanudin, Kamis (4/1) siang tadi. Ketika itu
> Keluarga Patombongan asal Manado mendatangi pihak
> Adam Air dan mengonfirmasi kepada petugas bandara
> mengenai kebenaran kabar ditemukannya pesawat naas
> tersebut di salah satu wilayah Propinsi Sulawesi
> Utara.
> Setelah mendapat jawaban bahwa berita itu tidak
> benar, mereka pun langsung keluar dan mencari sang
> kontributor televisi swasta itu. Ketika bertemu,
> mereka nyaris terlibat adu fisik.
> Untungnya insiden ini berhasil dilerai oleh para
> wartawan lainnya yang berada di sana . Akhirnya
> keluarga korban meninggalkan tempat itu dan kembali
> ke hotel transit mereka. (doa)
> 
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam
> protection around 
> http://mail.yahoo.com 

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 



  __________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 



  __________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

         

 __________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

Kirim email ke