Kalo mau lihat foto-foto pintu gerbang U.S. Embassy Jakarta,

Please go to www.yahoo.com atawa www.google.com 
kemudian type: U.S. Embassy Jakarta
then click on IMAGE

Nah, dapet tuh foto-foto Pintu Gerbang U.S. Embassy Jakarta.

Just wondering:
Buat apa sih mau punya foto2 kedutaan besar amrik?

Lebih bagus punya foto2nya:
Paris Hilton, Britney Spears, Ashlee Simpson, Jewel
atau
OJ SIMPSON, ha ha ha ha......

ane udeh kelamaan tinggal di amrik, know what i mean

salam,
sensei deddy mansyur
university of houston
houston, texas, u.s.a.
www.uh.edu/shotokan

  ----- Original Message ----- 
  From: rahmad budi 
  To: [email protected] 
  Sent: Tuesday, January 09, 2007 8:27 AM
  Subject: Re: [mediacare] Fwd: Pelecehan Hak Sipil Warga Indonesia oleh 
Kedutaan Amerika di Manila - Filipina


  Larangan memotret objek di sekitar kedutaan AS (Merdeka Selatan) dan rumah 
kediaman dubes AS (taman Suropati) sudah menjadi aturan tak tertulis bagi para 
jurnalis fotografi

  Seorang rekan fotografer sebuah koran nasional, ketika memotret demo terhadap 
kedubes AS langsung saja dibalas oleh pihak kedubes dengan dipotret wajahnya 
dari depan, samping, dan belakang. 
  Lalu diperiksa ID-nya, ditelpon katornya. Bahkan ketua RT tempat dia tinggal 
pun ditelepon.

  Kalau mau motret kedubes AS tanpa ketahuan, naik saja kereta dari gambir. 
Berdiri di pintu bordes kereta yang menghadap ke barat. Silakan jepret 
sepuas-puasnya kedubes AS itu dari atas jembatan kereta api yang lewat di 
sampingnya. 
  Atau naik saja gedung Menara Kebon Sirih (Bimantara), tempat kantor Koran 
Sindo.
  Pakai lensa tele atau zoom 300 mm, hajar sepuas-puasnya !!

  Up load hasil jepretan anda ke internet lewat flickcr.com, fotografi.net 
(tidak saya sarankan, kasihan rekan2 fotografer), atau berbagai website luar 
negeri lain.
  Dan tunggu saja tamu-tamu tak diundang

  Berani mencoba?



  On 1/8/07, GAYa NUSANTARA <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
    Saya ikut beduka pada Usep atas pengalaman "istimewa" yang didapatkan di 
Philipina. 

    Mungkin sekedar perlu diingat bahwa Amerika saat ini sedang terkena 
penyakit jiwa paranoid dan karena mereka "adikuasa" dan dibiarkan berkuasa 
jadilah mereka bisa berbuat sekenanya.

    setahu saya Philipina itu memang negara yang sudah dikangkangi amerika dan 
mereka akan berbuat semaunya asal babe amerika senang.

    poin tambahan, saya juga hobi fotografi dan memang sangat menyenangkan bisa 
mengambil foto-foto apapun disekitar kita, selain untuk membawa memori itu 
bersama kita, juga ada kenikmatan yach mengabadikan sesuatu yang unik. 

    saya kurang setuju kalo kita menyalahkan "oknum" yang tak jelas sebagai 
pihak yang bermasalah ketika seseorang yang sudah jelas membuat pekara malah 
didiamkankarena dia orang amrik, menurut saya orang Indonesia nggak semua 
teroris (termasuk saya sendiri tentu saja) dan kalo kita memang se "istimewa" 
itu mungkin sudah saatnya kita protes untuk predikat itu. 

    maria

    GAYa NUSANTARA
    Mojo Kidul I # 11A
    Surabaya 60285
    East Java-Indonesia

    Phone/fax: + 62 31 591 4668


    ----- Original Message ----- 
    From: Sato Sakaki 
    To: [email protected] 
    Sent: Friday, January 05, 2007 6:41 PM
    Subject: Re: [mediacare] Fwd: Pelecehan Hak Sipil Warga Indonesia oleh 
Kedutaan Amerika di Manila - Filipina

    Bung Usep,
    Dugaan saya karena anda orang Indonesia, petugas
    keamanan Kedubes AS di Manila itu mengira anda anggota
    jaringannya Dulmatin dan Umar Patek yang oleh AS
    dijanjikan hadiah masing-masing $10 juta dan $ 1 juta
    dollar bagi yang bisa memberikan info yang
    menghasilkan penangkapan mereka. Jadi barangkali dia
    itu mengira anda itu ber-potensi "rejeki". 

    Selain itu hendaknya anda tahu orang Indonesia itu
    "termasyhur" di Filipina dan karena itu sering
    diperlakukan "istimewa". Selain Dulmatin dan Umar
    Patek
    ada lagi yang namanya Fathur Rakhman al-Ghozi yang
    sempat lolos dari penjara tetapi kemudian ditembak
    mati di Pulau Mindanao. Selain dia ada lagi Agus Dwi
    Karna yang namanya pernah jadi berita setiap hari. 

    Dan bersamaan dengan pemberitaan mereka, orang
    Filipina juga mengenal nama Riduan Isamuddin alias
    Hambali dan Abu Bakar Baasyir. Belum lagi Umar
    al-Farouk, Imam Samudra, Amrozi, Mukhlas dan
    lain-lainnya. Belum lagi penggorokan tiga siswi kelas
    satu SMU dari desa miskin yang sedang jalan kaki ke
    sekolah melintasi hutan di Poso. Jadi orang Indonesia
    itu "termasyhur", dan kebetulan anda memotret-motret
    seenaknya, di depan gedung kedutaan Amrik lagi.
    Klop-lah nasib buruk anda. 

    Kalau anda hendak mempersoalkan dan menuntut ganti
    rugi keuangan dan penderitaan mental dengan nilai uang
    sekian ratus juta atau semilyar saya kira pantas, cari
    saja pengacara. Tetapi yang juga patut anda maki atas
    kesulitan yang menimpa anda adalah nama-nama yang saya
    sebut di atas. 

    --- radityo djadjoeri <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

    > From: "Usep Suhud Natapura" <[EMAIL PROTECTED]>
    > Subject: Pelecehan Hak Sipil Warga Indonesia oleh
    > Kedutaan Amerika di Manila - Filipina
    > 
    > Pelecehan Hak Sipil Warga Indonesia oleh Kedutaan
    > Amerika di Manila -
    > Filipina





  -- 
  Si vis pacem Parabellum ---

  Rahmad Budi H
  Republika
  Jl Warung Buncit Raya 37 Jaksel
  0856 711 2387  

Kirim email ke