Berikut sedikit bocoran buat mas anantö yang dengan terlalu bersemangatnya
mengatakan pemerintahan pak Nur tidak becus, hehehe.

Ini baru sedikit. Nantikan hasil review secara lengkap di media Depok-Post.

 

--wqs

 

Powered by Gentoo!

 

  _____  

Subject: e-announcement Depok terbaik versi KPK

Kok ini tidak banyak yang bahas?
Tranparansi menjadi hal yang menakutkan bagi sebagian (besar?) 
birokrat pemkot dan anggota DPRD yang menentang Pak Nur.

Agung W

Silakan baca berita di bawah ini:

Pengadaan Barang dan Jasa
Nur Mahmudi Klaim Depok Paling Konsisten

Jakarta, 5 Januari 2007 11:56
Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail, mengaku telah mendapatkan hasil 
evaluasi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yang menyatakan 
bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Depok adalah yang paling konsisten 
dalam hal pengadaan barang dan jasa secara elektronik (e-
Announcement)

"Hasil evaluasi dari KPK, pada bulan Nopember yang lalu terhadap 
daerah-daerah, Pemkot Depok dianggap yang paling konsisten dalam 
statusnya uji coba," kata Nur Mahmudi, kepada wartawan, di kantor 
KPK, Jakarta, Jum`at (5/1).

E-Announcement, sebuah aplikasi baru yang dirakit oleh Kementerian 
Negara Perencanaan Pembangunan Nasional dan Departemen Komunikasi 
dan Informatika (Depkominfo). Aplikasi yang diluncurkan pada Jum`at 
(5/1) di Jakarta ini, merupakan aplikasi yang didukung KPK, yang 
bertujuan untuk meningkatkan transparansi dalam proses pengadaan 
barang dan jasa instansi pemerintah secara online.

"Uji coba e-Announcement ini, (Pemkot Depok) dinilai yang paling 
banyak mengumumkan materi-materi di dalam pengadaan barang dan 
jasanya," tambah Nur Mahmudi dengan bangga, kendati ia mengaku tidak 
mengetahui secara detil nilai dari pengadaaan barang dan jasa secara 
online tersebut.

E-announcement, aplikasi online yang dapat diakses melalui 
www.pengadaannasional-bappenas.go.id, yang menyajikan informasi 
pengumuman pengadaan barang dan jasa ini, rencananya bakal 
dilaksanakan di semua instansi pemerintah. Seara garis besar, 
aplikasi ini menampilkan tiga pengumuman.

Pertama, Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA). Kedua, rencana 
paket kegiatan pengadaan barang dan jasa --termasuk nilainya dalam 
satu tahun anggaran-- di awal tahun anggaran. Ketiga, pengumuman 
pelaksanaan pengadaan barang dan jasa dengan menggunakan penyedia 
barang dan jasa melalui prosedur pelelangan.

Diharapkan, dengan adanya e-Announcement ini, peningkatan 
transparansi untuk menekan peluang korupsi dan penyimpangan lainnya, 
dapat diminimalisir. Dalam pengoperasiannya, e-Announcement dikelola 
oleh Bappenas. Sedangkan dukungan teknis dan supervisi dilakukan 
oleh Depkominfo. [EL]

http://www.gatra. <http://www.gatra.com/artikel.php?id=100937>
com/artikel.php?id=100937

Pemkot Depok Ikut "e-annoucement" 

Laporan Wartawan Kompas R Adhi Kusumaputra

DEPOK, KOMPAS - Pemerintah Kota Depok merupakan satu dari 24 peserta 
yang ikut dalam "e-annoucement" atau pengumuman rencana pengadaan 
secara elektronik yang diluncurkan secara resmi di Gedung Komisi 
Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, Jumat (5/1).

Wali Kota Depok Nur Mahmudi Isma'il kepada pers Jumat siang di ruang 
kerjanya mengatakan, ini upaya pemkot menciptakan pemerintahan yang 
transparan dan bersih. Nur Mahmudi hadir di gedung KPK, memenuhi 
undangan Menteri Negara Perencanaan Pembangunan/Kepala Bappenas.
"Depok termasuk proyek percontohan pelaksanaan e-announcement, kerja 
sama dengan KPK. Sosialisasi telah dilaksanakan 24 Februari 2006 di 
Balai Kota Depok," kata Nur Mahmudi, didampingi Kepala Informasi dan 
Komunikasi Dani Kondani.

Data yang dikeluarkan Direktorat e-Goverment Departemen Komunikasi 
dan Informatika menyebutkan, sampai 27 November 2006, Pemkot Depok 
tertinggi dalam jumlah rencana pengadaan yang diumumkan, dibandinkan 
dengan 23 instansi pemerintah pusat dan pemerintah daerah, yang 
menerapkan e-annoucement, dengan 315 pengumuman.

Nur mengatakan e-announcement dapat menyelamatkan uang negara. Di 
Depok misalnya, gedung dinas-dinas bertingkat yang sedang dibangun 
saat ini, dalam HPS atau harga perkiraan sendiri senilai Rp 6,9 
miliar. "Ternyata setelah diumumkan lewat e-announcement, nilainya 
bisa Rp 5,9 miliar," kata Nur Mahmudi.

Ini dilakukan secara transparan dan terbuka, dapat diikuti lebih 
dari 10 peserta bahkan sampai 60 peserta dari seluruh Indonesia. 
Menurut Nur, jika e-announcement diterapkan sunguuh-sungguh oleh 
seluruh instansi pemerintah seluruh Indonesia, uang negara yang 
dapat diselamatkan puluhan triliun dari sektor pengadaan barang dan 
modal. "Jumlah itu kan bisa saja digunakan untuk kenaikan gaji PNS," 
kata Nur mengutip Ketua KPK Taufiqurahman Ruki.

Instansi pemerintah di Indonesia yang menerapkan e-announcement 
hingga November lalu adalah KPK, Depkomfindo, Menristek, BPPT, 
Bepeten, Batan, Depkeu, Depnakertrans, Pemkot Depok, Pemprov DKI, 
Pemprov NAD, Pemkot Banda Aceh, Pemkab Aceh Barat, Pemkot 
Lhkoseumawe, Pemprov Gorontalo, Pemkab Aceh Timur, Pemkab Aceh 
utara, Deptan, Pemprov Sumbar, Depkes, Pemkot Bekasi, Pemkot 
Denpasar, Pemprov Jatim, dan Pemprov Kaltim.

http://kompas. <http://kompas.com/ver1/Nasional/0701/05/155356.htm>
com/ver1/Nasional/0701/05/155356.htm

Transparansi lelang
`Antisipasi APBD bocor'

MARGONDA, MONDE: Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK 
Taufiqurrahman Ruki mengatakan dari sekitar 60% pengeluaran negara 
untuk belanja barang/jasa, 10%-50% diantaranya mengalami kebocoran.
Dia mengungkapkan hal tersebut berdasarkan laporan Bank Dunia dalam 
Country Procurement Assessment Report (CPAR) pada 2001.
Hal serupa dituturkan Walikota Depok Nur Mahmudi kepada pers di 
Balaikota kemarin seusai menghadiri peresmian pengumuman rencana 
pengadaan secara elektronik (e-announcement) di gedung KPK, Jl 
Veteran Jakarta.
"Artinya dari dana yang tersedia untuk penyediaan barang jasa 
pemerintah Rp118,5 triliun pada APBN 2006, sebanyak 25%-nya 
mengalami kebocoran. Ini belum termasuk dana di pemerintah daerah 
dan BUMN. Sekitar 25% APBN kita bocor," katanya.
Sementara itu Meneg PPN/Kepala Bappenas Paskah Suzetta mengatakan 
pihaknya memperkirakan potensi penghematan dari proses pengadaan 
barang dan jasa publik secara terbuka dan transparan akan menghemat 
APBN dan APBD di seluruh pemda di Indonesia hingga Rp45 triliun-Rp90 
triliun pada 2007.(m-7)

http://www.monitord <http://www.monitordepok.com/news/depokrasi/11044.html>
epok.com/news/depokrasi/11044.html

 

Kirim email ke