Anggaran Departemen Pertahanan Bocor Rp 100 Miliar
JAKARTA -- Departemen Pertahanan mengaku berhasil menekan pemborosan dan kebocoran anggaran tahun lalu sebesar 40 persen dari sebelumnya. Pada 2005, kebocoran dana di Departemen Pertahanan mencapai Rp 225 miliar. "Tahun ini (bocor) Rp 100 miliar," kata Sekretaris Jenderal Departemen Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin seusai rapat antara Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono dan pemimpin TNI di Jakarta kemarin. Sjafrie mengatakan Departemen Pertahanan menekan anggaran pengadaan dan pembangunan. Pada 2007, lembaga ini akan memprioritaskan pembelian alat tempur yang mendesak terkait dengan operasi pengamanan kedaulatan. Operasi ini dilakukan di wilayah perbatasan. Prioritas yang lain di antaranya pemberantasan pembalakan liar dan penangkapan ikan secara ilegal. Selain itu, kata Sjafrie, pemerintah memprioritaskan pembelian alat operasi kemanusiaan dan pembelian alat kesehatan bagi TNI. Rencana ini pun, kata dia, telah dicek secara ketat oleh Direktur Jenderal Perencanaan Pertahanan. Menteri Juwono dalam rapat itu mengatakan terus mencari perimbangan anggaran yang wajar antara kemampuan operasi, peningkatan profesionalisme prajurit, dan kesejahteraan prajurit. Sebab, kebutuhan minimal Departemen Pertahanan baru terpenuhi 48 persen saja. "Sebesar 50 persen kebutuhan anggaran baru terpenuhi antara lima dan sepuluh tahun," kata Juwono. Untuk tahun lalu, kata Juwono, Departemen Pertahanan mendapat anggaran Rp 28 triliun dari Rp 56 triliun yang dibutuhkan. Sedangkan untuk tahun ini, Departemen mendapat kucuran Rp 32 triliun dari Rp 62 triliun yang dibutuhkan. Dian Yuliastuti Sumber: Koran Tempo - Rabu, 10 Januari 2007 ++++++++++ Untuk berita aktual seputar pemberantasan korupsi dan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) klik http://www.transparansi.or.id/?pilih=berita Untuk Indonesia yang lebih baik, klik http://www.transparansi.or.id/
