Rabu Paing, 10 Januari 2007 
       Politik
            
Mega Nilai SBY Gagal
  Denpasar (Bali Post) -
Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla (SBY-JK) telah gagal 
memperbaiki kondisi bangsa. Bangsa menunjukkan gejala yang mengkhawatirkan 
sebagaimana dituangkan dalam 23 butir rekomendasi Rakernas I DPP PDI 
Perjuangan. 
  Hal itu disampaikan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri pada 
pidato penutupan Rakernas DPP PDI Perjuangan di Sanur, Selasa (9/1) kemarin. 
''Ini evaluasi saya terhadap pemerintahan sekarang, setelah dua tahun,'' tegas 
mantan Presiden RI itu.
  Ia menilai 23 rekomendasi Rakernas I sangat baik dan tajam. Soal rekomendasi 
nomor 23 yang meminta kesediaannya untuk ditetapkan sebagai capres 2009, 
Megawati tak secara gamblang menyatakan kesediaannya. Namun, ia berpendapat 
keputusan rakernas hendaknya mampu dilaksanakan secara solid oleh kader dan 
simpatisan PDI-P. ''Kalau kita mau, pasti bisa. Tentu kita yang akan memetik 
buahnya nanti,'' ucapnya.
  Oleh karena itu, rekomendasi Rakernas I di Bali bisa dijadikan pematangan 
untuk melangkah lebih cepat (sprint) menjelang Pemilu 2009. 
  Tebar Pesona 
  Sekjen DPP PDI Perjuangan Ir. Pramono Anung usai penutupan rakernas 
mengatakan pencalonan Megawati Soekarnoputri sebagaimana hasil rekomendasi 
rakernas akan diputuskan dalam rapat DPP PDI Perjuangan.
  Ia juga sependapat dengan Megawati bahwa SBY-JK gagal dalam memenuhi 
janji-janji perubahan. ''Kedua petinggi negara itu telah gagal dalam memenuhi 
janji-janji yang pernah dilontarkannya saat melakukan kampanye pemilihan 
presiden dan wapres,'' katanya.
  Ia mengatakan terlalu banyak kegagalan pemerintahan SBY-JK sehingga sulit 
disebutkan satu per satu. Bahkan, PDI-P melihat Presiden Yudhoyono hanya 
menebar pesona -- janji-janji -- padahal yang terjadi justru bencana beruntun 
di negeri ini.
  Salah satu janji perubahan yang tidak ditepati SBY-JK itu adalah mempercepat 
terwujudnya kesejahteraan rakyat. ''Mereka dulu berjanji akan mempercepat 
terwujudnya kesejahteraan rakyat melalui terciptanya lapangan kerja, 
pengurangan angka kemiskinan, peningkatan pelayanan kesehatan dan pendidikan 
bagi rakyat,'' ucapnya. Namun, sejak kebijakan pemerintahan SBY-JK menaikkan 
harga BBM terlalu tinggi, dampaknya justru memperparah ekonomi masyarakat. 
  ''Sampai sekarang masyarakat merasakan beban itu. Pengangguran dan kemiskinan 
meningkat,'' tegasnya. Bahkan, tak pernah terjadi dalam sejarah bangsa, 
pengelolaan ibadah haji Indonesia sampai kelaparan di Tanah Suci. ''Ini sebuah 
kenyataan yang amat merendahkan citra bangsa di mata dunia internasional, 
khususnya umat Islam,'' katanya.
  Selain itu, rekomendasi rakernas juga menyoroti buruknya manajemen 
transportasi yang mengakibatkan terjadinya banyak musibah kecelakaan pesawat 
terbang, tenggelamnya kapal dan kecelakaan kereta api yang berulang-ulang. 
Bahkan, dalam kasus hilangnya pesawat Adam Air dan tenggelamnya KM Senopati 
Nusantara, PDI-P berpandangan pemerintah telah gagal menjamin keselamatan 
warganya sebagaimana diamanatkan konstitusi.
  Karena itu, Megawati Soekarnoputri mengingatkan pengurusnya segera 
menindaklanjuti 23 butir rekomendasi ini. Sekaligus  melalui wakilnya di DPR-RI 
segera mendesak pemerintah untuk dapat memenuhi janji-janjinya. Dengan 
demikian, pada gilirannya kinerja pemerintah mendatang dapat lebih ditingkatkan 
untuk kepentingan rakyat banyak. (029)

   

                
---------------------------------
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!

Kirim email ke