Rabu Paing, 10 Januari 2007
Bali
Permadi Masuk RS
Denpasar (Bali Post) -
Anggota DPR-RI Permadi, S.H. (67), Selasa (9/1) kemarin dirawat di ICCU
(Intensive Cardio Care Unit) RS Sanglah. Ia terkena serangan jantung sekitar
pukul 02.00 wita. ''Saya ke Bali untuk mengikuti sidang Rakernas PDI-P di Bali
Beach, Sanur. Tiba di hotel pukul 17.30 wita,'' ujar Permadi ketika ditemui di
ICCU RS Sanglah, Selasa (9/1) kemarin.
Menurutnya, ia tidak langsung menuju ke kamar, melainkan mengobrol dulu
dengan beberapa teman. ''Saya masuk ke kamar sekitar pukul 20.00 wita,'' ujar
Permadi.
Tidak disangka, ternyata kamar hotel No. 1705 tempatnya menginap lumayan jauh
dari lobi. ''Pada saat itu jantung saya berdetak cepat. Namun masih bisa
diatasi dengan meditasi selama 20 menit,'' jelasnya.
Meski demikian, pada pukul 02.00 wita ia merasa ada yang tidak beres dengan
jantungnya, sehingga mengambil inisiatif menelepon Gus Marhaen, simpatisan
PDI-P, untuk meminta dipanggilkan dokter. Saat itu Permadi langsung dibawa ke
RS Sanglah.
Menurut keterangan Prof. Dr. dr. I Wayan Wita, Sp.JP., Kepala Instalansi
Penyakit Jantung Terpadu RS Sanglah, serangan jantung yang dialami Permadi
termasuk serangan jantung koroner ringan. ''Terdapat gangguan aliran darah pada
dinding bawah jantung, sehingga organ tersebut kekurangan oksigen,'' jelas Wita.
Beruntung Permadi cepat dibawa ke RS, sehingga serangan jantung yang
menimpanya bisa diatasi. ''Sumbatan yang terjadi sudah diatasi dengan
memberikannya obat. Kondisinya sekarang sudah baik, hanya masih perlu proses
istirahat minimal 2 x 24 jam di ruang intensif,'' imbau Wita.
Kondisi Permadi, menurut Wita, dipantau lewat monitor. Tindakan lebih lanjut
yang akan diambil adalah melakukan ECHO untuk mengetahui apakah fungsi klep
jantungnya stabil atau tidak. ''Pasien membutuhkan waktu 7 hari untuk pulih.
Tiga hari di ruang intensif dan empat hari rehabilitasi. Disarankan untuk
jalan-jalan dalam ruangan. Setelah sembuh nanti juga harus melakukan
treatmill,'' jelas Wita.
Serangan Pertama
Menurut Permadi, serangan jantung yang menyerangnya kali ini adalah yang
pertama kalinya. ''Tahun 2001 pernah terkena stroke ringan karena makan tujuh
buah durian. Tetapi kalau serangan jantung, ini yang pertama kali,'' ujar
Permadi.
Menurutnya, serangan terjadi karena dalam dua bulan terakhir ini ia tidak
banyak beristirahat. Sebelum ke Bali, Permadi sempat mengadakan perjalanan
tugas ke luar negeri, seperti Prancis dan Korea.
Menurut Wita, serangan yang dialami Permadi dikarenakan faktor umur.
''Apalagi pasien mempunyai latar belakang hipertensi. Jika capek sedikit saja,
kerja otot meningkat sehingga denyut jantung menjadi 3-4 kali lipat,'' ujar
Wita. Namun di sisi lain, Permadi merasa tidak pernah mengalami gangguan
hipertensi maupun diabetes.
Hingga kemarin, Permadi masih dalam perawatan intensif di ruang ICCU RS
Sanglah. (san)
---------------------------------
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!