Rabu, 10 Januari 2007 SBY-JK Gagal Penuhi Janji
tidak gampang memilih pemimpin nasional DENPASAR -- Rakernas I PDIP yang digelar sejak Ahad (7/1), kemarin ditutup oleh Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri. Dalam sambutannya, mantan Presiden RI itu menyoroti kegagalan duet SBY-JK dalam memimpin negara. ''Ternyata pemerintah telah gagal memenuhi janji-janji perubahan sebagaimana yang dilontarkan pada masa kampanye,'' kata Megawati Soekarnoputri. Di hadapan para peserta Rakernas, Megawati yang memberikan sambutan sekitar setengah jam, mengatakan, selama dua tahun ini dirinya memang memilih bersikap diam. Ini karena ingin memberikan kesempatan kepada pemerintah untuk menjalankan programnya. ''Sebagai warga negara dan warga bangsa yang baik, saya tidak ingin mengganggu jalannya pemerintahan dengan pernyataan-pernyataan,'' tegas Megawati lagi. Kini lanjut Megawati, dirinya merasa harus berbicara. Meski begitu, tidak akan pernah disampaikan di luar forum karena akan terkesan sebagai ocehan kosong. Tetapi penilaiannya terhadap pemerintahan, disampaikan secara konsekuen, misalnya disampaikan dalam forum Rakernas PDIP seperti ini. ''Partai yang saya pimpin memiliki suatu kendali untuk mengatakan penilaiannya secara baik. Penilaian itu disampaikan kepada pemerintah maupun pada rakyat,'' kata Megawati. Memang demikianlah kenyataannya tunjuk Megawati, bahwa pemerintah telah gagal memberikan perubahan sebagaimana yang dijanjikan. Misalnya, janji mempercepat terwujudnya kesejahteraan rakyat melalui penciptaan lapangan kerja, pengurangan angka kemiskinan, dan peningkatan pelayanan kesehatan, serta pendidikan bagi rakyat. PDIP lanjut Megawati, telah mengamati dan mengontrol pemerintah melalui lembaga legislatif dan kenyataannya setelah dievaluasi dalam Rakernas, diperoleh suatu kesimpulan, yakni suatu bentuk kegagalan pemerintahan telah terjadi saat ini. ''Hal tersebut juga bisa menjadi pelajaran yang baik bagi masyarakat, bahwa memilih pemimpin nasional itu tidak gampang, tidak semudah yang dibayangkan,'' tandas Megawati. Sementara itu, terhadap dukungan dan harapan 33 DPD PDIP yang menginginkan Megawati kembali maju menjadi calon Presiden dalm pemilu 2009, dalam sambutan penutupnya, Megawati tidak memberikan komentar sedikit pun. Sebaliknya, Sekjen DPP PDIP, Pramono Anung Wibowo, menyatakan, secara implisit sebenarnya Megawati telah memberikan tanggapan atas pencalonan itu. Tetapi lanjut Pramono, masalah itu akan dibahas di DPP PDIP dan di sanalah Megawati akan ditanyakan sikapnya. Rakernas I PDIP menghasilkan 23 rekomendasi politik. Sebanyak enam poin ditujukan kepada pemerintah dan 17 poin ditujukan kepada internal partai. Selain menilai pemerintahan SBY-JK gagal, rekomendasi Rakernas lainnya di antaranya juga menyoroti masalah katering jamaah haji di Arafah. Sedangkan dalam hal besaran ambang batas perolehen suara partai dalam pemilu, Rakernas PDIP tidak bersikap tegas. Pada poin rekomendasi ke-15 hanya menyatakan partai menugaskan kepada DPD agar mengambil langkah strategis untuk mempelopori perubahan sistem politik melalu perubahan paket UU politik. Tujuannya, untuk memperkuat sistem pemerintahan presidensial dalam sistem multipartai yang sederhana. .aas Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
