Dasar mereka pada ndableg, nggak tau kerja, cuma cari untung,
membiarkan rakyat buntung!
Bu Mega, teruslah perkuat partai dan pertegas head to head, all-out
beroposisi didalam dan diluar DPR. Terus pegang wong cilik sebagai mercu suar
dalam melawan kuasa hiper borjuasi komprador pembantu imperialisme global.
Biar siapa saja menggonggong, melolong atau mengaum, bersindir mencaci dan
memaki, main money politics, perjuangan bangsa dan akar rumput akan jalan
terus, berjangka panjang.
BK
Kamis, 11 Jan 2007, JAWA POS
Mega Minta SBY Stop Tebar Pesona
Pidato Politik HUT Ke-34 PDIP
SANUR - Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengkritik keras pemerintahan
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Kritik putri Bung Karno itu tidak hanya
menyangkut kinerja pemerintah, tapi gaya politik SBY.
"Sudah waktunya untuk menghentikan aksi tebar pesona dan mulailah aksi tebar
kinerja. Itu pun kalau bisa," kata mantan presiden itu.
Pernyataan tersebut merupakan penggalan isi pidato politik Megawati yang
disampaikan dalam peringatan HUT Ke-34 PDIP di Hotel Inna Grand Bali Beach.
Ratusan kader PDIP memenuhi ruangan. Dua tamu istimewa hadir, yakni Ketua Umum
PP Muhammadiyah Din Syamsuddin dan mantan KSAD Ryamizard Ryacudu. Keduanya
disebut-sebut sebagai kandidat cawapres Mega dalam Pilpres 2009.
Selain itu, terlihat tiga calon gubernur DKI yang kini berebut mencari
"dukungan" PDIP, yakni Faisal Basri, Sarwono Kusumaatmadja, dan Bibit Waluyo.
Juga, ada Wakil Ketua DPD Laode Ida. Semua nama yang tertulis di atas disebut
langsung oleh Mega sebelum menyampaikan pidato politik.
Menurut Mega, selama dua tahun ini, bukan hanya bencana alam yang mendera, tapi
juga bencana kebijakan. Dia mencontohkan, terkatung-katungnya upaya penanganan
korban lumpur panas di Sidoarjo lebih dari enam bulan karena menunggu inisiatif
penyelesaian dari Lapindo. "Lalu, di manakah tanggung jawab pemerintah. Apakah
sekadar mengimbau Lapindo atau sekadar menjadi moderator perundingan Lapindo
dengan warga masyarakat," gugatnya.
Menurut Mega, keselamatan dan keamanan hidup warga menjadi urusan dan tanggung
jawab utama negara yang tidak bisa dialihkan dalam keadaan apa pun kepada pihak
lain, termasuk Lapindo. "Apa yang ditunggu rakyat dari pemerintah, bukan
sekadar pernyataan akan, akan, dan akan. Tapi, rangkaian kenyataan," tegasnya.
Mega juga mengingatkan pentingnya meningkatkan belanja publik dalam APBN dan
APBD. "Bagaimana bicara negara untuk kesejahteraan kalau persentase belanja
publik masih jauh di bawah belanja untuk aparatur," katanya.
Seusai menyampaikan pidato politik, Megawati memberikan sumbangan tali asih
secara simbolis kepada anak-anak panti asuhan Darma Jati Kota Denpasar,
perwakilan Yayasan Senang Hati Kabupaten Gianyar, dan perwakilan nelayan dari
Desa Lebih, Kabupaten Gianyar.
Peristiwa lucu terjadi saat Megawati bertanya kepada seorang anak dari panti
asuhan Darma Jati yang bernama Komang Wardana. "Kamu tahu nama Ibu, nggak,"
tanya Mega. "Nggak tahu," jawab anak berusia empat tahun itu dengan lugu.
"Waduh, gawat ini," kata Mega spontan lantas tertawa.
Rangkaian peringatan HUT Ke-34 PDIP rencananya berlangsung selama tiga bulan
dengan sejumlah kegiatan. Penutupan HUT akan dilaksanakan di Pontianak,
Kalimantan Barat, pada 10 Maret mendatang. (pri)
---------------------------------
New Yahoo! Mail is the ultimate force in competitive emailing. Find out more
at the Yahoo! Mail Championships. Plus: play games and win prizes.