Menurut survey akhir 2006 ini SBY tetap paling populer, karena sebagai sosok 
(figur) dianggap memadai. "Apalagi kondisi Indonesia SUDAH SANGAT PARAH". Juga 
karena tinggi "sumber daya sosialnya" (gelar doktor, jenderal, haji dan 
mandiri).
   
  Dari pendapat para pakar ini, yang sebagian ber propaganda untuk SBY, mungkin 
agak jelas bahwa budaya persepsi bangsa kita memang sangat "unik", 
memprioritaskan pada figurisasi daripada prestasi kerja. Juga tidak penting apa 
sosok tsb bekerja untuk rakyat atau untuk modal asing. Ini semua membuat sangat 
mudah berhasilnya manipulasi dengan cuci otak untuk mengumpulkan suara. Anehnya 
dikatakan adanya "kaum abangan" yang tahan susah dan membuat semakin naiknya 
popularitas Sang Jenderal itu. 
   
  DM
   
  Survey LSI: Popularitas SBY Naik
Kamis, 28 Desember 2006 | 15:18 WIB 
  TEMPO Interaktif, Jakarta:Peneliti Lembaga Survey Indonesia (LSI) Anies 
Rasyid Baswedan mengatakan popularitas Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) 
menjelang akhir tahun ini mengalami peningkatan. "Jajak pendapat ini menemukan 
popularitas SBY meningkat menjadi 67 persen dibandingkan 56 persen pada tahun 
lalu," katanya dalam acara Refleksi dan Harapan Ekonomi-Politik 2006-2007 dan 
Evaluasi Publik Nasional di Hotel Sari Pan Pasific Kamis (28/12).

Menurut Anies, popularitas itu muncul karena penilaian publik atas kinerja 
pemerintahan yang dianggap baik. Dalam penelitian sebelumnya popularitas 
pemerintahan SBY sempat menurun pada kurun waktu Juli 2005 hingga Maret 2006. 
"Agak mengagetkan pada bulan Agustus-Oktober 2006 popularitas SBY naik dari 58 
persen menjadi 67 persen. Namun setelah itu stabil," katanya. Hal itu 
disebabkan adanya iklim baru dan stabilitas keamanan, politik dan ekonomi.

Untuk menjaga validitas data, kata Anies, lembaganya juga membandingkan 
penilaian ini dengan popularitas elit politik lain. "Dibandingkan elit politik 
lain SBY mendapatkan suara terbanyak 48 persen," katanya. Megawati, kata dia, 
menjadi pesaing terkuat dengan 17 persen. Sedangkan Kalla, Wiranto, Amien dan 
Hidayat NUr Wahid yang rata-rata hanya 3 persen. 

"Menurut hasil jajak pendapat ini, jika dilakukan pemilu presiden hari ini maka 
SBY- lah yang akan menjadi pemenang," katanya. Survei menemukan hasilnya SBY 
memperoleh suara 56 persen sedangkan tokoh lain hanya 34 persen, dengan 
responden yang menyatakan tidak tahu 10 persen. "Sedangkan Jusuf Kalla 
popularitasnya masih di bawah Presiden," katanya.

Direktur Eksekutif CIDES Umar Juworo mengatakan popularitas SBY yang meningkat 
ini tidak mengherankan. Karena, katanya, penilaian publik bukan atas 
keberhasilan pemerintahannya tetapi berdasarkan sosok atau figur SBY yang 
dinilai cukup. "Apalagi kondisi Indonesia sudah sangat parah," katanya.

Umar membandingkan dengan kondisi yang sama pada pemerintahan Megawati. Ketika 
itu popularitas Mega hanya 35 persen atau hanya separuh dari SBY. "Belum ada 
calon yang mampu menggantikan SBY," katanya.

Direktur Eksekutif Sugeng Sarjati Sindicate Sukardi Rinakit mengatakan Kepuasan 
rakyat kepada SBY didasari pada sumber daya politik dan sumber daya Sosial yang 
tinggi. Sumber daya sosial itu, kata dia, gelar doktor, jenderal, haji dan 
mandiri. 

Menurutnya, popularitas SBY naik, karena adanya kelompok dramatis yang menilai 
secara mudah dan sudah biasa dengan kesusahan. "Kaum ini disebut abangan," 
katanya. 
Eko Ari Wibowo



        
---------------------------------
Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail beta.

Kirim email ke