Cina Kekurangan   Perempuan  

Eddi Santosa - 
Detikcom 

 Cina   kekurangan sejumlah 30 juta orang perempuan.
Dikombinasi dengan peningkatan   lansia dan
urbanisasi, ini bisa mendestabilisasi tatanan sosial
dan   harmoni.

Hal itu disampaikan lembaga kependudukan RRC,
sebagaimana   diberitakan koran de Volkskrant
mengutip ANP hari ini, Jumat, 12/1/2007). "Sekitar 13 tahun lagi akan 
terjadikelebihan 30 juta   laki-laki usia nikah daripada
perempuan," lembaga itu   mengingatkan.

        
Hasil penelitian lembaga itu, yang dilansir Xinhua,
juga menunjukkan bahwa akan terjadi peningkatan
antisosial dan tindak kekerasan   oleh kaum lelaki
melajang yang jumlahnya semakin banyak. Diingatkan
juga   mengenai peningkatan tekanan pada fasilitas
sosial dan gangguan hubungan   antargenerasi. 

Sejak diberlakukan kebijakan satu anak tahun 80-an,  
angka kelahiran bayi laki-laki di Cina meningkat tajam
dibandingkan perempuan.  Kebijakan itu mendorong
pilihan tradisional rakyat Cina untuk bayi 
laki-laki, sebab anak laki-laki dapat diharapkan
mengurus orangtua kelak.   Sedangkan anak perempuan
umumnya dikawinkan. 





 

Kirim email ke