Halo sahabat,

Lebih lengkapnya dapat dibaca di buku: Manajemen
berbasis Nurani ditulis oleh Ir. Goenardjoadi
Goenawan, MM. dan Ir. Stefanus Indrayana, MBA terbit
mulai 2 Januari 2007.

Kadang dalam hidup kita merasa sungguh sulit sekali
mendapatkan pertolongan orang lain..

Orang tua bilang "Lebih baik berusaha dengan kaki
tangan sendiri, jangan menggantungan pada orang lain".

Maksudnya apa?

Apakah supaya kita ini berusaha sendiri?  tidak perlu
meminta pertolongan orang lain?  

Mungkin yang dimaksud orang tua itu adalah supaya kita
terus berupaya, terus mencoba, terus berkarya, karena
menyadari bahwa sungguh sulit sekali mendapatkan
pertolongan orang lain.

Pertanyaannya adalah.. Benarkah bahwa pertolongan baik
itu langka? Benarkah bahwa keadaan ekonomi saat ini
memburuk semua orang susah, maka semakin sulit
mendapatkan pertolongan?

Oleh karena itu kita perlu mempelajari perilaku
pertolongan baik.. diringkas menjadi 10 sifat-sifat
pertolongan baik:

1. Pertolongan baik itu banyak sekali, walaupun
keadaan baik maupun buruk.  Karena namanya orang baik,
maka dia sering melakukan pertolongan baik. 
Masalahnya, kita tidak mengerti bagaimana caranya
mendapatkan pertolongan baik.

Coba kita dengerin pembicaraan orang di restoran,
misalnya Pizza Hut, restoran keluarga.  Pembicaraannya
sering begini...

"Eh kamu tahu nggak, ada orang yang bisa Accounting,
dan dipercaya, temanku ada yang butuh"

"Kamu sekarang kerja dimana? Jangan segan-segan
hubungi saya ya kalau mau ada yang ditanyakan"

Namanya sekeluarga besar, saling tolong menolong dalam
keluarga itu wajar.   

2. Pertolongan baik itu bukan merupakan kemungkinan. 
Istilahnya bukan berarti kita minta tolong kepada
sebanyak mungkin orang maka peluang kita ditolong
semakin baik?  bukan begitu... bisa terjadi dengan
cara yang salah, malah-malah kita mengasumsikan bahwa
tidak ada orang baik lagi di dunia ini..

3. Sebuah pertolongan itu dilakukan secara determine,
secara sungguh-sungguh.  Oleh karena itu, kita harus
mengerti, mengapa seseorang kok begitu
bersungguh-sungguh mau menolong kita?  Kemungkinan
besar kita adalah orang baik.

Nah, bagaimana caranya menjelaskan kepada orang-orang
lain bahwa kita orang baik?  Berfokuslah dengan
berbuat baik.  Selama anda berbuat baik, maka akan ada
orang yang simpatik kepada anda.

4. Benarkah orang-orang bisa bersungguh-sungguh mau
menolong kita?  Mengapa?  Yang pasti bukan hanya
karena kasihan dengan anda, karena mereka juga perlu
dikasihani.  Artinya pihak yang menolong anda mungkin
juga memiliki beban.  

Kadang kita dengar pembicaraan seorang Direktur
Marketing perusahaan besar telepon kepada temannya..

"Aku bisa minta tolong.... anakku sekarang sudah
hampir lulus kuliah dan mau praktek lapangan, apa bisa
aku minta tolong dititipin ke kamu supaya bisa
belajar?"

Nah, bahkan seorang marketing Director juga meminta
pertolongan orang lain, bukan.

5. Oleh karena itu, kita perlu mengerti mengapa orang
kok mau bersungguh-sungguh mau menolong kita?  Selain
kita orang baik, itu syarat utama, memang sudah
kemauan orang tersebut untuk bersungguh-sungguh mau
menolong kita.

Kok mau?

Ya bisa saja... semua orang banyak memiliki kemauan,
mau beli handphone, mau beli mobil, termasuk mau
menolong anda, memang dia merasa ini dia mau.  

Oleh karena itu, lebih baik anda membangkitkan kemauan
orang untuk menolong anda.  Misalnya, dengan cara
saling tolong menolong.

6. Benarkah bahwa orang menolong orang lain akan
merasa rugi?

Tidak.  Dengan menolong orang lain, maka terjadi efek
simbiosis mutualisma, maka dari itu, daripada anda
langsung bertanya:

"Maukah anda menolong saya...?"

lebih baik kita fokus:

"Apa yang bisa saya bantu....?" (Ingat siapapun butuh
sesuatu).

Harus ada yang dibutuhkan orang lain terhadap anda. 
Itulah yang harus anda gali, bukan tahap kedua, yaitu
saling bantu membantu.

7. Apa kemauan orang, mengapa kok seseorang mau
membantu anda?

itulah yang harus digali...

Benarkah sifat manusia itu egois, mementingkan diri
sendiri?  Benarkah lebih baik kita berdiri di atas
kaki sendiri?  

Sesungguhnya jauh lebih efektif bagi dua orang saling
bantu membantu daripada masing-masing berusaha sendiri
secara individual.  Mungkin anda sudah paham efek
teamwork.

Berusaha sendiri, berarti anda berjalan dengan satu
kaki, tidak ada kaki lain yang mempermudah jalan anda.

Misalnya anda tukang cukur butuh roti.

Jauh lebih mudah tukang cukur minta tolong kepada
tukang roti untuk dapat makanan, sebaliknya lebih
mudah meminta tolong tukang cukur kalau tukang roti
ingin gunting rambut, bukan.

Itulah namanya kolaborasi.

Kalau anda kurang, atau jarang melakukan kolaborasi,
semuanya serba susah, anda harus menggunting rambut
sendiri, membuat roti sendiri.

Padahal seperti monyet, jauh lebih mudah mencari kutu
monyet lain, kalau dirinya ingin dicari kutunya, ini
kolaborasi.

(bersambung)

Lebih lengkapnya dapat dibaca di buku: Manajemen
berbasis Nurani ditulis oleh Ir. Goenardjoadi
Goenawan, MM. dan Ir. Stefanus Indrayana, MBA terbit
mulai 2 Januari 2007.

salam,
Goenardjoadi Goenawan
http://swa.co.id/swamajalah/tren/details.php?cid=1&id=3195&pageNum=2

Miliki Buku-buku karya Ir. Goenardjoadi Goenawan, MM.:
* Menjadi Kaya Dengan Hati Nurani
* Mata Air Untuk Dahaga Jiwaku
* Pelangi Kehidupan Entrepreneur
* Memasarkan Dengan Hati (terbit 8 November 2006)
ditulis bersama Ir. Stefanus Indrayana, MBA.:
* Manajemen Berbasis Nurani (Terbit 1 Januari 2007)
* Best Life; Menjalani Hidup Penuh Makna (belum
terbit) 
* Journey to the soul; Piramida Kebutuhan Jiwa 
Penerbit: Elex Media Komputindo





Kirim email ke