Alamak! Hallo, hallo, Mbak Merry Panjaitan!
Pak Samiaji ini lucuuu bener deh membongkar berita yang sudah "terkubur" 4
bulan yl. Yang mantan Puteri Mahkota Dinasti Cendana ini lebih baik didiamkan
saja, pak, apa begitu kangennya sama mereka itu sampai mau mencalonkan si Embak
itu jadi cawapres ya? Biar beliau-beliau itu mengurus bisnisnya saja. Tapi
terserah saja lo. Tapi yang kami, yaitu Marry dan saya maksud sih jelas bukan
dari Klan Cendana dong. Pak Permadi yang paranormal itu kan terkenal memang
sering nyelonong bicaranya. Baru saja kena serangan jantung, jadi kita doakan
supaya cepat sembuh ya?
MLM
samiaji <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Empat bulan yang lalu diisukan PDIP mungkin mencalonkan
mBak Tutut untuk mendampingi Mega ....
----- Original Message -----
From: samiaji
To: [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED]
Cc: wahana ; [EMAIL PROTECTED]
Sent: Monday, September 25, 2006 6:58 PM
Subject: [HKSIS] PDIP Mungkin Calonkan Mbak Tutut Dampingi Mega
Pada Pilpres 2009
PDIP Mungkin Calonkan Mbak Tutut Dampingi Mega Pada Pilpres 2009
Ditulis oleh Redaksi
Monday, 25 September 2006
Jakarta (SIB)
Lantaran takut salah, Taufiq Kiemas memilih mengunci
mulutnya seputar wacana memasangkan Megawati Soekarnoputri dengan
Siti Hardiyanti Rukmana alias Mbak Tutut di Pilpres 2009.
"Ya tanya Pak Permadi saja, jangan tanya saya," elak Taufiq di sela-sela
acara pembagian sembako di Kelurahan Rawa Bunga, Jatinegara, Jakarta Timur,
Sabtu (23/9).
Pandangan Pak Taufiq bagaimana? "Saya kan suami Bu Mega,
entar jadi banyak salahnya. Mungkin mas Permadi punya pandangan yang
lain," kata Taufiq.
Duet Mega-Tutut dilontarkan politisi asal PDIP Permadi.
Pria yang hobi mengenakan baju serba hitam ini menilai jika Mega-
Tutut dipasangkan maka akan mengalahkan capres lain seperti SBY,
Jusuf Kalla dan sebagainya pada Pilpres 2009.
Taufik Kiemas juga mengisyaratkan Megawati Soekarnoputri
akan dicalonkan partainya pada Pemilihan Presiden 2009 yang
kepastiannya diputuskan melalui forum Rakernas partai pada akhir
2006.
"Partai akan menentukan siapa bakal pasangan Megawati,
bukan saya," kata Taufik menanggapi pertanyaan apakah Megawati akan
disandingkan dengan putri tertua mantan Presiden Soeharto, Siti
Hardianti Rukmana (Tutut).
Menurut dia, saat ini yang lebih penting adalah mengukur
dahulu kekuatan internal, baru mendeteksi kemampuan lawan.
Pemasangan Megawati sebagai Calon Presiden pada 2009 dan
Tutut pada posisi Calon wakil presiden itu, kata Taufik, hanyalah
wangsit dari Permadi, salah satu fungsionaris PDIP.
Namun, ia menambahkan, kalaupun pasangan itu yang
diinginkan oleh rakyat, maka jangan ada pihak yang menganggap
partainya berekonsiliasi dengan rezim Orde Baru.
"Apanya yang rekonsiliasi, semua kita sekarang kan Orba.
Siapa yang berani mengatakan dia bukan orba, dan rekonsiliasi itu
toh kalaupun memang ada bukan dosa," ujar Taufik yang didampingi
salah satu kandidat kuat PDIP untuk bersaing memperebutkan posisi
Gubernur DKI Jakarta, Faisal Basri.
Rombongan Taufik Kiemas yang juga didampingi Ketua PDIP
Jakarta, Agung Imam Sumanto, memulai long march bertemu dengan para
dhuafa, pemulung, anak yatim dan lansia sekitar pukul 13.45 WIB di
RW 01 Kelurahan Rawa Bunga, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur,
kemudian dilanjutkan ke RW 06 Cipinang Besar Selatan dan berakhir di
Kelurahan Cipinang Muara.
PDIP Tetap Pede
Meski kritik bermunculan terkait munculnya wajah lama yang
akan maju dalam Pilpres 2009, PDIP tetap yakin akan mendulang suara
banyak dengan menjagokan Megawati sebagai Capres.
"Bu Mega kan masih sangat diharapkan oleh masyarakat PDIP.
Selain itu perolehan kursi Bu Mega lebih besar dari perolehan
partai," kata Tjahjo Kumolo kepada detikcom, Sabtu (23/9).
Menurut Tjahjo, partainya tetap mendorong Megawati sebagai
calon presiden karena dia satu-satunya figur yang layak dan teruji
untuk memimpin negeri ini kembali.
"Silahkan dikritik kita tetap akan maju dengan calon Bu Mega," tandasnya.
Ditegaskan Tjahjo, pencalonan Megawati ini bukan bentuk
gagalnya kaderisasi di PDIP. Namun sebagai bentuk rasionalitas
politik karena semua kader dan pengurus menginginkan hal itu.
Terkait pasangan pendamping Mega nantinya, saat ini PDIP
masih terus mencari. Kemungkinannya sangat terbuka untuk semua pihak
tidak terkecuali bagi artis. "Soal Wapres kita masih mencari yang
pas. Siapa pun bisa asal tetap sesuai dengan platform partai," ujarnya.
Mega Bisa Jadi Presiden Lagi
Pemilu baru akan berlangsung pada tahun 2009. Tapi
sejumlah kalangan sudah sudah menganalisis siapa yang akan naik
ke kursi RI 1 periode mendatang.
"Peluang Mega cuma mungkin terjadi bila pemerintah SBY
gagal. Tapi kalau pemerintahan SBY berhasil, saya yakin dia
tidak akan maju," kata pengamat politik dari LIPI Ikrar Nusa
Bhakti pada detikcom di Kampus UI Depok, Jumat (22/9).
Ikrar juga tidak yakin Gus Dur akan maju kembali
mencalonkan diri sebagai kandidat pada pilpres 2009. Sedangkan Amien
Rais, Ikrar mengatakan bahwa Amien sudah menyatakan dirinya tidak
akan maju. Dia malah mengajukan kemungkinan adanya orang baru yang
akan naik sebagai residen baru. Ikrar mengharapkan agar orang baru
tersebut dimunculkan sejak sekarang.
Semestinya pengumuman calon presiden dilakukan jauh-jauh
hari tidak memunculkan pembunuhan karakter. "Itu harusnya sudah
muncul sekarang. Pada zaman orba kan kalau saya bilang anda mau jadi
presiden itu berarti kans politik dia akan mati," jelasnya
Budaya-budaya tersebut presiden baru sudah harus dibangkitkan demi
bangsa.
Saat ditanya siapa orang baru tersebut Ikrar cuma
tersenyum sambil menjawab singkat "saya tidak tahu persis," ujarnya
menutup pembicaraan. (Ant/detikcom/o)
>> No virus found in this incoming message.
>> Checked by AVG Free Edition.
>> Version: 7.1.405 / Virus Database: 268.12.9/456 - Release Date:
> 9/25/2006
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com