Sent: Monday, January 15, 2007 9:52 AM
Subject: Jangan sembarang memotret kedutaan Amerika
[EMAIL PROTECTED] wrote:
To: [EMAIL PROTECTED]
From: [EMAIL PROTECTED]
Date: Thu, 11 Jan 2007 09:57:55 +0700
Subject: [SOEWARTO] Jangan sembarang memotret kedutaan Amerika
Dari milis sebelah...
Usep Suhud Natapura wrote:
Pelecehan Hak Sipil Warga Indonesia oleh Kedutaan Amerika di Manila -
Filipina
Apa jadinya jika sebuah negara adidaya memanfaatkan kekuasaannya untuk
menginjak hak-hak sipil dan menganggap bahwa hidup seorang individu tidak
lebih penting dari kepentingannya?
Liburan akhir tahun ini saya isi dengan melakukan perjalanan ke Malaysia
dan Philippine. Saya terbang bersama Air Asia pada hari Sabtu, 23 Desember
2006 dengan tujuan Kuala Lumpur.
Selasa, 26 Desember, saya melanjutkan perjalanan ke Philippine, dengan
tujuan Manila yang mendarat di Clark Airport. Ini adalah kunjungan saya
yang pertama kali ke Philippine. Air Asia tidak menyediakan jasa
penerbangan langsung Jakarta-Manila. Saya rencanakan, akan kembali ke
Kuala Lumpur tanggal 31 Desember untuk merayakan pergantian tahun dengan
sejumlah teman.
Pemesanan semua tiket pesawat dan voucher hotel baik di Malaysia maupun di
Filipina, saya lakukan melalui internet. Sehingga semua data akurat
tentang saya tercantum baik di airline maupun di hotel-hotel yang saya
pesan.
Kamis, 28 Desember, saya mengunjungi Malate, sebuah kawasan turis yang
sangat terkenal di Manila. Malate ini terletak di tepi Teluk Manila yang
jika sore hingga larut malam, kawasan ini menjadi pasar malam yang sangat
ramai dikunjungi oleh masyarakat lokal maupun turis asing. Bahkan sejumlah
panggung hiburan didirikan untuk menghibur para pengunjung. Hari itu
selain keluar masuk kawasan Malate, saya juga melintas Roxas Blv untuk
melihat-lihat teluk.
Kamis, 28 Desember itu juga, saya memutuskan pindah dari hotel di daerah
Paranaque yang jauh kemana-mana [masih kawasan Metro Manila], ke Malate.
Photography adalah hobby saya. Kemana-mana selama liburan ini, saya
membawa kamera untuk membuat banyak foto. Saya membawa dua kamera
sekaligus, satu kamera digital dan satu kamera analog. Saya memotret apa
saja. Jalanan, rambu lalu lintas, gedung-gedung, aktivitas orang, dll. Tak
semua subject saya foto dengan serius. Kadang, sambil jalan bahkan tanpa
melihat sama sekali pada subect yang saya bidik. Jika Anda memiliki hobi
yang sama dengan saya, Anda akan maklum dengan apa yang saya lakukan.
Setelah puas melihat teluk dan membuat beberapa foto di sana, saya
berjalan menyusuri pedestrian. Rencana saya adalah mengunjungi Intramuros,
sebuah kawasan bersejarah penuh bangunan tua di sebelah utara Malate. Di
depan sebuah gedung yang tidak terlalu saya perhatikan, saya melihat
seorang pria tua sedang menuntun anjing. Dengan gaya snapshot tanpa
melakukan bidikan yang serius, saya memotret orang itu dengan anjingnya.
Saya tidak menyadari bahwa gedung yang ternyata dijaga ketat itu adalah
gedung kedutaan Amerika. Seorang tentara yang melihat apa yang saya
lakukan, memanggil saya. Saya kemudian diajak masuk ke bangunan depan
kedutaan. Seorang Amerika bernama Orlando Valasquez melakukan interogasi.
Saya sudah katakan bahwa apa yang saya lakukan sangat tidak berkaitan
dengan kegiatan memata-matai gedung, apalagi kegiatan orang-orang di
dalamnya. Selama tiga jam saya ditanya dengan berbagai pertanyaan yang
diajukan masing-masing dua hingga tiga kali, seperti misalnya: sudah
berapa kali mengunjungi Filipina [sekali], mengapa memilih Filipina untuk
berlibur [what's wrong with Phillippine?], mengapa mampir ke KL dulu
sebelum ke Manila [ask the airline], mengapa mesti check out tanggal 31
Desember [o, please], apakah ada orang Filipina yang saya kenal [Sure,
Arroyo the Presiden], mengapa saya menyimpan sobekan karcis bioskop [come
on]?. Pria Amerika yang bernama Orlando Valasquez itu juga membongkar isi
handphone, isi dompet, memfoto copy semua dokumen seperti KTP, SIM,
Passport, tiket pesawat, kartu kredit, termasuk juga membongkar buku
catatan dan mengambil kartu nama. Dia juga melakukan telepon ke hotel
dimana saya tinggali, juga ke kantor di mana saya bekerja di Jakarta.
Setelah lebih dari 3 jam itu, saya kemudian dilepas. Tanpa ada surat
penggeledahan, tanpa ada pendampingan dari pihak mana pun. Saya mengira
urusan sudah selesai ketika sebelum saya pergi, orang Amerika yang bernama
Orlando Valasques itu sempat berujar santai: "Enjoy Kuala Lumpur". Saya
balas dengan ucapan: "Happy new year!" Bahkan, dia meyakinkan saya bahwa
'kasus' yang saya alami tak berhubungan dengan pihak imigrasi manapun.
Tapi ternyata dia bohong.
Minggu, 31 Desember, sesuai jadual, saya berencana keluar dari Phillippine
untuk terbang ke KL, melalui Clark Airport.
Orang Amerika bernama Orlando Valasques telah meminta petugas imigrasi
Phillipine untuk kembali melakkan introgasi terhadap saya serta meminta
film-film [baru/used] dan memory card dari camera digital saya. Bahkan
carrier yang sudah masuk perut pesawat diturunkan kembali. Pada kesempatan
itu, carrier maupun daypack saya tidak diperiksa. Tentu saja karena sudah
melalui tahap scanning.
Seorang petugas dari NBI yang ikut melakukan introgasi, mengatakan bahwa
keberadaan saya di Filipina, berhubungan dengan jaringan Jamaah Islamiah.
Sadisnya lagi, saya dituduh membawa bom. Tentu saja saya kaget dan sempat
berang pada petugas itu. Saya sempat
katakan pada officer itu bahwa Orang kedutaan telah bohong dan saya
takpercaya pada orang itu dan pada siapa pun juga.
Saya minta pemeriksaan dipercepat karena saya tak mau ketinggalan pesawat.
Ketika saya mulai percaya bahwa saya benar-benar sedang menghadapi masalah
besar dan minta ada pendampingan dari KBRI, tepat ketika jadual pesawat
tinggal landas lewat beberapa menit, Orang Amerika bernama Orlando
Valasques menelpon orang imigrasi dan saya dinyatakan bebas. Sangat tidak
masuk akal. Saya dinyatakan boleh pergi setelah pesawat yang satu-satunya
terbang ke KL hari itu telah take off!
Tak ada satu pun pihak yang bertanggung jawab bagaimana saya bisa membeli
tiket pulang karena tiket yang saya beli sudah hangus tak terpakai. Tak
ada satu pihak pun yang dapat menjelaskan kenapa saya tidak diperkenankan
naik pesawat yang sudah saya pesan. Tak ada satu pihak pun yang dapat
menjelaskan kenapa saya dituduh berkaitan dengan kegiatan JI. Tak ada satu
pihak pun yang dapat menjelaskan kenapa saya dituduh membawa bom.
Saya sama sekali tidak anti Amerika. Jika kemudian surat ini menjadi surat
terbuka, supaya banyak pihak tahu bahwa atas nama ketakutan yang
berlebihan, sebuah institusi super besar seperti Kedutaan Amerika merasa
bebas melakukan pelecehan terhadap warga sipil. Atas nama ambisi pribadi
untuk mendapat reward dari pemerintahnya, officer kedutaan bernama bernama
Orlando Valasquez telah mengacaukan dan bahkan menyeret saya dalam masalah
yang bias sangat membahayakan keselamatan saya. Bagaimana mungkin dengan
tanpa
penemuan apapun yang mencurigakan ybs bisa membuat asumsi bahwa saya
memiliki hubungan dengan Jemaah Islamiyah dan bahkan membawa barang
terlarang?
Kamis, 4 Januari 2007, dua orang dari Kedutaan Amerika di Jakarta
berkunjung ke kantor saya. Berencana kembali melakukan introgasi tapi saya
tak mau meladeni. Salah seorang dari mereka mengatasnamakan pribadi
meminta maaf yang tentu saja tak berarti apa-apa dibandingkan dengan
kemalangan yang saya derita. Saya telah berkorban tenaga, waktu, pikiran,
biaya. Saya juga kehilangan kesempatan merayakan pergantian tahun baru
bersama kawan-kawan yang sudah kami rencanakan jauh-jauh hari. Bahkan yang
terburuk adalah, saya telah menjadi trauma jika melihat orang dengan
seragam aparat.
Apa anehnya, seorang turis di kawasan turis, di musim liburan, menenteng
kamera, membuat foto-foto, yang kebetulan saja dilakukan di depan sebuah
gedung bernama Kedutaan Amerika? Apa karena saya berasal dari Indonesia
dan beragama Islam? Apakah ada hukum yang mengatur dan hukumannya apa?
Bolehkan seorang sivil melakukan penggeledahan dan introgasi kepada sivil
lain atas alasan apa pun? Apakah tindakan yang dilakukan oleh kedutaan
Amerika di Manila sudah sesuai prosedur?
*Usep Suhud Natapura*
--------------------------------------------------------------------------------
8:00? 8:25? 8:40? Find a flick in no time
with theYahoo! Search movie showtime shortcut.
--
Internal Virus Database is out-of-date.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.5.432 / Virus Database: 268.16.9/623 - Release Date: 1/11/2007 3:33
PM
--
Internal Virus Database is out-of-date.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.5.432 / Virus Database: 268.16.9/623 - Release Date: 1/11/2007 3:33
PM
Disclaimer: Although this message has been checked for all known viruses
using Trend Micro InterScan Messaging Security Suite, Bukopin
accept no liability for any loss or damage arising
from the use of this E-Mail or attachments.
Disclaimer: Although this message has been checked for all known viruses
using Trend Micro InterScan Messaging Security Suite, Bukopin
accept no liability for any loss or damage arising
from the use of this E-Mail or attachments.
Disclaimer: Although this message has been checked for all known viruses
using Trend Micro InterScan Messaging Security Suite, Bukopin
accept no liability for any loss or damage arising
from the use of this E-Mail or attachments.