--- In [email protected], "Dian Kartika Sari" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Yang butuh bantuan itu siapa??? > Kalau lebih kecil dari negara-negara lain juga apa masalahnya. > Di Indonesia ini bantuan Hibah dan utang numpuk, daya serap pemerintah untuk memanfaatkannya secara tepat cuma sekitar 50% . >
Waaah.... bukan daya serap pemerintahnya yang cuma 50%, melainkan korupsinya itu yang mampu menghabiskan lebih dari 50% kekayaan pemerintah RI. > APBN daya serapnya juga rendah.... > jadi buat apa cari-cari bantuan ke sana kemari ? > Selain daya serap yang rendah, setiap bantuan hibah atau utang itu > pasti punya konsekwensi alias persyaratan-persayaratan. Bantuan dan hutang luar negeri harus terus didapatkan demi kelangsungan hidup di Indonesia, hal ini terjadi karena lebih dari 50% bantuan2 tsb hilang karena korupsi. Syarat2 berhutang sangat sederhana yaitu: HUTANGNYA HARUS DIBAYAR BALIK. Tak ada persyaratan2 lain yang penting diperhatikan karena yang jadi masalah itu bukan berhutangnya melainkan siapa kah yang mau memberi hutang kepada negara yang korup ini. > Jadi kenapa Pak christian itu gelisah dengan kecilnya bantuan dari > Amerika. Makin kecil bantuan dari mana pun....makin mandiri kita. Jangan sombong, makin rendah pengetahuan anda, makin sombong, makin beriman, tapi bukan berarti makin mandiri. Ingat, air yang anda minum itu saja juga bantuan Amerika. Bayangin kalo tak ada bantuan Amerika, supermie itu juga enggak lagi bisa produksi karena alat2 membuat supermie semuanya perlu spareparts dari luar Indonesia, alat2 packing supermie juga dari luar Indonesia, mencetak bungkus supermie juga peralatannya dari luar Amerika. Bahkan jangan lupa juga, bahwa beras yang anda tanam di Indonesia itu juga membutuhkan pupuk dari pabrik2 di Indonesia yang peralatannya tak satupun berasal dari Indonesia. BAHAYA KELAPARAN MENGANCAM NEGERI INI KALO SAJA MENUTUP PINTU SEGALANYA DARI LUAR, NEGARA INI IBARAT PERAHU DITENGAH LAUTAN YANG SETIAP SAAT BISA TENGGELAM. > Makin asyik...nggak diatur-atur oleh negara-negara pemberi bantuan > .....ya khan Yang suka ngatur2 itu justru pejabat2 RI yang dipilih rakyatnya, ngatur agar setiap pinjaman bisa menghasilkan komisi jangka panjang untuk pejabat2nya yang menanda tanganinya. Ny. Muslim binti Muskitawati.
