Yang Maha Kuasa (Ilahi) tidak terdefenisikan oleh manusia. Penamaan diri Ilahi 
adalah tindakan simbolik manusia sebagai konsekwensi keterbatasan manusia 
memahami yang tidak terbatasi itu (Ilahi). 
   
  Itulah sebabnya nama Ilahi bermacam-macam sesuai dengan konteks sosial-budaya 
dan bahasa masyarakat di mana penamaan itu berlaku. Mana nama yang paling tepat 
untukNya? Tidak ada! Karena semua adalah interpretasi manusia. Jadi, semua nama 
Ilahi dalam setiap tradisi agama adalah sah dan valid, karena begitulah cara 
mereka memahami dan menamakan-Nya. 

Roslina Podico <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Menurut etimologi bahasa: Kata Allah bukanlah nama jati diri, 
melainkan 
status, yaitu illahi. Status yang membedakan manusia dari yang illahi, 
malaikat dll. Bandingkan tumbuh-tumbuhan dengan binatang juga. Al, El 
berarti di atas atau dapat dimengerti tuan atau Tuhan.

Ketika nabi Musa minta tanda kepada Ellohim yang mendatanginya dalam 
nyala api, Musa bertanya sipakah Engkau? Allah menjawab: "Aku adalah 
Aku" dalam bahasa Ibrani dilavalkan dengan YHWH. Inilah nama pribadi 
Ellohim atau Allah atau Tuhan. Yesus pernah berkata pada guru-guru besar 
Jahudi. Sebelum Abraham Aku adalah Aku Ego eimi), artinya selalu exist, 
tidak berawal dan tidak berakhir, juga tdk pernah berubah.

Exo 3:14 Firman Allah kepada Musa: "AKU ADALAH AKU." (YHWH atau dibaca 
Yahweh) Lagi firman-Nya: "Beginilah kaukatakan kepada orang Israel itu: 
AKULAH AKU telah mengutus aku kepadamu."

Bandingkan dengan ucapan Yesus
Joh 8:58 Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya 
sebelum Abraham jadi, Aku telah ada." (ego eimi)

Dan nama Yesus sendiri dalam b. Ibrani adalah Yehoshua, artinya Yahwe 
Yang Menyelamatkan. Tuhan dalam Alkitab bukan hanya memperkenalkan nama 
pribadinya, IA bahkan memperkenalkan kehebatannya pada Musa dan seperti 
DIA mendatangi Musa DIA di tengah api yang menyala-nyala, kemudian DIA 
datang dalam bentuk manusia biasa dalam diri Yesus dengan nama yang sama.

Ia membuktikan bahwa dia dapat bangkit dari kematian, sesuai dengan 
namanya Yehoshua, Yahweh Yang menyelamatkan.

Nabi Daud dalam Mazmur (Kitab Zabur)nya mewakili pengenalan bangsa 
Yahudi terhadap Yang Maha Kuasa dengan menggunakan tiga sebutan yang 
berbeda, ditujukan pada SATU, Yang Illahi:

(Psa 136:1) Bersyukurlah kepada TUHAN (YHWH), sebab Ia baik! Bahwasanya 
untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.

(Psa 136:2) Bersyukurlah kepada Allah (Ellohim) segala allah! 
Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.

(Psa 136:3) Bersyukurlah kepada Tuhan (Adonai atau raja, tuan) segala 
tuhan! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.

Pemazmur mengajak umat besyukur kepada YHWH yang memperkenalkan diri 
pada Musa di Padang Gurun. Itulah nama Allah atau Illah orang Jahudi. 
Karena mereka dilarang menyebut nama pribadi Allah dengan sembarangan 
(Baca 10 Hukum Taurat), maka tulisan YHWH itu selalu mereka baca Adonai 
(artinya Tuhan). Tapi dalam terjemahan, kata YHWH semua huruf selalu 
ditulis dengan huruf besar, tapi kalau Adonai, diterjemahkan dengan 
Tuhan, yaitu hanya hurup awal yang huruf besar.

Ayat dua pemazmur mengajak umat bersyukur pada Allah, yaitu yang Illahi, 
Khalik Langit dan Bumi. Dia adalah pencipta, Dia tdk sama dengan 
Malaikat ataupun manusia. Dia adalah Allah.

Ayat tiga, pemazmur mengajak umat untuk bersyukur kepada Adonai (Tuhan, 
tuan, raja, penguasa dari segala penguasa yang ada)

Jadi ajakan bersyukur itu ditujukan kepada YAHWE (nama pribadi) yang 
adalah Allah dari semua yang diperallahkan manusia dan Tuhan atau 
Penguasa dari segala yang berkuasa.

Belajar B.Arab (etimologi) dimana Pak?

Salam
Roslina

Sebelum Islam, masyarakat sekitar Kabah menyembah ratusan Illah dengan 
nama-namanya, di Kabah tersebut, tetapi illah tertinggi dinamai Allah.

H. Nadri Saaduddin wrote:
>
> Kalau Tuhan itu ada pasti Dia memperkenalkan diriNya . Dan kalau Tuhan itu
> tidak ada , bagaimana mungkin Dia memperkenalkan dirinya. Tuhan
> memperkenalkan dirinya lewat namaNya sebagaimana juga manusia 
> memperkenalkan
> dirinya lewat namanya.
>
> Adalah Haji Nadri Saaduddin yang membuktikan dirinya dengan memperkenalkan
> nama dirinya dengan Nadri. Nadri adalah nama diri dan hanya satu saja nama
> diri atau proper name. Proper name manusia yang juga punya nama Uwan Oji
> adalah Nadri. Uwan Oji sendiri bukanlah nama diri dan juga bukan proper
> name. Uwan Oji hanya memeliki satu nama diri yakni Nadri. Dari nama 
> dirilah
> kita bisa mengenal selanjutnya siapa sebeanrnya Uwan Oji dan bernama Nadri
> itu.
>
> Tuhan hanya bisa dikenali dengan nama dirinNya yanjgy kita kenal dengan
> Allah itu...Tuhan memperkenalkan dirinya dengan menyebut dirinya 
> dengan nama
> Allah sebagaimana saya juga memperkenalkan dirinya saya dengan Nadri.
>
> Bukti adanya saya adalah saya memperkenalkan dirin saya dengan 
> menyebut nama
> saya sendiri NADRI. Adanya nama Nadri sebagai bukti kebveradaan dan
> eksistensi diri saya ini.
>
> Dengan demikian eksistensi Tuhan telah dibuktikanNya dengan memperkenalkan
> diriNya dengan menyebut namaNya Allah. Nama Allah adalah sebagai bukti
> adaNya Tuhan itu.
>
> WassalamH. Nadri Saaduddin
> Jalan Imam Bonjol 12 A
> Balaikandi Koto Nan Ompek
> Telp. +62-0752-92367
> Mobile:081363259195
> Payakumbuh 26225
> Sumatera Barat
>
> __________________________________________________
>
> __________________________________________________
> Apakah Anda Yahoo!?
> Lelah menerima spam? Surat Yahoo! memiliki perlindungan terbaik 
> terhadap spam
> http://id.mail.yahoo.com <http://id.mail.yahoo.com>
>
> 


         

 
---------------------------------
Any questions?  Get answers on any topic at Yahoo! Answers. Try it now.

Kirim email ke