Organisasi yang mampu menghasilkan pahlawan (bagian 4)
Oleh; wishnu iriyanto
Prinsip acuan;
Seorang pemimpin berkapasitas pahlawan umumnya memiliki kecenderungan untuk
mampu menghasilkan pahlawan berikutnya, bahkan yang jauh lebih hebat lagi
-wishnu Iriyanto
Prinsip pendamping 1;
Sesama pahlawan umumnya bisa saling mengenali (wishnu Iriyanto)
Prinsip pendamping 2;
Tidak ada singa yang mau berburu bersama sama dengan sekawanan serigala.
Prinsip pendamping 3;
Lebih baik berikan saya 5 orang dengan kapasitas pahlawan untuk menghadapi
segerombolan musuh, dibandingkan dengan 100 prajurit biasa.
Karena bukan jumlah-lah yang menentukan kemenangan (pepatah militer china
kuno)
Saya percaya tidak pernah ada orang orang luarbiasa yang tercipta secara
kebetulan.
Mereka pasti dibangun oleh setidaknya satu faktor luarbiasa atau lebih.
Secara alami, setiap orang orang luarbiasa pasti memiliki standard nilai,
disiplin, pemikiran, cara bergerak, cara memandang sesuatu, kemampuan untuk
memikul beban berat, daya tahan, pengharapan yang berbeda dengan kebanyakan
orang biasa.
Dalam sifatnya yang paling mendasar, setiap orang orang luarbiasa tidak
pernah bisa nyaman untuk bekerja bersama dengan orang orang berada jauh
dibawah standard dasar yang mereka miliki dan terutama mereka yang sama sekali
tidak memiliki kemampuan dan kemauan untuk menyesuaikan diri dalam jangka waktu
tertentu.
Kalau kita melihat sejarah pembentukan orang orang luarbiasa, mereka
umumnya melalui proses yang panjang, menyakitkan dan tidak sebentar, dan
kesetiaan mereka untuk bersabar dalam proses itulah yang akhirnya membuat
mereka menjadi luarbiasa.
Dan tidak heran, sebagaimana mereka dulu diproses, maka cara cara yang
sama biasanya akan digunakan untuk memproses orang orang berikutnya.
Maafkan kalau saya mengambil contoh dari organisasi saya.
Adik saya yang terkecil adalah pekerja paling militant diantara kami
bertiga. Konsistensi, keuletan, ketekunan dan kemampuan berhematnya paling
terkenal diantara kami.
Sebagai orang yang paling bertanggung jawab dibagian penjualan di bidang jasa
keagenan sekolah luar negeri, penjualan pribadinya lebih baik bahkan dibanding
akumulasi dari 3 penjual terbaik kami. Saya dan adik saya (anak no 2), mengakui
kalau untuk banyak hal, daya juang nya lebih baik dari kami berdua.
Adik saya yang terakhir ini, dalam menciptakan pelapis-pelapis di
organisasi kami tergolong paling lambat, karena cara dia mendidiknya benar
benar telaten dan intensif, sehingga pada saat yang sama dia hanya mampu
mendidik 2 orang maksimal.
Walau dia tergolong lambat, tapi orang orang yang dihasilkannya berkualitas
lebih baik dari orang orang yang saya dan adik pertama saya ciptakan.
Kelebihan lainnya, walau dia tidak banyak bicara, tapi apabila kami sodori
orang baru untuk dilatih dibawahnya, dia bisa tahu dalam 3 hari, apakah orang
baru ini berpotensi jadi baik dimasa mendatang atau kita akan cuma sekedar
buang-buang waktu dalam proses melatihnya.
Caranya cuma sederhana, setiap orang baru akan disodori workload yang
luarbiasa banyak, nanti dari situ akan dilihat sikapnya dalam melaksanakan
tugasnya.
Walau pegawai baru ini tergolong orang pintar, tapi bila sikapnya menunjukkan
penolakan atas beban berat tersebut atau setidaknya memperlihatkan sikap hati
yang tidak benar terhadap beban berat, adik saya akan bisa langsung
memperkirakan kalau anak ini tidak akan cocok kerja bersamanya dan dalam jangka
panjang apabila misi kami ingin men-duplikasi cara kerja, keuletan dan
ketekunan yang adik saya miliki, dia sudah bisa tahu kalau itu tidak akan
pernah tercapai.
Saya dan adik pertama saya secara umum mengetahui bahwa teladan-lah yang
paling efektif dalam proses pembentukan generasi berikut, tapi bila
dibandingkan dengan adik terakhir saya ini, kami berdua kelihatannya masih
harus belajar lagi untuk mengerti esensi mendasar dan konsistensi dari prinsip
teladan tersebut.
Karena adik terakhir saya ini memang lebih militant dalam bekerja, maka
sudah bisa ditebak kalau orang orang yang bekerja dibawahnya umumnya lebih
menjerit dalam hal beban kerja, walau pada akhirnya kita bisa tahu kalau hasil
didikannya tidak pernah mengecewakan.
Dulu pernah saya tanya, apakah mungkin tekanan yang adik saya berikan bisa
dilonggarkan sedikit, tapi dia malah menguliahi saya dengan kata katanya yang
terkenal:
Dalam organisasi kecil, kemungkinan-kemungkinan untuk ditinggalkan oleh
pegawai bagus sangat besar dibanding organisasi besar. Saya mendidik orang
sampai demikian kuat agar mereka nantinya bisa menjual lebih baik dan akhirnya
bisa menghasilkan income lebih besar dari yang mereka mungkin dapatkan di
perusahaan besar (kami mengembangkan system gaji + komisi penjualan+ bonus).
Apabila tahap itu sudah tercapai, maka perusahaan besarpun bukan lagi
merupakan sesuatu yang harus ditakuti.
Sistem pelatihan yang lembek, tidak akan menguntungkan siapapun, karena
pelatihan yang lembek membuat pegawai pegawai jadi lembek dan membuat kemampuan
mereka menerobos dan menjualpun menjadi lembek. Pada akhirnya baik perusahaan
maupun si pegawai tidak akan dapat apa-apa, dan seiring dengan sifat dasar tiap
orang untuk memperoleh sesuatu yang lebih baik dari hari ke hari, maka
kehilangan pegawai pegawai bagus karena diambil pesaing-pun hanya tinggal
menunggu waktu.
Jadi tolong, jangan tanyakan pertanyaan bodoh itu lagi dimasa depan
.
Mendengar itu, saya dan adik saya no 2 serasa ditampar ulang dan cuma bisa
terdiam untuk mengamini kebenaran mendasar yang harus dimengerti oleh tiap tiap
perusahaan kecil.
----------------------------------------------------------------------------------------------------
Saya punya teman dekat semasa SMU yang sekarang bekerja sebagai seorang
sekretaris profesional.
Menurut saya, dia adalah sekretaris yang sangat cakap dibidangnya, melampaui
kebanyakan sekretaris pada umumnya. Sifat sifat seperti cekatan, efisien,
organize, terampil, inisiatif tinggi dan kemampuan untuk bekerja di dibawah
supervise yang sangat minimum, dimilikinya dengan penguasaan diatas rata rata
sekretaris professional lainnya.
Dia memang lulusan sekolah sekretaris yang ternama di Jakarta, tapi dia
menolak apabila saya menarik kesimpulan bahwa sekolahnya-nya lah yang membuat
dia sampai pada level demikian rupa, dia bilang sekolahnya yang bereputasi
tinggi di Jakarta memang memberikan satu keuntungan dalam hal start, tapi
pertumbuhannya dari seorang sekretaris pemula menjadi seorang sekretaris
professional dalam waktu luarbiasa singkat adalah murni karena tempaan pemimpin
pemimpin yang pernah dilayani nya plus karakter pribadinya yang memadai.
Teman saya ini sudah bekerja di bawah kepemimpinan langsung dari beberapa
pemimpin pemimpin perusahaan terbaik dengan kinerja pertumbuhan yang sangat
cepat di industrinya masing masing.
Dia menceritakan bahwa fase kerjanya dengan para pemimpin tersebut merupakan
kawah candradimuka bagi karir profesionalnya.
Sejauh dia flash back kebelakang, dia mengakui bahwa semakin keras tekanan
pekerjaan yang dia terima, semakin membuat dia bertumbuh lebih cepat.
Ada beberapa pemimpin perusahaan tersebut masuk dalam kategori sangat
kejam dalam hal tuntutan pekerjaan, malah cenderung kurang manusiawi,
misalnya; pekerjaan yang seharusnya dikerjakan oleh 2 orang sekretaris
professional, malah cuma dibebankan pada dirinya seorang. Tapi karena
karakternya yang baik, dia telan semua tekanan pekerjaan itu tanpa banyak
mengeluh.
Pada saat dia mampu meng-handle tanggung jawab itu dengan sangat memuaskan,
hasil akhirnya bisa ditebak, kapasitas pribadi-nya menyamai setidaknya 2 orang
sekretaris professional rata rata.
Pada saat saya tanya, apakah dia menyesal telah menghabiskan karir
profesionalnya dibawah kepemimpinan orang orang kejam tersebut, dia menjawab,
bahwa pengalamannnya bekerja dengan pemimpin pemimpin paling efisien, paling
menuntut dan paling kejam dalam hal standard kerja, justru merupakan pengalaman
paling berharga bagi karirnya.
Dia menambahkan, memang pada saat melewati masa masa sulit itu, dia kerap
kali menangis dan selalu tergoda untuk berpikir pindah bekerja ke perusahaan
lainnya yang sedikit lebih longgar dalam hal tekanan pekerjaan, tapi tekadnya
untuk tidak menyerah membuat dia secara perlahan mampu menyesuaikan diri dengan
irama kerja yang terus menerus dipercepat.
Seiring dengan waktu berjalan, dia mulai bisa ambil pandangan yang lebih
positif terhadap setiap tekanan yang diterimanya.
Dia memperhatikan bahwa tekanan tinggi yang diterima dari para pemimpin
berkapasitas hebat tersebut, sebetulnya mewakili tingkat tekanan yang juga sama
sama dialami oleh para pemimpin tersebut dalam mengelola organisasinya maupun
mengembangkan kapasitas pribadinya.
Makin dalam dia mengamati, bahwa melalui tekanan tinggi yang dia terima
dari pemimpin hebat tersebut, dia mendapati bahwa para pemimpin hebat itu tidak
sekedar ingin menyiksa pegawainya, menghemat uang atau sekedar memaksimalkan
nilai uang yang sudah mereka keluarkan dalam menggaji dirinya, akan tetapi
bertujuan utama untuk melatih dirinya sampai pada titik yang sejajar dalam
level kepahlawanan dengan pemimpin tersebut.
Terakhir kali, pada saat saya tanya apa alasan khusus yang membuatnya tidak
menyerah dan pindah ke perusahaan lain yang lebih longgar dalam hal tekanan
kerja, terutama di saat saat tersulit itu, dia menjawab, alasan terutama saya
tidak menyerah adalah karena anak-anaknya.
Dia bertekad untuk menjadikan anak-anak nya seorang yang sangat tangguh,
ulet dan berdaya juang tinggi dimasa depan. Untuk itu dia percaya bahwa semua
kesulitan yang pernah dia lewati dimasa lalu, sekarang dan masa depan, adalah
bahan bakar yang dia kumpulkan terus menerus untuk nantinya kelak, akan dia
pergunakan kembali untuk membakar semangat anak-anaknya agar mampu menjadi
pribadi-pribadi dengan semangat juang yang lebih menyala-nyala yang mampu
membakar semua kesulitan hidup mereka, jauh lebih baik dari yang dilakukannya
saat ini.
Every generation should live better than the last
Ada yang menabur banyak tapi selalu berkelimpahan.
Ada yang menghemat secara luarbiasa tapi selalu berkekurangan
Ingatlah anak anak yang kurang beruntung diluar sana
Wishnu Iriyanto
Managing Director
FUTURE education (agent sekolah ke luar negeri)
&
FUTURE English (kursus bergaransi TOEFL 580/ IELTS 6.5 dengan angka
keberhasilan 100%)
Kelapa gading; 021 4585 1123
Kuningan; 021 5200 883
Mega mall; 021 668 3847
Pasar baru; 021 351 8116
Semarang; 024 761 0900
Pekan baru; 0761 44109
Ps; saya berharap bisa berkenalan dengan rekan rekan di friendster.
Nama; Wishnu Iriyanto
Lokasi; Australia
---------------------------------
Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail beta.