Yang penting Kebaktian Natal bulan Desember tahun ini saya harapkan aman, kalau mau dijaga polisi cukup belasan atau puluhan saja. Bila Abidin mencintai Indonesia, mesti berupaya optimal agar umat Kristen di Indonesia bisa merayakan hari besarnya dengan aman. Sebab seperti sekarang ini Indonesia malu-maluin di luar negeri. Mengaku berfalsafah tinggi Pancasila tapi penduduknya gontok-gontokan melulu.
Bila Abidin sejak balita berdoa lima kali sehari = 1750 kali setahun x usia 75 tahun = ngga terhitung lagi banyaknya, ke arah Arab Saudi yang mendiskriminir Bijbel (dus meludahi Bijbel), lama-lama Abidin (dan 1 milyard muslim lainnya) logis saja ikut-ikutan menjadi diskriminatif terhadap Bijbel (dus meludahi Bijbel) alias tidak ada toleransi lagi terhadap manusia yang beragama Kristen. Bukan begitu Abidin? Karenanya saya harapkan (telah saya tulis tempo hari) Indonesia sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia memprotes Arab Saudi agar tidak mendiskriminir Bijbel. Bisa itu dicoba, Abidin, misalnya dengan membicarakan kemungkinannya dengan ulama atasan anda untuk nantinya diteruskan ke tingkat MUI misalnya? Sebuah diskusi agama yang bukan dogmatis namun menyentuh toleransi dan kerukunan hidup sesama umat beragama seperti ini, selalu menarik dan bermanfaat, dan seyogyanya dilakukan sepanjang tahun. Salam hangat, Danny Lim, Nederland --- In [email protected], "Abidin M.Asyek" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > B: Anda saya kira lebih pintar dari itu, dan saya kira anda cukup tau siapa > yg bermain di dalamnya. > Saya bukan orang Arab Saudi, saya orang Indonesia Asli, bapak saya Aceh dan > ibu saya Jawa. > Paman bapak saya (kakek) beristri China, dlm keluarga saya banyak suku > bangsa. Saya di besarkan di Medan, kota yg tidak mengenal suku bangsa, > Multi etnis dan multi budaya, serta agama > Suku apa pun di Medan lebih senang disebut sebagai orang Medan. > Mesti beberapa kali ada usaha mengadu domba antar agama dan antar etnis, > tapi selalu gagal. > Dan saya bangga dengan ke-Indonesia-an saya. > > Anda sebenarnya meludahi muslim bukan Arab Saudi, anda harus mengakui klo > anda cuma bermain kata2. > Dalam tulisan anda sudah jelaskan klo yg anda maksudkan Arab Saudi adalah > Islam? > > Saya pikir anda cukup berumur dan cukup bijak, saya sering baca tulisan > anda, > ternyata saya salah lagi. > > Saleum > Bidin > > Posted by: "Danny Lim" [EMAIL PROTECTED] > <[EMAIL PROTECTED] 20Amerika%20%21%21%21> > kincir_angin > <http://profiles.yahoo.com/kincir_angin> Wed Jan 17, 2007 4:37 pm (PST) Haaah > ....... di Indonesia ada kelompok pengacau lain selain > kelompok yang sering merusak gedung-gedung orang lain itu? Wah wah > wah ....... berabe nih keamanan di Indonesia kagak terjamin lagi. > Polri mesti buru-buru turun tangan mencekal kelompok-kelompok > pengacau itu. Nanti kalau sudah tercekal kita lihat warna jidatnya > hijau atau kuning atau putih atau merah atau warna lain? Akkoord > Abidin? Tapiiii .... dengar-dengar Polri kagak memikirkan itu ya, > belakangan ini lebih menyibukkan diri mau di bawah presiden langsung > atau di bawah Menteri Dalam Negeri? > > Haaaah lagi ........ Abidin orang Arab Saudi? Tampaknya Abidin > keturunan Arab Saudi ya, habisnya ogut bilang Arab Saudi achterlijk, > eh Abidin kontan merasa diludahi, haiyaaa .... he he he ......... :- > ). > > Anyway, diskusi semacam ini layak dilakukan sepanjang tahun, dengan > demikian mudah-mudahan Kebaktian Natal bulan Desember nanti kagak > perlu dijaga lagi oleh ribuan polisi, barisan pemuda dan metal > detector. Kitorang yang nonton TV/baca koran di Belanda tentang ini, > sudah beberapa tahun ini jadi merasa mengenas di hati, kok negara > kelahiranku maunya gontok-gontokan meluluuuu???? > > Salam hangat, Danny Lim, Nederland > >
