Jawa Barat                                   Rabu, 10 November 2004       
              Kisruh Pemberangkatan Jemaah Umrah Fajr Bandung     Bandung, 
Kompas - Sekitar 70 calon jemaah umrah yang menggunakan jasa Fajr Bandung 
Travel Biro, Selasa (9/11), menuntut kepastian pemberangkatan ke Tanah Suci 
yang dijadwalkan tanggal 10 November dan 11 November.
   
  Di antara calon jemaah telah datang ke kantor biro perjalanan di Jalan Riau, 
Bandung, sejak pukul 09.00. Namun, kepastian keberangkatan tidak juga diberikan 
oleh pihak biro perjalanan.
  Ketidakpastian ini membuat calon jemaah emosi. Sebab, beberapa calon jemaah 
telah datang dari berbagai kota dengan perlengkapan ibadah. Di antara mereka 
ada yang datang dari Surabaya, Tasikmalaya, Subang, dan Cirebon.
   
  Menurut Purnama Mulia (47), sejak dua tahun lalu ia sudah mendengar bahwa 
Fajr Bandung membuka program umrah murah. Ongkosnya hanya 700 dollar AS. 
Sementara di travel lain, ongkos umrah lebih dari 1.000 dollar AS.
   
  Purnama telah membayar lunas sejak Desember 2003, namun selalu diundur. Nasib 
serupa ternyata dialami hampir seluruh calon jemaah lainnya.
   
  Sekitar pukul 17.00 sore kemarin, para calon jemaah berdialog dengan pemilik 
biro perjalanan, Dedi Garna. Dalam dialog itu, Dedi menyatakan bahwa calon 
jemaah tidak bisa berangkat karena ada hambatan dari Arab Saudi. Namun, jika 
calon jemaah tetap ingin berangkat, ia mempersilakan.
  Pernyataan itu membuat jemaah emosi karena jawaban tersebut belum meyakinkan. 
Karena desakan para calon jemaah, akhirnya Dedi membuat pernyataan lebih tegas.
   
  "Perusahaan Fajr Bandung menyatakan perjalanan umrah bagi jemaah yang akan 
berangkat tanggal 10 dan 11 dinyatakan batal," katanya.
   
  Uang jemaah akan dikembalikan, Rabu (10/11). "Namun, karena visa telah 
diurus, jika ada yang ingin berangkat silakan," ujar Dedi sambil menambahkan 
tiket ke Mekkah bulan ini 850 dollar AS. (Y09)
  
  =======================================
   
  Masya Allah, ana tetap tak yakin bahwa Abu Dedi Garna adalah seorang penipu...
  mungkin artikel yang pernah dimuat  KOMPAS ini berita fiktif belaka..
   
   

                
---------------------------------
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!

Kirim email ke