Pernahkan kangbecak mendengar si anu kemarin sehat2 besoknya meninggal ? ( di 
tanah air tentunya) atau kok gara2 jatuh saja si anu langsung meninggal? atau 
pernah kah kangbecak lihat seorang yg kena influenza duduk berhimpitan dengan 
org2 yg tidak sakit lalu esok nya semua org sakit sampe ke hewan2 piaraan nya?
  Kesehatan manusia dan hewan di tanah air adalah teka teki kangbecak, saya 
pernah melihat seorang anak kampung matanya merah dadu, belek kan, basah 
disertai gatal2 dan nyeri, diagnose saya sangat jelas sianak terkena infeksi, 
saya mencoba membersihkan nya dan memberinya obat tetes antibiotik, saya sudah 
terangkan pada saudara2nya utk tidak menyentuh mata si anak yg kena infeksi 
ini, omongan saya dianggap angin berlalu..anak ini masih bermain diantara 
teman2 nya dan tentu saja dlm 2 hari semua anak2 tertular.... 
  infeksi di tanah air masih dianggap tidak berbahaya, saya menghabiskan waktu 
ber bulan2 di kampus hanya utk mendalami hal ini, infeksi bukan hal yg biasa, 
infeksi apapun, bakterium tumbuh di mana2 di tanah air karena kondisi hidup 
kita yg masih dibawah standard kesehatan.
   
  stay healthy
  salam' O
  

Kang becak <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Huehehehehe,

Omie ini,
Kalau menjelaskan masalah penyakit,
Sangat detail.

Di Jepang sudah terjangkit flu burung,
Meski baru dalam skala kecil.


ati gustiati <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Avian flu atau flu burung terjadi di mana2 Beby, di negara miskin lebih parah 
karena pengelolaan/penanganan peternak maupun pemilik unggas pribadi yg kurang 
faham tentang proses bagaimana flu yg diakibatkan viruses ini menjangkiti 
unggas (ayam, burung) virus ini hampir sejenis dengan flu babi, flu anjing, flu 
kelinci, bahkan flu manusia.
Canada, Jepang dan negara2 maju lain nya tak terkecuali bisa di selundupi 
infection yg berasal dari particular subtype of influenza virus ini, AS dan 
Canada telah meng invest billions of dollars utk researching pandemic / flu 
bird ini, Indonesia dan negara2 ketiga lain nya masih menggantungkan pengarahan 
serta penyuplaian pengobatan virus ini dari negara2 luar, itu sebabnya mereka 
tak ada jalan lain selain langsung menyikat habis semua unggas dan membunuhnya 
karena itu satu2nya utk mencegah penularan virus yg begitu cepat bergerak ini.
Di kota saya sendiri sedang ada outbreaks (flu season), pasien bertambah setiap 
hari dari yg mild to severe dan terpaksa disimpan dalam ruang karantina, yg 
saya lihat di tanah air kita virus influenza tidak dinilai atau dianggap 
berbahaya, karena saya pernah menyaksikan suatu hari saya lihat abang tertua 
saya demam tinggi, saya periksa vital sign nya, tekanan darah nya tinggi 
sekali, menggigil dan batuk2 kering, terakhir muntah2 dan diarrhea ( mencret2 
), walau saya bukan docter tetapi saya yakin abang saya terserang virus 
influenza, virus ini sangat mudah menular lewat lendir atau batuk/ bersin, 
virus yg tinggal diudara menjadi airbone yg mudah dihisap tanpa sengaja oleh 
orang2 yg dekat, akhirnya tidak heran bila seisi rumah mengalami sakit yg sama 
hanya dalam tempo bbrp jam saja.
Mengapa kematian begitu mudah di tanah air atau dinegara2 kecil lain nya? 
karena begitu lemahnya general knowledge mereka, kita bisa mencegah / penularan 
penyakit bila kita dididik basic kesehatan.

Kesehatan adalah harta yg tak ternilai

salam' O

LD-Beby <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Aduh, sungguh menyayat hati baca puisi tentang ayam ini.
Aku jadi berpikir seolah-olah virus plu burung enggan menempati
negeri-negeri adikuasa.

Mengapa harus di negeri-negeri hijau apalagi negeri miskin?
Kenapa tidak di USA misalnya?
Oh, katanya plu burung itu bukannya tidak ada di USA atau negara maju
lainnya, hanya saja negara-negara maju memiliki cara ampuh untuk
mengantisipasi plu burung.

Tentu saja dengan biaya yang relatif mahal.
Yah, relatif mahal.
Mereka mampu,
bukan seperti kita.
Kita hanya mampu mengimpor dari luar,
namun bukan mampu mengantisipasi.
Atau mungkin biaya impor lebih murah ketimbang biaya utk
mengantisipasi virus.

Salam,
LD-B.

--- In [EMAIL PROTECTED], indah survyana
wrote:
>
> Pagi menjelang, malam pulang, 
> Tak ada kokok ayam
> Ayam musnah dari peredaran
> Di basmi menteri kesehatan
> 
> Anak-anak bertanya heran 
> "apa itu ayam ?"
> ayam sumber kematian
> kata menteri kesahatan
> 
> Anak-anak kembali bertanya heran 
> "apa ini ayam" 
> "ini ayam yang boleh dimakan,
> hanya dari impor luar,
> hanya ini yang aman "
> kata meneri kesehatan
> 
> Ayam jadi mahal
> Harga telah di tentukan
> Oleh dia pengusaha luar
> Setelah semua ayam lokal dimusnahkan
> 
> Orang miskin dilarang pelihara ayam
> Orang miskin dilarang makan ayam
> Orang miskin jadi ayan, 
> Tak bisa bayar kebutuhan-kebutuhan
> Setelah ayam harus hilang dari peredaran
> 
> Dan flu burung tetap tak bisa di musnahkan
> 
> Ini tentang konspirasi dibalik fenomena ayam
> Dari negeri suram, penuh kepentingan pengusaha luar
> 
> Depok, 17 Januari 2007
> (setelah berdiskusi dengan 2 dokter hewan dari departemen
pertanian di kedutaan India)
> - indah-
> http://indah_fib_ui.blogs.friendster.com/my_blog/
> 
> 
> ---------------------------------
> Expecting? Get great news right away with email Auto-Check.
> Try the Yahoo! Mail Beta.
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>

_________________________
SASTRA-PEMBEBASAN, wacana sukasamasuka sastrakitakita 
Yahoo! Groups Links

---------------------------------
Now that's room service! Choose from over 150,000 hotels 
in 45,000 destinations on Yahoo! Travel to find your fit.

[Non-text portions of this message have been removed]

---------------------------------
Want to start your own business? Learn how on Yahoo! Small Business.

[Non-text portions of this message have been removed]



         

 
---------------------------------
Sucker-punch spam with award-winning protection.
 Try the free Yahoo! Mail Beta.

Kirim email ke