Saya pernah menulis bahwa falsafah Belanda kini bukan lagi
membendung air, tapi menyilahkan air masuk ke dalam negeri lalu
penduduknya hidup mengambang di atas air. Perkebunan mengambang
sudah sukses dicoba, betonnya dikombinasikan dengan gabus. Betonnya
membuat bangunan perkebunan kokoh, gabusnya membuat perkebunan
kacanya dapat mengambang. Kehidupan flora dan fauna di bawah
perkebunan kaca telah diteliti, solusinya di bawah perkebunan kaca
dipasang pipa yang menyalurkan gas asam agar flora dan faunanya
tidak mati.

Airport mengambang juga sudah bisa dibangun oleh sarjana-sarjana
teknik TU Delft. Villa dan perumahan mengambang sudah sukses
dicobakan di mana-mana. Jangan khawatir, bangsa Belanda tidak pernah
melawan air, bangsa Belanda menjadikan air sebagai temannya. Putra
Mahkota Belanda pangeran Willem-Alexander baru saja diangkat sebagai
utusan khusus Sekjen PBB bidang Water Management. Menurut sang
pangeran, air "hanya" menimbulkan tiga problem, yaitu "terlalu
banyak, terlalu sedikit dan terlalu kotor". Namun apakah badai juga
ditimbulkan oleh mananjaknya temperatur dunia, sedang dipelajari
oleh ahli-ahli Belanda. Yang pasti, AS hanya mempercayakan ahli-ahli
Belanda untuk membenahi kerusakan akibat orkan Katrina. Badai yang
melanda Eropa barusan ini "hanya" berkekuatan 10 skala Beaufort,
sedangkan badai (tepatnya orkan) Katrina ketika itu berkekuatan 13
skala Beaufort. Saat ini negara penghasil CO2 terbesar di dunia
adalah AS (industri mobil) dan Indonesia (pembakaran hutan).

Salam hangat, Danny Lim, Nederland

--- In [email protected], kuncaraning sari <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
>
> Itu contoh bagaimana negara-negara maju dibawah
> tekanan alam tidak mampu berkutik. kereta api
> dimana-mana tidak dapat berjalan dan pesawatpun harus
> tetap didarat.
>
> Siap-siap bagi yang tinggal didekat pantai, terutama
> yang berada didekat laut Atlantik. Dimasa mendatang,
> badai semacam ini akan mirip seperti Hurricane yang
> melanda Amerika , sekarang kebalikannya. Di Jerman
> pada waktu badai Kyril melanda eropa, timbul beberapa
> "tornado" yang meratakan hutan dan rumah.
>
> Tanggul di Belanda apa dirancang untuk menahan badai
> kyril atau badai2 yang lebih kuat dari kyril?
>
> Tampaknya Global Warming lebih cepat dari yang
> diperkirakan. Akan banyak kota yang akan tenggelam...,
> Hal ini sudah terjadi di Jerman, kejadian badai
> dasyat minggu kemarin menghilangkan pantai Sylt.
>
> Belum lagi memanasnya hubungan Amerika dan sekutunya
> melawan Iran. Diperkirakan Amerika akan menyerang Iran
>  pada bulan April tahun ini. Jika terjadi perang
> Nuklir maka " Gute Nacht Eropa". Wach kalo sampai
> terjadi seh.. pulang kampung aaaah... aku masih  Warga
> Negara Indonesia lho! :-)
>
>
> Salam,
>
>
> Sari

Kirim email ke