Air Di Planet Mars Foto ini menunjukkan endapan dengan panjang
beberapa ratus meter pada lokasi kawah dimana parit itu mengalir menuju wilayah
Centauri Montes (NASA/JPL/Malin Space Science Systems/Getty Images)
(Erabaru.or.id) - Gambar yang dipublikasikan NASA menunjukkan adanya
parit-parit di bawah kawah kecil yang terletak pada tepi kawah yang lebih
besar. Gambar ini diambil oleh pesawat luar angkasa milik NASA, Mars Global
Surveyor. Pihak NASA menyatakan bahwa gambar tersebut mendukung hipotesa bahwa
cairan yang membentuk parit berasal dari bawah tanah, apakah sebagai air bawah
tanah atau pencairan lapisan permukaan es.
Gambar yang diambil oleh pesawat luar angkasa milik NASA, Mars Global
Surveyor menunjukkan adanya air yang cair (tidak membeku) pada permukaan Mars,
sebuah penemuan menarik yang barangkali dapat menjelaskan apakah ada kehidupan
di Planet Merah ini.
Pesawat luar angkasa Amerika Serikat yang terus mengorbit memungkinkan para
ilmuwan untuk mendeteksi perubahan-perubahan pada dinding kedua kawah di
belahan Mars bagian selatan yang nampaknya disebabkan oleh aliran air yang
turun dari bukit yang terjadi selama beberapa tahun terakhir, demikian tim
riset mengumumkan pada hari Rabu (6 Desember 2006).
Sebelumnya, para ilmuwan menduga terjadinya pergolakan di Mars dalam bentuk
es di kutub dan uap air, serta menunjukkan ciri-ciri alam yang muncul adalah
hasil pahatan air selama berabad-abad lalu.
Kenneth Edgett dari Malin Space Science Systems yang berbasis di San Diego,
seorang ilmuwan yang terlibat dalam riset tersebut, mengatakan adanya pencarian
bukti 'senapan berasap' yang memungkinkan keberadaan air cair di Mars
akhir-akhir ini. "Secara mendasar, ini adalah 'senapan pemancar' air di Mars,"
Edgett menjelaskan lebih lanjut.
Hasil riset para ilmuwan yang dipublikasikan pada jurnal Science,
membandingkan gambar–gambar permukaan Mars yang diambil berselang tujuh tahun,
yang juga mendeteksi keberadaan 20 kawah yang baru terbentuk sebagai akibat
dari tumbukan benda angkasa.
Mereka mengatakan bahwa tampaknya air telah mengaliri kedua parit selama
beberapa tahun terakhir, meskipun air cair tidak dapat bertahan lama pada
planet bertemperatur dingin dengan permukaan yang nyaris tanpa udara, karena
segera akan membeku atau menguap.
Hal ini memperkuat dugaan bahwa di beberapa tempat, air bawah tanah
kemungkinan mengalir cukup dekat dengan permukaan, sehingga kemudian dapat
merembes keluar secara berkala.
Gambar-gambar ini tidak secara langsung memperlihatkan air, namun secara
jelas menunjukkan endapan dalam jumlah besar yang mengalir beberapa ratus
meter, sepertinya ditinggalkan oleh materi yang terbawa aliran air di dalam
kawah, kadangkala mengalir berkelok-kelok melintasi rintangan serta
meninggalkan tanda-tanda berbentuk jari yang terpecah dari arus utama.
Setara 'Kolam Renang'
"Air ini mungkin mengandung asam bisa juga air asin, atau air yang membawa
segala jenis sedimen, mungkin juga air cair, tetapi yang jelas melibatkan H2O,"
kata Edgett.
Edgett mengatakan bahwa setiap aliran yang terlihat disebabkan oleh sejumlah
besar air yang volumenya setara dengan 5 hingga 10 kolam renang.
Michael Mayer, pemimpin tim ilmuwan NASA dalam program penyelidikan Mars,
mengatakan penelitian tersebut hingga hari ini memberikan bukti yang terkuat
bahwa air terkadang masih mengalir pada permukaan Mars. "Pertanyaan besar yang
muncul adalah: bagaimana hal tersebut bisa terjadi, dan apakah ini menunjukkan
sebuah habitat kehidupan?" kata Mayer.
Beberapa ilmuwan menduga Mars dulunya adalah tempat berlindung organisme
primitif sejenis bakteria. Misi-misi NASA sebelumnya telah menemukan bukti
bahwa Mars pada suatu masa pernah memiliki kandungan air yang berlimpah-limpah.
Para ilmuwan mengakui bahwa gambar-gambar tersebut hanyalah merupakan bukti
tidak langsung. Mereka menjelaskan adanya kemungkinan alternatif lain, bahwa
gejala yang terlihat disebabkan oleh pergerakan debu kering yang turun dari
lereng.
Para peneliti mengatakan penemuan mereka menimbulkan banyak pertanyaan,
termasuk sumber air yang melimpah, serta apakah air ini dapat dijadikan sumber
daya alam bagi misi penyelidikan Mars dimasa depan.
Para ilmuwan telah melaporkan penemuan parit-parit tersebut pada tahun 2000,
tetapi ini adalah yang pertama kalinya mereka mengungkapkan adanya materi
endapan yang sepertinya terbawa oleh air yang mengalir.
(Sumber: Theepochtimes. com)
---------------------------------
Lelah menerima spam? Surat Yahoo! mempunyai perlindungan terbaik terhadap spam.
http://id.mail.yahoo.com/