GODAM SINISIN SI MUNANDAR, nah..eluh sakkarang melencong..................
enggak maok menjawab omong besarmu?? walaopun tetep hajah,gedeh kepalenyah? maok nyaingin CNN LAGIH??? hehehe..dasar katak dalem tempurung ituh, memang bangkong kecil yang suwaranyah gedeh? adanyah di pinggir kalih, deket bokeran bukan? ah..Ries..jingkalao memblow up tunglisan ituh, kudu nyaho cara nangkisnyah atuh.. kumaha atuh iyeu teh..Senior nan jongkok? --- In [email protected], Satrio Arismunandar <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Terimakasih, Pak Deddy. > Meski pun cuma sebagai buruh di Trans TV, saya sadar betul. Makin tinggi pohon, akan makin tinggi angin meniup dan menggoyang. Itulah yang dialami Trans TV sekarang. Trans TV tentu tidak selalu benar. Kita belajar dari banyak kekeliruan, sampai bisa menjadi seperti sekarang, dalam waktu amat singkat (5 tahun). Yaitu, status TV nomor satu di penonton SES AB, dan TV nomor 2 di penonton all SES, dengan penerimaan sales bersih (bukan Adex) menembus angka Rp 1 trilyun tahun 2006 (hanya tersaingi oleh dua stasiun TV lama: SCTV dan RCTI). > > Trans TV kini tumbuh pesat, dan dalam proses tumbuh yang pesat itu bukan tak mungkin banyak hal yang tersilap dari mata orang Trans TV sendiri... Maklum, kita terlalu sibuk kerja keras, kerja keras, dan kerja keras lagi... "kesenangan dan kebanggaan sesaat" karena hasrat yang besar dari animo banyak orang untuk kerja di Trans TV dan Trans-7, itu kami sadar tidak akan bertahan lama, karena detik ini kami pun sudah harus berjuang lagi. Tidak ada jaminan bahwa posisi kami akan bertahan do tahun 2007, karena para kompetitor pasti juga akan berjuang keras. > > Tapi, dalam skala global (kami tidak cuma melihat dalam konteks nasional, apalagi lokal!), fenomena Trans TV hanyalah riak kecil dibandingkan gelombang besar maha dahsyat di Cina, India, dan negara- negara lain yang sedang bangkit. Sudah diramalkan, tahun 2025, Cina dan India akan jadi raksasa ekonomi menggeser Amerika, Uni Eropa, Jepang, dll. Lalu di manakah Indonesia waktu itu? Juga dimanakah Trans TV dan Trans Corpora waktu itu? > > Saya bermimpi, saat itu Trans TV sudah harus bersaing dengan BBC, CNN, Al-Jazeera... Kerja keras, keringat, air mata dan darah... Itu adalah bagian dari kehidupan sehari-hari di bisnis TV. Kami di Trans TV sadar betul akan hal itu. Kedengarannya kejam, tapi itulah realita..... > > Saya baca beberapa komentar rekan-rekan di milis yang mengritik ini dan itu tentang cara rekrutmen Trans TV. Saya mem-forward semua kritik dan saran itu ke milis internal agar dibaca oleh orang/pimpinan Trans TV, sebagai bagian dari proses belajar dan memperbaiki diri. Tanpa itu, Trans TV akan mati. Perbaiki diri terus- menerus, belajar dan belajar lagi... Jangan pernah merasa puas! Jangan terus keasyikan dalam comfort zone! > > Karena bukan Humas, saya tak bisa menanggapi dengan mewakili lembaga Trans TV. Tapi sebagai orang dalam, saya tahu betul, corporate value dan organization value yang dikembangkan di Trans Corpora memang sangat jauh bervisi ke depan, sehingga bahkan bagi kami yang di dalam Trans Corp sendiri merasa "terkaget-kaget," dan harus terus berjuang untuk tidak ketinggalan perkembangan, dan mengejar visi tersebut.... > > > ----- Original Message ---- > From: Deddy Mansyur <[EMAIL PROTECTED]> > To: [email protected] > Sent: Sunday, January 21, 2007 10:09:01 PM > Subject: Re: [mediacare] Re: Cetak rekor MURI, Trans 7 mau cari karyawan atau cari publikasi?
