"SUNGGUH TAK MANUSIAWI"
   
  ....bnr jg sih apa yg mas bilang!!
  dan manusia-manusia pelamar yg dijadikan kedok penghargaan-pun juga bkn smp 
disitu aja ke-susahan nya...
  krn ada lg satu catatan rekor utk..."KELUAR PINTU TERLAMA"...
  itu saya saksikan di pintu keluar yg lsgng ke jl. jend. sudirman (yg ada 
patung panahan)...
  dari bbrp gate (2 atau 3)...yang terbuka cm satu...itu-pun sbnr nya bkn 
terbuka..cm krn rantai-nya aja agak renggang, dng sdkt didorong ckp lah utk 
lewat satu badan manusia..
   
  blm lg toilet yg susah dan jauh....
   
  di situ keliatan..."transcorp" dlm menyelenggarakan event sgt sembrono...dan 
sgt tidak sesuai dng standard event...dalam hal "Crowd Management"...
  gak teratur dan gak ada kerjasama dng pihak Gelora Bung Karno..
   
   
MOD:
Mas/Mbak Ode Bule, Aris Solikhah itu kaum perempuan, bukan lelaki, jadi 
pantesnya dipanggil Mbak. Kalau di kalangan terdekatnya sih biasa disapa Ukthi 
Aris. Yo tho Mbak Aris, eh Ukthi Aris? :))))))
  

aris solikhah <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Mas Rio,
Saya tak ingin menyalahkan Anda soal MURI tersebut.
Mas hanyalah(maaf) bawahan. Dan nasib bawahan kadang
dalam dilematis. Tetapi apa yang dilakukan Trans Corp.
sungguh perbuatan tak manusiawi. Sepengetahuan saya,
untuk mendapatkan selembar sertifikat MURI,
penyelenggara diharuskan minimal 'membayar' MURI Rp 7
juta. Sebuah penilaian yang juga sarat dengan nuansa
dibeli bukan penghargaan sejati.

Kedepannya, saya berharap Trans Corp lebih peka
menggelar acara dan menimbang efek psikologis bagi
sesama manusia. Bukannya promosi dan meningkatkan
brand image, saya kira apa yang ditempuh Trans Corp
malah sebaliknya.

Saya membayangkan apa yang dilakukan Trans Corp mirip
pemecahan rekor Muri dari antrian warga yang sedang
membeli minyak tanah yang langka di beberapa wilayah
Indonesia atau pemecahan rekor volume lumpur Sidoarjo
yang tak kunjung henti. 

salam prihatin,
AS

Dan cinta (mahabbah) yang kita maksud adalah keinginan untuk memberi dan tidak 
memiliki pamrih untuk memperoleh imbalan. Cinta bukan komoditas, tetapi sebuah 
kepedulian yang sangat kuat terhadap moral dan kemanusiaan (Toto Tasmara)
pustaka tani
nuraulia



         

Kirim email ke