Kineforum Dewan Kesenian Jakarta (d/h Artcinema) mengundang Anda pada program 
film

 
Komedi Indonesia / Indonesian Comedy
Comedies by Nya’ Abbas Akup
Kineforum Taman Ismail Marzuki, 25 – 31 Januari 2007
 
Nyak Abbas Akup (1932-1991), seorang sutradara yang konsisten membuat film 
komedi bermuatan sindiran sosial sejak tahun 1950-an. Humor dalam karyanya 
seringkali muncul dari karakter laki-laki dan perempuan yang punya kepribadian 
terbelah, di rumah bisa lemah, sementara di luar galak. Dalam filmnya, cinta 
dan seks juga hampir selalu jadi sumber konflik yang konyol. Penyutradaraannya 
mengukuhkan banyak aktor sebagai aktor komedi yang sangat penting dalam film 
Indonesia. Ia memperoleh Piala Citra melalui film Ambisi (1973), Cintaku di 
Rumah Susun (1987) dan Boneka dari Indiana (1990).
 
Nyak Abbas Akup (1932-1991), consistently directed political comedy films since 
the 1950s. The humor in his works often come out of confused gender identities, 
between the personal and the public realms. In his films, love and sex are 
always the source of ridiculous conflicts. His direction marked the birth of 
many important Indonesian comedy actors. He was awarded with Citra Awards from 
the Indonesian Film Festival for Ambisi (1973), Cintaku di Rumah Susun (1987), 
Boneka dari Indiana (1990).   
 
 
Sinopsis Film / Film Synopsis

Tiga Buronan (1957), 111 menit. Dibintangi Bing Slamet, Bambang Irawan, Citra 
Dewi, Udjang, Menzano. (Bahasa Indonesia dengan subtitel Bahasa Inggris) 

Sekelompok bandit yang diketuai Mat Codet (Bing Slamet) mencoba menguasai 
sebuah desa. Usaha ini tidak berhasil karena dihalangi Maman (Bambang Irawan), 
pemuda desa yang baru kembali dari merantau. Mat Codet dan Maman bertikai bukan 
cuma perkara keamanan kampung, tapi juga bersaing mendapatkan cinta seorang 
perempuan. 
 
Three Outlaws (1957), 111 minutes. Starring Bing Slamet, Bambang Irawan, Citra 
Dewi, Udjang, Menzano. (Indonesia with English subtitle) 

A group of outlaws led by Mat Codet (Bing Slamet) is trying to rule a village. 
Maman (Bambang Irawan), a man who just returned to the village, tries to stop 
them. Mat Codet and Maman not only fight for control over the village, but also 
to win a woman’s love.   

 
Matt Dower (1969), 108 menit. Dibintangi S. Bagio, Rahayu Effendi, Mansjur 
Sjah, Hassan Sanusi, Maya Sopha. (Bahasa Indonesia tanpa subtitel)
 
Matt Dower (S. Bagio) yang dianggap kurang waras oleh penduduk setempat karena 
merasa kemelaratan desanya akibat pemerasan Nukulom. Dalam perjalanannya 
mencari Nukulom Matt dower sampai ke sarang Matt Geledek (S. Bagio). Ia 
disambut gembira, istri Matt geledek (Rahayu Effendi) bahkan merayunya.
 
Matt Dower (1969), 108 minutes. Starring S. Bagio, Rahayu Effendi, Mansjur 
Sjah, Hassan Sanusi, Maya Sopha. (Indonesian without subtitles)
 
Matt Dower (S. Bagio) is consedered a lunatic by people in his village because 
he thinks that the village became poor because of extortion by Nukulom. In his 
quest to find Nukulom, Matt Dower meets Matt Geledek (S. Bagio). He was very 
much welcomed, especially by Matt Geledek’s wife (Rahayu Effendi). 


Cintaku di Rumah Susun (1987), 101 menit. Dibintangi Eva Arnaz, Deddy Mizwar, 
Rima Melati, Asmuni, Doyok, Tuti Indra Malaon, Jajang C. Noer. (Bahasa 
Indonesia dengan subtitel Bahasa Inggris)
 
Sebuah sketsa karikatural tetang kehidupan di rumah susun sederhana yang 
kehidupan penghuninya beraneka ragam. Dalam lingkungan ini terjadi persahabatan 
dan pertikaian antar penghuni yang penuh rahasia dan intrik.
 
Love at the Apartment (1987), 101 minutes. Starring Eva Arnaz, Deddy Mizwar, 
Rima Melati, Asmuni, Doyok, Tuti Indra Malaon, Jajang C. Noer. (Indonesian with 
English subtitle)
 
A caricature on lower-middle class apartment life with its comic residents. 
Friendships and fights coexist in the neighborhood, each with its own secrets 
and intrigues. 

 
Boneka Dari Indiana (1990), 94 menit. Dibintangi Meriam Bellina, Didi Petet, 
Lydia Kandou, Ida Kusuma, Eeng Saptahadi. (Bahasa Indonesia tanpa subtitel)
 
Cerita tentang Egy (Didi Petet) seorang suami yang berada di bawah kekuasaan 
istrinya (Lydia Kandou). Setelah perkenalannya dengan Eya (Meriam Bellina), Egy 
mengalami perubahan besar yang mengancam rumah tangganya. 

 
Doll from Indiana (1990), 94 minutes. Starring Meriam Bellina, Didi Petet, 
Lydia Kandou, Ida Kusuma, Eeng Saptahadi. (Indonesian without subtitles)
 
Egy (Didi Petet) is a husband under strict control of his wife (Lydia Kandou). 
After he meets Eya (Meriam Bellina), Egy experiences a big change in his life 
that threatens his marriage. 

 

Jadual pemutaran / Screening schedule:

Kamis, 25 Januari 2007
14.15 Tiga Buronan
17.30 Cintaku di Rumah Susun
20.30 Matt Dower

Jumat, 26 Januari 2007
14.15 Boneka dari Indiana
17.30 Matt Dower
20.30 Tiga Buronan

 
Sabtu, 27 Januari 2007
14.15 Cintaku di Rumah Susun
17.30 Tiga Buronan
20.30 Matt Dower

 
Minggu, 28 Januari 2007
14.15 Matt Dower
17.30 Cintaku di Rumah Susun
20.30 Boneka dari Indiana

 
Senin, 29 Januari 2007
14.15 Tiga Buronan
17.30 Matt Dower
20.30 Cintaku di Rumah Susun

 
Selasa, 30 Januari 2007
14.15 Cintaku di Rumah Susun
17.30 Tiga Buronan
20.30 Boneka dari Indiana

 
Rabu, 31 Januari 2007
14.15 Boneka dari Indiana
17.30 Matt Dower
20.30 Tiga Buronan


 
Kineforum adalah ruang pemutaran film pertama di Jakarta yang menawarkan 
berbagai program mulai dari film-film Indonesia klasik sampai karya para 
pembuat film kontemporer. Di ruang ini kita juga akan menyaksikan film-film 
karya pembuat film dunia, baik film panjang, maupun film pendek – yang berasal 
dari arus utama, sampai yang eksperimental. Semua film akan diputar di layar 
lebar, dengan dukungan tata suara yang sesuai. Ruang pemutaran ini bersifat non 
profit. Selain pemutaran film, di ruang ini juga akan berlangsung diskusi, juga 
pertemuan dengan pembuat film. Penonton Kineforum diharapkan memberi sumbangan 
dana untuk mendukung kegiatan di ruang ini.
 
Kineforum is the first film screening space in Jakarta that offers a variety of 
program including 
Indonesian classics as well as works from contemporary film makers. We will 
also offer works by world film makers, feature length as well as short films – 
the mainstream ones as well as the experimentals. Every film will be screened 
in cinema widescreen format, with appropriate sound equipments. This film 
screening space is non profit. Discussions and meetings with film makers will 
also be a feature of this space. Kineforum audience is invited to make 
financial contribution to support activities in this space. 
 
Program ini bisa diselenggarakan karena kerjasama Kineforum dengan Sinematek 
Indonesia dan Multivision Plus . Lembaga arsip film Sinematek Indonesia 
merupakan arsip film pertama di asia tenggara yang didirikan bersamaan dengan 
berdirinya gedung/lembaga pusat perfilman H.Usmar Ismail pada 20 Oktober 1975. 
PT.Parkit dan Multivision Plus adalah dua perusahaan  produsen paling produktif 
membuat film di Indonesia. Kedua perusahaan ini juga membuat arsip film.

Kineforum Studio 1 Studio 21 TIM, Jl Cikini Raya 73, Jakarta Pusat 10330. Tel. 
021-3162780 (Anita)

 
---------------------------------
Don't pick lemons.
See all the new 2007 cars at Yahoo! Autos.

Kirim email ke