[www.indiejazz.info] PASAR JAZZ PLAYS STANDARDS

Jazz mulai berbunyi di awal tahun di ibukota, kemarin ini. Dengan 
JAZZ dijajakan di Gedung Kesenian Jakarta, yang disulap jadi pasar. 
Tapi Jazz memangnya musik yang ngaco, kalau nggak ngaco bukan jazz 
namanya. Kalau tidak bundar, bukan topi saya….Yang pasti, yang main 
di malam nge-jazz itu tidak ada yang pakai topi. Begitulah, 
dijejerkan bibit-bibit muda potensial. Tapi eits, berhati-hatilah! 
Kenapa sih? Lalu oom Oele Pattiselanno, "tua-tua keladi makin tua 
makin jazzy" saja. Jadi ingat "Trisum versi awal", Oele 
Pattiselanno – Tohpati – Donny Suhendra. Kemana tuh, oom?


        Topi saya bundar, bundar topi saya, kalau tidak bundar bukan 
topi saya….Kalau tidak ngaco, bukan jazz namanya. Begitu kata sang 
pembawa acara. Jazz harus panjang lebar, jadi kata sepasang pembawa 
acara, mereka mau tidak mau juga harus berpanjang-panjang bicara. 
Jazz memakai MC seru juga, tapi kalau kepanjangan, bisa 
seperti "menggantung" para MC di depan panggung….

        Ini acara digagas dan digelar secara independent dan sangat 
penuh perjuangan oleh sahabat musisi bernama, Riza Arshad. Ija, 
bilang, mau nggak mau harus berani melangkah. Berjuang sekuat 
tenaga, penuh siasat kiri kanan atas bawah. Dan Bento, teriak Indra 
Aziz!

SELENGKAPNYA DI >>> www.indiejazz.info


Kirim email ke