Masya Allah..bagi saya memalukan. Kalau main-main tanpa ada pembentukan opini permusuhan real sih boleh.. tapi ini membawa nama agama dan mengobarkan sentimen permusuhan yang diciptakan sendiri di tengah lingkungan yang sebenarnya tidak ada fenomena sebagaimana yang dihembus-hembuskan. Sepertinya masih banyak pemuka agama yang mencari surga dengan menyederhanakan jalan yang sebetulnya tidak sesederhana itu. Dalam agama apapun ada bahaya bila hanya berpegang sepotong ayat lalu dipakai untuk membuat semuanya seolah-olah benar. Kalau mau memahami dan melakukan kebenaran yang sebenarnya, pelajarilah keseluruhan ajaran agama dan praktekkanlah pemahaman secara keseluruhan itu... jangan sepotong ayat dipahami sebagai kebenaran mutlak tanpa mempelajari hal-ihwalnya secara menyeluruh. Kalau memang negara membentuk pasukan sukarela untuk membantu perjuangan Palestina lalu kalian ikut dengan penuh semangat juang dilandasi iman.. silahkan, tetapi kalau dilakukan dengan membentuk opini seolah-olah ancaman ada di depan mata dan harus dibasmi.. ini yang bahaya, menjadikan manusia yang seharusnya berpikir cerdas (mahasiswa) justru menjadi calon-calon babi buta (suka membabi buta). Kenapa tidak ada yang mengoreksi perilaku para DPO Poso yang karena ulah mereka (tidak menyerahkan diri malah justru melawan) timbul lagi korban sipil tak bersenjata... belum lagi nanti malah justru buntutnya Polisi yang disalahkan padahal yang sudah ketangkap jelas-jelas menyembunyikan berbagai macam senjata dan juga mengaku terlibat dalam kekacauan Poso... kan lucu bin aneh. Sementara Tibo cs yang kesalahannya masih kontroversi sudah sieksekusipun tidak ada institusi ataupun pemuka Nasrani yang mengobarkan permusuhan, kalaupun ada itu kategorinya emosi umat yang toh bisa dikendalikan oleh pemuka/tokoh agamanya (tidak berkelanjutan ataupun dikipas-kipasi lagi dengan isu-isu panas berkepanjangan).. Semoga agama masih bisa berperan untuk perdamaian.. kalau tidak.. jangan-jangan komunis China jauh lebih baik tata sosial dan perilaku serta produktifitasnya dari pada negara berkeTuhanan tapi banyak biang perpecahan, biang permusuhan, biang korupsi, biang selingkuh dan lain2.. Subhanallah...!!! Semoga Allah SWT tidak menjatuhkan kutukan atas kepicikan-kepicikan umatNya.
On 1/23/07, rahmad budi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Mas Eko, yang gituan gak usah dipikirin Mereka itu masa kecilnya kurang bahagia saja Dulu waktu kecil saya juga suka main perang-perangan. Karena kami ndeso gak kuat beli bedil2an nan mahal itu, senjata kami buat bedil seadanya Senjatanya macam-macam : - Sumpit dengan peluru biji kacang hijau (nembaknya ditiup) atau kembang jambu (nembaknya pakai penyodok), - Lempar-lemparan tanah liat yang keras, ada yang pakai lempar buah (mangga muda, jambu, dll), - adu meriam bambu, biasanya waktu puasa - dengan karet pentil dan peluru kertas. Waktu SMP biasa main di kelas, kalau bel istirahat murid cewek bubar semua karena kelas jadi medan perang murid cowok gila. - bikin senapan dengan pelontar karet pentil dan peluru glonggong (batang daun pepaya). Nah, yang ini sempat makan korban mata kiri saya. Seminggu absen penataran P-4 waktu kelas satu SMP. Kami gak ngambil tema perang antara pejuang lawan penjajah Belanda Atau jihad melawan sang musuh kafir Yang penting perang ya perang, lempar dan tembak tanpa ampun. Yah, mumpung masih kecil nakal gak papa, biar puas nakalnya Biar waktu gede nggak naka lagi (narkoba, main cewek, korupsi) Saran saya, kalau memang mau latihan jihad. Ambil saja kegiatan outbound, hiking, orientasi medan dengan kompas, bajing terbang (flying fox) dengan tali, rapeling, dll. Lebih seru dan melatih fisik. Gak usah pakai acara tembak-tembakan dengan senjata mainan segala. Kalau perang-perangan dengan Airsoft Gun, yah.... kayak anak kecil aja. Ustadnya ikut-ikutan juga? Ya ampun ... On 1/23/07, eko darminto <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Berita yang saya peroleh dari Milis Lembaga Dakwah > Fakultas Teknik Universitas Indonesia Selasa Tanggal > 22 Januari 2007 yang berjudul " Barak Militer di UI" > merupakan kegiatan mahasiswa yang tergabung dalam > "FUSI-Airsoftgun", apakah kemudian kegiatan ini > berkembang menjadi "Hamas" ataupun "Nazi" ala > Indonesia, ini semua tergantung dari cara pandang kita > masing-masing. > > Bagi saya pribadi rasanya lebih positif apa yang > dilakukan oleh Bang Hariman cs, pak Try cs,Gus Dur cs, > Amien Rais cs, Megawati cs, Wiranto cs,Tyasno cs > bahkan SBY cs kalau nanti ia lengser jadi Presiden > yang terus-menerus memberikan cambuk bagi para > penerusnya kalau lengah dalam melayani Rakyatnya. > > Daripada ada "Parpol" bersenjata atau berlatih > kekerasan layaknya tentara yang memang tugas utamanya > untuk kepentingan negara. > > Terima Kasih > > Eko Darminto > > fusi-04 • Milis Lembaga Dakwah Fakultas Teknik UI > > Barak militer di UI > > Barak Militer itu Bernama: FTUI… > > Hari itu, sepotong episode jihad kembali hadir dalam > lingkungan Fakultas Teknik Universitas Indonesia. > Pemuda-pemuda setengah baya memanggul senjata > mensimulasikan perang dalam kota. Senjata-senjata yang > mereka gunakan bukanlah senjata mainan, melainkan > replika senjata sebenarnya di dunia militer. AK-47 > yang legendaris, MP-5, M-15, S-System, dan banyak > lagi. > Pembagian kelompok dimulai, sang ustadz memberikan > taujih tentang kewajiban jihad dan kemuliaan yang ada > di pucuk-pucuk senjata itu. Beliau juga menghadirkan > suasana terkini Palestina yang entah kapan bisa kita > bebaskan bersama, Mujahidin Iraq setiap hari meregang > nyawa melawan kaum kuffar ditengah perpecahan internal > ummat Islam disana, Somalia saat ini yang nyata-nyata > berhadapan dengan musuh-musuh Islam. Subhanallah… > > "Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang > kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. > Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah > petunjuk (yang benar)". Dan sesungguhnya jika kamu > mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang > kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan > penolong bagimu.." [2:120] > Bisikan dan gemuruh jihad dalam dada para pemuda itu > sungguh telah membuncah. Penyisiran dimulai dari > berbagai arah menuju lobby. Serentak cleaning servis > berlarian mencari tempat berlindung saat melihat > sekumpulan mahasiswa memanggul senjata, dan > memperhatikan dibalik pintu-pintu perlindungan mereka. > Ismud, Yasir, Amar, dkk beraksen serius mencari lawan, > melumpuhkan lawan dengan menembakkan senapan > otomatisnya. > "Dar…der…dor…!!" ternyata pertempuran sengit terjadi > dari berbagai arah di berbagai tempat, di lobby, di > selasar Arsitek, di Rotunda, di gedung Engineering > Center, hingga di Kantek. Jelas acara tersebut > mengundang perhatian banyak orang, menimbulkan benak > keingintahuan. > Inilah persiapan secara resmi yang bisa dilakukan > organisasi keislaman semacam FUSI untuk mendidik > putra-putra Islam dalam mempersiapkan diri berjihad di > jalan ALLAH SWT. Persiapan pemahaman dilanjutkan > persiapan lapangan. Subhanallah… > > "Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa > saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang > ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) > kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang > orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; > sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu > nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi > dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya > (dirugikan).." [8:60] > > Ikhwahfillah, > Jika bukan karena ALLAH maka persiapan jihad ini > hanyalah sekedar olahraga dan permainan biasa. Juga > karena Rosulullah memuliakan panji-panji Islam dengan > berjihad (perang) sebanyak 77 kali, seolah mendorong > kita (seharusnya) untuk melakukan persiapan bersama > sebagai barisan pasukan Islam yang setiap saat berjaga > memuliakan ummat ini. > > "Sabiluna... Sabilunaa..!!!..." > "Al-jihad...Al-jihaaad!!" > "ALLAHU AKBAR!!" > > 'FUSI-Airsoftgun' pun ditutup.. > > > > Dalam hatiku selalu terdengar suara Nabi yang > memerintahkan; > 'Berjihadlah, berjuanglah, dan lelahkanlah dirimu > dalam dakwah yang mulia ini...' > > > > > > bumi jihad, bumi ALLAH > f_495: 17/01/2007 > > Pawon: 13 Januari 2007 FUSI secara formal berhasil > mengumpulkan mahasiswa berbagai angkatan dan 2 orang > satpam untuk mengenalkan senjata dan cara > menggunakannya. Mereka semua adalah pasukan Islam yang > telah melakukan tahap-tahap persiapan 'perang', > menyisakan luka-luka di tubuh, dan mengenangkan cerita > yang unik bagi setiap orang... > > Disalin dari : > http://groups.yahoo.com/group/fusi-04/message/9348 > > Post message: [EMAIL PROTECTED] <fusi-04%40yahoogroups.com> > > __________________________________________________________ > 8:00? 8:25? 8:40? Find a flick in no time > with the Yahoo! Search movie showtime shortcut. > http://tools.search.yahoo.com/shortcuts/#news > -- Rahmad Budi H Republika Jl Warung Buncit Raya 37 Jaksel 0856 711 2387
