24/01/2007 18:34 WIB
  Proyek Tempat Latihan Paskhas di Rumpin Tetap Diteruskan
   
  M. Rizal Maslan - detikcom
   
  Jakarta - Lahan di Rumpin, Bogor, yang akan dijadikan tempat latihan Pasukan 
Khas (Paskhas) TNI AU masih jadi sengketa dengan warga sekitarnya. Meski 
begitu, TNI AU tetap akan meneruskan proyek tersebut.
   
  "Lahan itu buat latihan Pasukan Khas. Sekarang ada sengketa. Ini akan 
dibicarakan dengan pihak Lapan, Depdagri dan Bupati Bogor. Mana yang benar di 
antara kita," kata Kepala Staff Angkatan Udara Marsekal TNI Herman Prayitno.
   
  Hal itu disampaikan dia dalam jumpa pers usai rapat pimpinan di Mabes TNI 
Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (24/1/2007). Pada Senin 22 Januari 2007 lalu, 
terjadi bentrokan antara warga Rumpin dengan pasukan TNI AU. Dalam insiden itu, 
sejumlah warga dan anggota TNI luka-luka.
   
  Sementara Panglima TNI Marsekal Djoko Suyanto menambahkan, proyek pembangunan 
tempat latihan itu merupakan program lama TNI AU. Namun proyek itu terhambat 
karena tidak ada anggaran yang cukup.
   
  Djoko mempertanyakan mengapa proyek itu diprotes. Padahal TNI dituntut lebih 
profesional dan terampil. "Saya tidak tahu motifnya, kalau tidak setuju, it's 
okey. Tapi kalau sampai lempar-lemparan dan ada anggota kita yang kena, itu 
tidak tepat," ujarnya.
   
  Djoko menegaskan, anggota TNI tidak mungkin berbuat kekerasan jika tidak ada 
pemicunya.(ken/nrl)
   
  
http://www.detiknews.com/indexfr.php?url=http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/01/tgl/24/time/232054/idnews/734295/idkanal/10
   
   
  Tidak mungkin warga melawan kalau tanahnya tidak dirampas duluan!!!!!
   
  

Budhiana Kartawijaya <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
            DI harian Kompas edisi cetak Rabu 24 Januari, hal 26 ada berita 
tentang sengketa tanah di Rumpin yang melibatkan TNI AU dan warga setempat.
  Saya kutipkan kalimat Kepala Divisi Operasi Lanud Atang Senjaya Letkol (Pnb) 
Dery Perba."Selama tidak nakal, mereka bisa aman menggarap sawah atau kebun. 
Kalau nakal, apalagi sampai menganggu pembangunan fasilitas TNI AU, terpaksa 
kami pukul," katanya. (cetak tebal dari saya).
  Saya agak tercenung membaca istilah pukul. Tidak adakah istilah yang lebih 
proporsional/lunak? 
  Masalahnya bagi militer istilah pukul, sikat, libas adalah istilah yang 
seharusnya ditujukan kepada musuh negara, atau militer asing yang mau menyerbu 
kita.
  Apakah sdr. Dery memandang warga Kampung Cikoleang sebagai musuh negara?
  Saya yakin mereka adalah orang-orang yang cinta negara. Ada di antara mereka 
veteran yang ikut memperjuangkan kemerdekaan, jauh sebelum sdr. Dery lahir. 
Cuma masalahnya mereka sedang bersengketa tanah dengan TNI AU.
  Senakal-nakalnya rakyat, selama dia tidak merongrong eksitensi bangsa dan 
negara, dia bukan musuh negara. 
  Persoalan tanah, sebaiknya diselesaikan secara hukum. 
  Persoalan rakyat nakal, biarlah polisi yang menangani. Tindakan TNI menyisir, 
menculik, dan menganiaya bukanlah tindakan bijak. 
  Apalagi kalau sampai pasukan elit Paskhas turun. Tentu rakyat bukan lawan 
sepadan.
  Saya tidak ingin TNI kita dilecehkan karena "menang" bertempur melawan rakyat.
  Mike Tyson akan dipuji dan dianggap ksatria jika dia mampu merubuhkan Evander 
Holyfield. Apakah Tyson yang kuat itu akan mendapatkan pujian dan disebut 
ksatria ketika dia menghajar KO anak nakal?
   
  Salam
  Budhiana
   
    
---------------------------------
  Any questions? Get answers on any topic at Yahoo! Answers. Try it now.  

         

 
---------------------------------
8:00? 8:25? 8:40?  Find a flick in no time
 with theYahoo! Search movie showtime shortcut.

Kirim email ke