Berikut kami sampaikan pernyataan yang dikeluarkan para kepala negara
ASEAN dalam ASEAN Summit ke 12 di Cebu, Filipina, mengenai HIV dan AIDS.

 

Tantri Yuliandini
Communications Associate
UNAIDS Secretariat
MENARA THAMRIN, 10th Fl
Jl. M. H. Thamrin Kav. 3, Jakarta 10250
Indonesia

Phone: (+62-21) 314 1308 ext. 412
Fax    :  (+62-21) 390 7569

"UNAIDS is dedicated to preventing the transmission of HIV, reducing the
suffering caused by HIV/AIDS, and countering the impact of the pandemic
on individuals, communities and societies."

====================

 

Pernyataan: Komitmen ASEAN untuk HIV dan AIDS

 

(13 Januari 2007, Cebu, Filipina)

 

KAMI, para kepala negara dan pemerintahan Association of South East
Asian Nations (untuk selanjutnya disebut ASEAN), berkumpul di Cebu,
Filipina pada tanggal 13 Januari 2007, secara khusus mendedikasikan Sesi
Khusus selama Pertemuan Tingkat Tinggi ASEAN ke-12, untuk mengulas serta
memperbarui komitmen kami untuk HIV dan AIDS;

 

MENYADARI bahwa epidemi HIV yang diakibatkan oleh berbagai faktor
seperti kemiskinan, ketimpangan dan ketaksetaraan jender, buta huruf,
stigma dan diskriminasi, konflik dan bencana, berdampak terhadap
kelompok-kelompok paling berisiko seperti pekerja seks, laki-laki yang
berhubungan seks dengan laki-laki, waria, dan pengguna napza termasuk
napza suntik; serta kelompok rentan seperti para migrant serta penduduk
yang berpindah-pindah, perempuan dan anak perempuan, anak-anak dan
remaja, orang-orang dalam lembaga pemasyarakatan, pasukan berseragam,
masyarakat di daerah konflik dan terdampak bencana;

 

MENEGASKAN komitmen kami yang terdahulu untuk secara efektif merespon
terhadap HIV di wilayah ASEAN, yang dibuat pada Sesi Khusus pertama pada
Pertemuan Tingkat Tinggi ASEAN ke-7 pada Nopember 2001 di Bandar Seri
Begawan, dan ditegaskan kembali pada Pertemuan Tingkat Tinggi ASEAN ke-9
pada Oktober 2003 di Balim Pertemuan Tingkat Tinggi ASEAN-Perserikatan
Bangsa-Bangsa ke-2 pada September 2005 di New York dan pada Pertemuan
Tingkat Tinggi ASEAN ke-11 pada Desember 2005 di Kuala Lumpur;

 

MENGINGAT kembali bahwa komitmen untuk mencapai Tujuan Pembangunan
Milenium, khususnya Tujuan ke-6 yang secara spesifik menyebutkan upaya
menghentikan penyebaran HIV/AIDS, malaria dan penyakit lainnya;

 

MENDUKUNG seruan Pertemuan Tingkat Tinggi Dunia tahun 2005 serta
Deklarasi Politik yang dikeluarkan Sidang Umum PBB dalam Pertemuan
Tingkat Tinggi mengenai AIDS yang diselenggarakan pada tanggal 2 Juni
2006, untuk secara signifikan meningkatkan upaya menuju akses universal
terhadap pencegahan, pengobatan, perawatan dan dukungan yang
komprehensif pada 2010 bagi mereka yang membutuhkan, serta pengurangan
kerentanan mereka yang hidup dengan HIV, khususnya anak yatim, anak
rentan dan orang lanjut usia;

 

MENGULANGI bahwa Deklarasi Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan di
wilayah ASEAN mempromosikan serta melindungi hak asasi perempuan dengan
mengurangi kerentanan mereka terhadap HIV dan menghapuskan ketimpangan
jender serta kekerasan berbasis jender dengan menciptakan lingkungan
yang kondusif bagi pemberdayaan perempuan serta penguatan kemerdekaan
ekonomi mereka;

 

JUGA MENGINGAT proses Beijing Plus Five yang bertujuan untuk melakukan
aksi serta inisiatif lanjut untuk mengimplementasikan Deklarasi Beijing
dan Platform for Action, khususnya dalam mempromosikan kesehatan
perempuan, termasuk juga upaya penanggulangan pandemi HIV dan AIDS,
serta untuk lebih lanjut menggerakkan inisiatif jender mainstreaming
yang membahas HIV dan AIDS serta penyakit lainnya.

 

MELIHAT Hanoi Call for Action for Children and HIV/AIDS di Asia Timur
dan wilayah Pasifik tertanggal 24 Maret 2006, yang mengunggulkan
Sembilan aksi mendesak untuk meningkatkan upaya penanggulangan terhadap
anak-anak yang rentan terhadap, terinfeksi dan terdampak oleh HIV and
AIDS;

 

DIPANDU oleh Visi 2020 ASEAN sebagai kolaborasi negara-negara Asia
Tenggara, melihat ke luar, hidup dengan damai, stabilitas dan sejahtera,
terikat satu sama lain oleh kemitraan dalam pembangunan yang dinamis,
serta dalam sebuah komunitas yang terdiri atas masyarakat yang saling
peduli; yang menguatkan tanggung jawab sosial keseluruhan negara anggota
untuk secara bersama-sama memecahkan isu-isu lintas negara;

 

SANGAT PRIHATIN bahwa epidemi HIV terus mengancam visi kami, serta hidup
dan masa depan rakyak kami, khususnya populasi rentan di penjuru
wilayah, dengan konsekuensi sosio-ekonomi yang menjadi tantangan bagi
pembentukan masyarakat ASEAN;

 

MERASA SEDIH dengan kenyataan bahwa epidemi HIV yang awalnya lebih
banyak berdampak kepada laki-laki, kini perempuan mewakili separoh dari
seluruh orang yang hidup dengan HIV dan bahwa seiring dengan perubahan
perilaku remaja, tingkat HIV di antara anak muda kini meningkat dengan
sangat mengkhawatirkan, bahkan di beberapa negara anggota lebih dari 50
persen infeksi baru terjadi pada kalangan remaja usia 15 hingga 24
tahun;

 

MENYADARI bahwa upaya penanggulangan HIV yang efektif membutuhkan upaya
tanpa kenal lelah serta komitmen yang terus menerus oleh semua yang
berkepentingan dalam mengimplementasi upaya-upaya komprehensif untuk
menekan jumlah infeksi baru, serta untuk menyediakan pengobatan,
perawatan dan dukungan kepada orang dewasa dan anak-anak yang hidup
dengan HIV dan AIDS;

 

SADAR bahwa stigma dan diskriminasi merupakan hambatan terhadap
pencegahan, pengobatan, perawatan dan dukungan HIV, serta juga merupakan
ancaman serius terhadap kualitas kehidupan dan penghidupan orang yang
hidup dengan dan yang terdampak oleh HIV;

 

MENGAKUI bahwa kami dapat mencapai upaya penganggulangan HIV yang
efektif melalui kepemimpinan yang kuat, rasa kepemilikan negara,
pandangan politis ke depan serta komitmen terhadap pendanaan yang
berkelanjutan, koordinasi multi sektoral serta kemitraan dengan
masyarakat sipil termasuk sektor swasta, khususnya orang-orang yang
hidup dengan HIV, serta masyarakat rentan dan yang paling berisiko
terhadap HIV, melalui kebijakan-kebijakan berskala regional dan global
yang menghargai, melindungi serta mempromosikan hak-hak orang yang hidup
dengan HIV serta kelompok rentan dan yang paling berisiko terhadap HIV;

 

MENEKANKAN bahwa Vientiane Action Programme (VAP) ASEAN menekankan
pentingnya pembahasan isu-isu utama dari pengurangan pemiskinan,
keseimbangan serta kesehatan, dan menciptakan lingkungan yang memberdaya
bagi pencegahan penularan HIV serta bagi pengobatan, perawatan dan
dukungan yang komprehensif bagi orang yang hidup dengan HIV di wilayah
ASEAN.

 

MENGHARGAI upaya-upaya tanpa lelah dari Menteri-Menteri Kesehatan ASEAN
beserta pejabat senior mereka, khususnya ASEAN Task Force on AIDS, untuk
mencegah penularan lebih lanjut HIV dan mengurangi dampaknya melalui
aksi bersama serta kebijakan-kebijakan bagi tercapainya upaya
penanggulangan regional yang lebih baik, khususnya upaya-upaya yang baru
untuk menciptakan inisiatif yang lebih berbasis kepada manusia.

 

MENEGASKAN bahwa upaya penanggulangan HIV dan AIDS membutuhkan
partisipasi yang bermakna dari masyarakat sipil, termasuk keterlibatan
lebih luas dari orang yang hidup dengan HIV; serta bahwa di ASEAN,
organisasi masyarakat sipil telah secara aktif terlibat dalam aksi-aksi
efektif bagi pencegahan, pengobatan, perawatan dan dukungan HIV serta
dalam mengurangi dampaknya.

 

BERBESAR HATI dengan kerjasama yang sedang berlanjut antara ASEAN dan
Sekretariat Program Bersama Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk HIV/AIDS
(UNAIDS) beserta ko-sponsornya, dan mitra-mitra kunci lain dalam upaya
penanggulangan HIV dan AIDS;

 

MENGAKUI bahwa walaupun sumberdaya yang dialokasikan bagi upaya
penanggulangan epidemi HIV telah meningkat secara signifikan di banyak
negara anggota sejak Sesi Khusus yang pertama tahun 2001, namun
peningkatan akses terhadap perlindungan, pencegahan, pengobatan dan
perawatan HIV bagi sebagian besar populasi yang terdampak serta
masyarakat yang berisiko tinggi masih memerlukan bagian yang lebih besar
dari anggaran nasional untuk menuju akses universal tahun 2010, bantuan
lebih besar dari mitra-mitra internasional serta mobilisasi bisnis dan
sektor swasta bila kami ingin memastikan program-program serta
kegiatan-kegiatan kami memperoleh cakupan yang luas, serta dukungan yang
memadai dan berkelanjutan;

 

MENEGASKAN bahwa menghentikan meluasnya HIV akan membutuhkan kerjasama
yang berkelanjutan serta komitmen negara pada tingkat yang paling
tinggi, terlibatnya organisasi-organisasi massa, masyarakat sipil, serta
mitra-mitra strategis dalam perencanaan program HIV, implementasi serta
monitoring dan evaluasi, sehingga masyarakat yang rentan yang yang
paling berisiko, khususnya anak-anak, terlindungi dari dampak AIDS;

 

Berkomitmen, seiring perkembangan kami menuju Masyarakat ASEAN yang
berkepedulian dan berbagi, untuk:

 

1.       Memprioritaskan serta memimpin mainstreaming dan alignment
kebijakan-kebijakan serta program-program HIV dengan rencana dan
strategi pembangunan nasional dan pengurangan kemiskinan kami untuk
melibatkan upaya multi sektoral dalam pendekatan yang terharmonisasi,
membahas dimensi jender dari epidemi, serta memastikan seluruh pemangku
kepentingan dalam tingkat nasional dan lokal terlibat secara aktif dan
efektif;

2.       Mengharmonisasi program, aktivitas, populasi target HIV dan
AIDS, sistem monitoring dan evaluasi dari berbagai sumber pendanaan,
konsisten dengan prioritas program nasional, khususnya untuk
meningkatkan ART; upaya-upaya akan diberikan bagi pencegahan dan
penurunan jumlah kasus baru serta memperbaiki kinerja program ART untuk
memastikan ketaatan ketat terhadap rejimen-rejimen obat.

3.       Memastikan bahwa kebijakan serta program-program kami memberi
penekanan cukup untuk menekan epidemi pada populasi rentan; berbagi
pengalaman, best practices serta kebijakan pencegahan berbasis bukti;
serta membawa upaya-upaya pencegahan dan pendidikan, termasuk
kampanye-kampanye informasi publik, ke arah yang lebih dari sektor
kesehatan, serta khususnya mendengarkan aspirasi-aspirasi anak-anak dan
remaja, perempuan, pasangan serta kelompok rentan lainnya untuk
melindungi diri mereka sendiri dari penyakit;

4.       Bergerak untuk menghentikan penyebaran HIV, tidak hanya dengan
penetapan target-target nasional yang ambisius seperti yang
dikomitmenkan pada Sidang Umum PBB 2006 Deklarasi Politik HIV/AIDS namun
juga melalui pelayanan kesehatan seksual dan reproduktif yang ramah
terhadap remaja dan perempuan, serta informasi spesifik HIV, pendidikan
dan komunikasi;

5.       Menetapkan legislasi dan peraturan yang dibutuhkan (termasuk
kebijakan dan program di tempat kerja) untuk memastikan bahwa
orang-orang yang hidup dengan HIV dan kelompok-kelompok terdampak
dilindungi dan tidak menjadi korban stigma dan diskriminasi, memiliki
akses yang sama terhadap kesehatan, kesejahteraan sosial dan pelayanan
pendidikan, termasuk juga keamanan pangan dan pendidikan yang
berkelanjutan bagi anak-anak;

6.       Bergerak untuk menghilangkan halangan dalam akses terhadap
produk-produk pencegahan HIV dan AIDS yang berkualitas, obat-obatan,
serta komoditas pengobatan;

7.       Memperkuat dan memfasilitasi kinerja dari lembaga-lembaga
koordinasi AIDS kami dengan cara bersedia memimpin dan terlibat dalam
kegiatan-kegiatan mereka; memperluas keanggotaan mereka sehingga
mencakup semua pemangku kepentingan yang relevan yang terlibat dalam
upaya penanggulangan HIV; mengalokasikan pendanaan regular untuk
kegiatan-kegiatan mereka; serta memastikan akuntabilitas mereka;

8.       Secara kuat mendukung mobilisasi serta alokasi sumberdaya
teknis, pendanaan serta manusia untuk secukupnya mengimplementasikan
program-program dan kebijakan-kebijakan untuk merespon HIV;

9.       Melibatkan orang-orang yang hidup dengan HIV, organisasi
masyarakat sipil serta sektor swasta, sebagai mantra setara dalam respon
terhadap epidemi HIV, serta memastikan bahwa masyarakat sipil memiliki
kemampuan financial yang berkelanjutan serta dukungan untuk secara aktif
dan bermakna terlibat dalam upaya-upaya kami melawan HIV dan AIDS,
termasuk juga pada tahap kebijakan dan pembuat keputusan;

10.   Memperkuat peran ASEAN Task Force on AIDS sehingga dapat secara
efektif mengimplementasikan respon regional terhadap HIV, dengan
keterlibatan multi sektoral, termasuk dari sektor swasta; serta
memastikan keterlibatan bermakna dari seluruh pemangku kepentingan
terkait dalam upaya-upaya yang konsisten terhadap komitmen-komitmen
regional dan internasional kami;

11.   Memandu implementasi rencana kerja operasional ASEAN Work
Programme on HIV ke-tiga (AWPIII) untuk 2006-2010, yang telah kami
setujui, dan melimpahkan wewenang kepada ASEAN Task Force on AIDS untuk
secara berkala melaporkan perkembangan; serta

12.   Terus bekerja dengan mitra-mitra dialog kami, Sekretariat Program
Bersama Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk HIV/AIDS (UNAIDS) beserta
ko-sponsornya, lembaga-lembaga PBB lainnya, mitra-mitra internasional,
organisasi masyarakat sipil serta sektor swasta dalam mewujudkan
komitmen kami meningkatkan upaya penanggulangan HIV dan AIDS yang
efektif.

 

Diadopsi di Cebu, Filipina, pada tanggal tiga belas Januari tahun dua
ribu tujuh.

 

Source:
http://www.12thaseansummit.org.ph/innertemplate3.asp?category=docs&docid
=37
<http://www.12thaseansummit.org.ph/innertemplate3.asp?category=docs&doci
d=37> 

 

Kirim email ke