Setuju 1000%, mbak Angel.
Juga berlaku utk prosa maupun seni budaya secara umum.
Tentu terserah pada mereka mau berkarya tentang apa saja.
Tetapi kalau dikaitkan temanya dengan masalah masyarakat,
kemanusiaan dll yang hakiki dan aktual, seni budaya dapat
menjadi "senjata", tentu yang "soft".

Saya ingat dulu tahun 1960an ada pendapat karya jaman
Siti Noerbaya terlalu sibuk mengurusi adat disuatu daerah,
sedangkan Nusantara ketika itu sudah mulai "hamil" dengan
semangat kemerdekaan. Lalu konon ada pengarang di Batavia,
namanya kalau tidak salah Mas Marko, memakai bhs Melaju
Pasar menulis dengan tema aktual tentang pemikiran
Indonesia merdeka dll. Sayangnya sekarang tidak lagi
kedengaran ada yg mengangkat karya2 MM itu.
 
Dulu di dunia juga pernah berkembang realisme sosialis dalam
seni budaya, yang banyak bertema ttg perjuangan dan
pembangunan sosialisme. Gurunya Maxim Gorky dari Rusia
(Uni Soviet). Namun utk saya yg mungkin berselera rada2
"borjuis" (he3) terlalu banyak politik dan ideologi dlm seni juga 
membuat agak repot mencernanya. Tetapi
sangat menarik sekali tahun 60-an juga abad 20 bagaimana
berkembang dan sangat populer neo-realisme di perfileman
Italia, yg secara menarik dengan muatan yg cukup seimbang
mengangkat banyak sekali teman sosial, spt "Rocco and
His Brothers" dll.

Belum lama ini kita baca di milis2 sutradara Garin Nugroho 
bicara tentang kaitan politik dan film, langsung dikritik oleh
wartawan senior Rosihan Anwar.

Maaf ini kepanjangan responsnya. Salam,
Bismo DG


  ----- Original Message ----- 
  From: angel 
  To: [EMAIL PROTECTED] 
  Sent: Thursday, January 25, 2007 2:12 AM
  Subject: Re: [nasional-list] Penyair



  Penyair, mungkin tidak mengubah tanah menjadi kolam susu
  Tetapi mampu menggerakkan orang lain melakukannya
  Penyair adalah pahlawan yang bersenjata SYAIR

  Dengan senjata penyair, mampu menggores kalbu
  Syair yang mampu membasuh luka hati setiap insan
  Berlaku sepanjang zaman, tak terlupakan

  Angel


      

  BDG KUSUMO <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
    Buat apa ada (tidak ada) sesuatu?
    Buat apa saja .........

    bdg 
    (existensialisme memang ruwet)


      ----- Original Message ----- 
      From: heri latief 
      To: [EMAIL PROTECTED] 
      Cc: [EMAIL PROTECTED] 
      Sent: Wednesday, January 24, 2007 3:17 PM
      Subject: Re: #sastra-pembebasan# PROTES!


      buat apa punya akses internet
      jika punya karakter pengecut?

      parang langit <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
      PROTES!

      buat apa ada pen(y)a(ir)
      buat apa ada pen(y)a(ir) bila tak punya ingatan, cuma
      bisa lupa
      lupa pada orang-orang yang digiring membangun jalan
      pada masa daendels berkuasa
      lupa pada para petani yang dipaksa meninggalkan
      sawahnya pada masa tanam paksa
      lupa pada anak-anak perempuan yang diperkosa tentara
      fasis jepang perang dunia II
      lupa pada orang-orang houkiau yang diusir dari
      indonesia yang juga tanah kelahirannya
      lupa pada pembantaian massal para anggota partai
      komunis dan soekarnois tahun 1965
      lupa pada aktivis-aktivis yang diculik dan sekarang
      tak tahu entah bagaimana nasibnya
      lupa pada anak-anak lapar dari aceh sampai papua yang
      berjejer tulang-tulang tubuhnya
      lupa pada bahasa intelektual dan elit politik jakarta
      yang mulutnya penuh busa dan dusta
      buat apa ada pen(y)a(ir) di dunia ini, dunia yang tak
      pernah damai dan selalu haus kuasa
      pen(y)a(ir) tak bisa berbuat apa-apa, cuma bisa jadi
      pen(y)a(ir) saja !
      tak bisa melepas orang-orang tawanan yang disiksa di
      penjara guantanamo sana
      tak bisa mengusap air mata ibu yang rumah dan
      keluarganya hancur di palestina
      tak bisa memeluk anak anak irak yang digempur tank
      dan pesawat tempur amerika
      tak bisa meninju muka george walker bush yang mimpi
      amerikanya menguasai dunia
      tak bisa menampar tony blair yang keras kepala tak
      mau menarik pulang pasukannya
      tak bisa mengubah air mata dan darah rakyat Lebanon
      jadi anggur di kota Kana
      pen(y)a(ir) tak bisa berbuat apa-apa, cuma bisa jadi
      pen(y)a(ir) saja !
      cuma bisa melepas kata-katanya sendiri di atas kertas
      entah untuk dibaca siapa
      cuma bisa mengusap air matanya sendiri agar tak
      membasahi sajaknya yang tak berguna
      cuma bisa memeluk tubuh ringkih pen(y)a(ir)nya di
      malam dingin yang sepi dan luka
      cuma bisa meninju muka kusamnya sendiri yang selalu
      pura-pura menangis dan tertawa
      cuma bisa menampar wajahnya sendiri yang lelah karena
      terus membaca buku-bukunya
      akuilah, akuilah pen(y)a(ir) tak bisa apa-apa selain
      sekedar mimpi minum anggur saja
      buat apa malu bila aku dan kau tak tahu buat apa ada
      pen(y)a(ir) di dunia
      buat apa malu bila hingga kini aku dan kau hanya bisa
      pura-pura tahu saja
      buat apa malu bila pen(y)a(ir) tak bisa apa-apa dan
      memang bukan apa-apa
      akuilah ! akuilah
      bila pen(y)a(ir) bisa dan akan terus ada di dunia
      supaya suatu protes bisa ditulis dan dibaca
      itu pun bila tidak lupa.

      -Tomy DG-

      http://stopgoblog.wordpress.com/2007/01/24/protes/

      __________________________________________________________
      We won't tell. Get more on shows you hate to love 
      (and love to hate): Yahoo! TV's Guilty Pleasures list.
      http://tv.yahoo.com/collections/265 

      http://www.geocities.com/herilatief/
      [EMAIL PROTECTED]
      http://geocities.com/lembaga_sastrapembebasan/ 
      Informasi tentang KUDETA 65/Coup d'etat '65 
      Klik: http://www.progind.net/ 

      ---------------------------------
      Now that's room service! Choose from over 150,000 hotels 
      in 45,000 destinations on Yahoo! Travel to find your fit.

      [Non-text portions of this message have been removed]






------------------------------------------------------------------------------
  Don't be flakey. Get Yahoo! Mail for Mobile and 
  always stay connected to friends.

   

Kirim email ke