Dear Bung Dimas, ini salam perkenalan yang sangat menggelitik. Maaf judul postingan saya ubah untuk memudahkan orientasi tema dan baru kini sempat merespon.
Kebetulan saya punya catatan kecil sbb: Bhw ideologi ialah rangkaian pendapat dan idea (politis, hukum, moral, filosofis, estetis dan religius), yang mencoba "untuk memberikan teori yang sepenuhnya dan menyeluruh sekait manusia dan masyarakat, dan dari teori itu agar dapat ditarik sebuah program tindakan politis" (Scruton). Maaf lagi saya tidak mencatat judul buku dll ttg Scruton ini, yang definisinya terkait saya setujui secara umum. Jadi menurut saya selama ada kelompok atau masyarakat manusia yang ingin mengatur bersama kehidupannya bersama secara menyeluruh maka ideologi akan tetap ada, dengan segala konsekuensinya. Apalagi penyelenggaraan masyarakat, apalagi negara, sangat terkait dengan perekonomian. Memang sejak dilancarkannya propaganda yg mengiringi globalisasi sekaligus disosialisasikan juga bhw "ideology is dead", spt Fukuyama langsung menulis bhw sejarah telah berhenti, krn kapitalisme telah mengalahkan sosialisme (baca: blok Soviet). Namun faktanya semuanya jalan terus, bahkan banyak sekali kontradiksi baru yang sangat mencuat, mendatangkan banyak sekali korban, mendesak solusinya. Kini para pendekar globalisasi seakan menjadi malu bicara ttg ini, karena semua orang tahu bhw globalisasi hanyalah istilah yg 15 thn lalu mulai dipakai untuk menggantikan imperialisme, yg dianggap "kata makian". Juga banyak dikatakan adanya paradigma2 baru, yang sebetulnya tetap saja disekitar permasalahan lama, spt kelaparan, lingkungan, ketidakadilan etc etc. Sekait ini di Eropa juga sdh diupayakan untuk menghapuskan pengertian Kiri dan Kanan dlm perpolitikan, namun nyatanya masalahnya tetap ada, apapun istilah yang mau dipergunakan. (Bisa dipikirkan penggunaan istilah ini untuk perpolitikan di RI, untuk memudahkan diskusi, ttp yang lebih penting untuk pemakaian istilah tepat untuk sesuatu yg jelas pula). Tak kalah "provokatif"nya ialah juga tema kedua, ttg identitas. Sbg member di Nasional, saya pikir siapa saja dpt menjadi member juga, terserah dia nasionalis, liberal, neocon, separatis, atau malah proimperialis dan lain sebagainya. Disini juga timbul pertanyaan, apa itu nasionalisme. Spt yang di definisikan oleh Bung Karno, atau yg dipakai di Eropa sekarang praktisnya untuk mengganti kata chauvinisme? Apakah di Indonesia, mereka atau parpol yang jelas merugikan nasion, dpt dikatakan "nasionalis", hanya utk membedakan bhw tidak "bernafas agamis"? Untuk mengetahui apakah kita akan share the same dream&faith, kita simak saja postingan yang ada. Dalam jaman yg dikatakan posmo ini bisa ada sejuta dreams and faith, mungkin yg lebih penting kalau dlm mencari solusi lokal, nasional atau global itu dapat terjadi aktivitas konkrit dalam bidang-bidang yang dimaksudkan. Maaf Bung, koaran saya jadi panjang. Saya bukan politolog, istilah di Eropa Tengah utk pakar politologi (ilmu politik), hanya rajin belajar di jagad maya ini untuk dpt lebih mengerti sikon di RI, yang sering membuat saya kebingungan. Salam kenal, Bismo DG, Praha, Czech rep ----- Original Message ----- From: Dimas Mohammad Ario To: [EMAIL PROTECTED] Sent: Monday, January 22, 2007 11:28 AM Subject: [nasional-list] Perkenalan Met sore semuanya, Saya baru aja ikutan milis ini dan mau menyapa sebagai salam perkenalan. Sekedar sharing pikiran, tentang ideology dan identitas. Just wondering apakah jaman internet ginih ideology masih laku buat dijual/diperbicangkan. Saya tidak yakin apakah saya seseorang yg berideologis atau tidak, tapi yg pasti (semoga) saya adalah orang yg memiliki mimpi, cita2, keyakinan, dan harapan terhadap bangsa Indonesia. Berbicara identitas, saya ingin bertanya, apakah milis ini beranggotakan orang2 yg secara jujur & tulus mengatakan, "YA! Saya adalah seorang Nasionalis!" ? Apa identitas anda? Di sisi kaum manakah anda memilih berpijak? Kaum sana? Atau kaum sini? Hari ginih masih laku gak ya bicara ideologi? Do we share the same dream & faith? Salam kenal, DIMAS YA! (rasa2nya) saya seorang Nasionalis!
