Lomba Pantun Cinta Unggas  
 Masyarakat Pecinta Unggas bersama Roda-Roda Budaya mengadakan lomba cipta 
pantun cinta unggas. Lomba bertema “Mari Mencintai Unggas” ini terbuka untuk 
umum dan berbagai umur. Peserta boleh mengirim lebih dari satu pantun, maksimal 
5 pantun. Naskah dikirim rangka tiga via pos ke: Panitia Lomba Pantuan Cinta 
Unggas, Jalan Sekneg 46, Kebon Nanas Tangerang.   
  Menurut ketua Masyarakat Pecinta Unggas, Wowok H Prabowo, lomba ini 
dimaksudkan untuk melestarikan budaya memelihara unggas budaya berpantun. Lebih 
lanjut Ketua Dewan Kesenian Tangerang ini menuturkan, beternak unggas adalah 
tradisi rakyat Indonesia turun temurun yang semestinya tidak dimusnahkan. 
Karena dalam tradisi tersebut terkanduing nilai-nilai positif, sepert tradisi 
menabung, ajaran kerja keras,  hidup sehat, ajaran kasih sayang terhadap sesama 
mahkluk Tuhan.   
  Naskah pantun diterima paling lambat akhir Februari dan pemenangnya akan 
diumumkan pertengahan Maret. Juara pertama berhak atas seekor ayam, juara dua 
bebek, dan juara 3 burung berhak mendapatkan seekor burung dara. Juri lomba ini 
adalah Aris Kurniawan (wartawan), Humam S Chudori (sastrawan), dan Bambang 
Widiatmoko (dosen Universitas Mercubuana).

Kirim email ke