Mas Iwan,

Yang lebih kejam lagi ini "preman-preman" (koruptor kelas kakap) yang nyolong 
duit rakyat berjuta-juta dollar AS masih menikmati kehidupan merdeka tanpa 
pernah masuk tahanan, masih punya ranch di New Zealand, rumah besar di London, 
a big mansion di Beverly Hills, anak-anak mereka sekolah di LN, punya istri dan 
selir selusin dll, dsb, etc......these preman-preman bangsat harus dihadapi dan 
perlu dikirim ke Pulau Buru, tahan mereka disana, ambil semua duit colongan 
mereka, and let them die di Pulau Buru, please don't let them get out sampai 
Sayonara dunia.

Itu dana-dana untuk membangun NKRI, gone gone, hilang di tilep sama 
koruptor-koruptor setan yang berkedok sembahyang 5 kali, naik haji sering 
banget, sedekah juga, tapi dalam hati mereka busuk, lebih busuk dari pada 
bangke ayam, know what I mean.

Pasti lembaga dunia yang minjemin duit ke NKRI juga bikin DEAL sama pemerintah 
RI, 2 persen maybe? 10 persen mungkin? who knows, always deal deal deal.......

NKRI has to come up with a solid STRUCTURE in order to rebuild ini bangsa yang 
hancur di semua lapisan masyarakat baik kelas bawah maupun kelas atas. Disiplin 
kagak ada. Sopan santun kagak ada (bawaannya kasar terus). Ngaku muslim tapi 
munafik. The bottom line is NKRI harus punya leader (kagak peduli titelnya 
presiden, PM, chairman, Boss or whatever) yang bener-bener ngerti business, 
ekonomi, security dll dan bisa ngadapi orang-orang sedeng like FPI atau 
orang-orang gila yang ada di Poso.

Hukum harus konsekwen. Kalau didaftar dibilang memperpanjang SIM harus bayar 
Rp.1 and that's exactly satu perak NO 10 perak.
Kalau menurut hukum ber KKN sejumlah US $1 juta dan setelah proses pengadilan 
berjalan dengan lancar, anda bersalah, hukum bilang anda harus dihukum MATI, 
well, SAYONARA, HASTA LAVISTA baby. Bye. Gone. Don't come back no more - u hear 
me dick.

So, struktur berbangsa harus ada dulu. Right now, none, nada, zip, nol. Jadi 
ini bangsa ngambang, kagak ada pegangannya. Hari ini si JK bilang A besok si JK 
bilang B. Hari ini SBY makan gudeg besok si SBY mau makan nasi ramas padang 
sama Uda (ambo urang awak by the way). Got it.

salam,
sensei deddy mansyur
university of houston
www.uh.edu/shotokan 


  ----- Original Message ----- 
  From: iwan suci jatmiko 
  To: [email protected] 
  Sent: Friday, January 26, 2007 1:21 AM
  Subject: Re: Gaji - Re: [mediacare] Trans Corp


  Kasihan juga para pengangguran, teman2 fresh graduated, dan teman2 pencari 
kerja yang ingin gaji lebih tinggi, eh malah diekspos dan diperkosa privasinya.
  Pulang ke rumah kecewa karena ternyata gajinya tak kunjung membaik, sampai di 
kantor dimaki bos gara2 tampangnya masuk TV. Pulsanya juga jebol saking nggak 
mau ketinggalan info ttg rekrutmen...KEJAMNYA DUNIA! (masih tayang nggak 
ya?)...kejamnya AA Gym kawin lagi!...lho??..

  Tapi yang paling kasian teman2 Transcorp, mereka agak tengsin kalau di 
lapangan gajinya jadi bahan omongan. 

  Membuka "dapur" orang memang tidak etis. Ya begitulah, Tak ada asap kalau tak 
ada api! Seandainya Transcorp lebih bijak dalam menyingkapi proses rekrutmen 
ini, dan bung Rio bersikap lebih elegan dalam menanggapi kritik teman2 di 
milis, pasti hal2 macam begini nggak akan terjadi. 

  Mudah2an Pertamina buka lowongan rekrutmen on-line mirip Transcorp untuk 
posisi supir truk. Pasti jumlah pelamarnya lebih dari 100rb orang. 

  Salam

  ISJ
  (Tukang Ketik di Majalah)


  -------------------------------------
  Kasihan rakyat Aceh.... Sudah jadi korban Tsunami, keluarganya banyak mati, 
hartanya musnah, akhirnya juga cuma jadi lahan cari rezeki orang dari 
Jakarta..... 




------------------------------------------------------------------------------
  Expecting? Get great news right away with email Auto-Check.
  Try the Yahoo! Mail Beta.  

Kirim email ke