--- Begin Message ---
CERPEN utk break lunch time;)
Best Regards,
Leonard Manullang
PT. Pelayaran Tempuran Emas, Tbk
Jl. Tembang No.51 Tg.Priok Jak-Ut
Tlp (021) 4302388 ext 137
Fax (021) 43932258
e-mail [EMAIL PROTECTED]
Pls visit us www.temasline.com
-----Original Message-----
From: Laura [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Thursday, January 25, 2007 10:26 AM
To: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; 'intan';
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; 'laura'; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; 'Mirza';
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
Subject: FW: Gua, Motor Gua dan Wanita-wanita di sekeliling kita
Importance: High
-----Original Message-----
From: Huang, Linda, DyStar
Sent: 25 Januari 2007 9:26
To: Magdalena, Trecia, DyStar; Damayanti, Vittania, DyStar; Brahmanti,
Windhu, DyStar; Sari, Titi, DyStar; Zunu, Silvy, DyStar; Bastirah, Tira,
DyStar; Suryanti, Yanti, DyStar; Mustafa, Lucky, DyStar
Subject: FW: Gua, Motor Gua dan Wanita-wanita di sekeliling kita
----- Forwarded Message ----
From: Hadi Prabowo
Sent: Wednesday, December 27, 2006 8:51:20 AM
Subject: [IA-ITB] NaQia : Gua, Motor Gua, dan
Wanita-Wanita di sekeliling kita
Gua, Motor Gua, dan Wanita-Wanita di sekeliling
kita
Tuesday, December 19, 2006
Oleh: Aditya Mulya Pengarang "Jomblo" & Redaktur
Kepala "Cosmo Men"
Jaman kuliah dulu, gue naik motor. Setidaknya di ITB,
motor adalah faktor yang menseparasi pria dari...uhm..
.pria lain. Intinya, setidaknya, tahun 96, cowok yang
punya motor di ITB (lumayan) jadi dambaan wanita.
Sayangnya yang kerap menjadi dambaan adalah motornya
karena motor ini menjadi alat bagi cewek-cewek itb
untuk nebeng dan minta anter. Pemilik motornya sendiri
tetap tidak mengalami perbaikan kasta atau nasib dalam
asmara.
Singkatnya, kita-kita di sipil96 yang punya motor
sering diminta cewek-cewek untk minta anter mereka.
dan berhubung cewek sipil hany 20 dari 160 populasi,
jelas segala permintaan mereka kita penuhi.
"Dit, gue nebeng!"
"Oke!"
di mana kata nebeng itu tertukar dengan wording 'minta
anter' karena definisi nebeng adalah
sejalan arah kos gue DAN BUKAN nun jauh di pinggiran
Bandung.
"Dit, anterin gue ke rumah sakit!"
"Beres!"
Meski pun penyakitnya menular dan seperti dia, gue
ikutan meriang 3 hari.
"Dit, jemput ade gue di SMP!"
"Jam berapa?"
Di mana sesampainya di SMP itu, gue baru nyadar gue
belum tahu tampang itu anak kek gimana.
But all in all, kita sayang sama cewek-cewek sipil ini
dan tidak pernah ada kata tidak untuk melayani
mereka. Tapi tetep aja entah kenapa gue selalu kena
kasus. berikut adalah kasus-kasus yang paling parah
yang gue pernah alami.
Dengan Wiwin
Kita sebut saja namanya Wiwin karena kalo sampe
ketauan nama aslinya dalam blog ini, riwayat gua bisa
tamat. Wiwin adalah wanita berkacamata tebal dengan
otak yang lebih tebal lagi. IPKnya terancam 4. Wiwin
adalah juga atlet yang tergabung dalam pelatda voli
JABAR. Dia punya tangan yang cukup kuat untuk serve
voli...dan kalo nampar cowok, itu cowok bisa melintir.
Gua suka boncengin dia pulang karena dengan begini gue
bisa nodongin dia dengan, "Eh Win, adit sekalian
fotokopi catetan Wiwin yah." Wiwin secara reluktan
mengiyakannya dengan syarat, dalam proses fotokopi
itu, dia ikut sama gue nongkrongin tukang fotokopian
dan sang catetan selalu ada dalam jarak pandang dia.
Ini adalah hikmah dari pengalaman buruk di mana
catetan dia dipinjem gak jelas berpindah seribu tangan
dan saking putus asa nyari, dia harus
belajar dari fotokopian catetan dia sendiri. Bagi gue,
berdiri samping-sampingan dengan Wiwin di toko
fotokopian adalah situasi yang awkward. Gimana gak
> awkward? Apa sih topik yang bisa lu omongin sama
cewek, kalo di depan lo ada orang minang keringetan
gak pake baju megang-megang mesin fotokopian?
Anyways di suatu hari yang windy (faktor angin
memegang peranan penting dalam plot cerita ini) gua
nganter Wiwin pulang. karena banyak angin, suara yang
keluar dari mulut gua selalu terbawa angin.
"Win gue motokopi catetan ya!"
"Apa?"
"Gue minjem catetan lo!"
"Hah?"
"GUA MINJEM CATETAN LOOOO!!"
"ADUH NGOMONG YANG JELAS KEK!"
Halah! Emang sih gue kan ngomong sambil merhatiin
jalan jadi mulut gue ke depan dan gak ke muka dia yang
di leher gue. Akhirnya gua balik badan dan bilang
lagi.
Sayangnya, entah kenapa gua lagi memproduksi banyak
air liur di saat itu. Sayangnya lagi, ini terjadi di
saat angin bertiup kencang. Sooooo gue balik badan,
buka mulut lebar-lebar dan..
"GUE MINJE..PLUEEHHH. ....."
crooot
Angin mengantarkan saliva gue ke kacamata wiwin. Itu
gak terlalu wiwin masalahin karena SEBAGIAN BESAR
liurnya kena ke sisa muka yang kacamata gak cover.
She never spoke ever since.
Dengan Titin
Lagi-lagi nama samaran. Titin ini rada ganjen. Kalo ke
kondangan dia selalu nyalon. Entah kesamber jin apa,
suatu hari dia minta anter gue ke salon dan ke
kondangan setelah dari salon. Biar efisien, tuturnya.
ya sudah gua turuti itu kemauan. Setelah berkarat
nungguin di salon, dia muncul dengan sanggul yang
indah menawan. gua rasa kalo orang lempar jeruk ke
sanggul itu, bisa nyangkut.
"Gimana, cakep gak?"
"Mirip roro kidul Tin."
"Monyet. Udah buruan ke resepsi! yang cepet ya!"
gua udah kek budak aja. di sini terjadi sesuatu yang
Titin gak pernha maafin gua sape sekarang, meski kalo
gue bilang, itu salah dia.
dia kos di simpang (bandung utara). Nyalonnya di
simpang. Undangannya di gedung kartini (bandung
selatan) dia minta cepet.
Ya udah, gue ngebut dong! Sayangnya ini berbuntut di
mana kita pergi dengan Titin tampak seperti finalis
putri indonesia dan sampai di resepsi terlihat seperti
singa.
"ADUH RAMBUT GUE! ELU SIH DIT!"
"Makanya gua bilang PAKE helm!"
"gua kira kalo helm, sanggulnya rusak, jadi jelek!."
"gak pake helm jadi singa. Tuh."
"Benci gua sama elu! Benci! Benciiiiiiiiiiiiiii i!!"
Dengan Mimin
Untuk, lagi, alasan keselamatan, gua gak akan mereveal
nama dia. Suatu hari gua sekelompok sama dia dan kita
harus ngerjain paper nih ceritanya. Singkat cerita,
anggota lain pada egois dan gak kerja. Cuman gua dan
Mimin aja yang ngerjain di rumah dia di bilangan
kuburan Ciputra.
paper selesai dan 10 menit lagi kuliah paper itu
dikumpulin.
"DIT! AYO KITA CEPETAN!"
"AYO!"
"NGEBUT YA!"
"LU PEGANGAN MA GUA!"
"NAJIS!"
(Cewek-cewek sipil ini selalu teguh menjaga iman
mereka).
Adalah kebiasaan mereka untuk memegang handle di
belakang ketimbang melingkarkan tangannya di supir.
Tapi yo wis, gue juga gak keberatan. Pasaran gue juga
bisa turun. Akhirnya gua ngebut! tapi tertahan di
lampu merah kuburan.
Percakapan di bawah terjadi dengan mata gua liat ke
depan dan hanya denger suara dia.
"Min, kita harus bener-bener ngebut nih. tau sendiri
Bandung. Sekali kena merah, sampe 5 lampu ke depan
kena merah juga."
"Ya udah ngebut! Eh bentar tas gua jatoh."
"Udah Min?"
"Bentar."
"Ijo Min!"
"Nah, ...."
"OKE!"
Gua langsung kebut itu motor! Gue salip semua mobil di
pasar suci! Gua ngesot di tikungan telkom!! Gue
jemping depan UNPAD! Gue terabas lampu merah simpang
dago!! Gue turun kek orang gila sepanjang dago!!
Gue ampir nabrak kuda di ganesa! Akhirnya masuk juga
parkiran sipil.
Abis ngerem, gue bilang, "Gimana motoran sama James
Bond? Min? Min?" gue ngeliat ke belakang dan Mimin
lenyap.
Keesokan harinya, di rumah sakit boromeus...
"Gua gak ngerti Min.."
"Lu gak ngerti bagian mana dit? bagian yang elu
ngajleng dengan gua baru setengah pantat? ato bagian
gue ngegelinding di perapatan jalan?" tukasnya jutek
dengan tangan yang retak.
"Tapi kan gua udah bilang ijo! dan lu udah bilang
'NAH'!'
"NAH itu maksud gue baru mau duduk lagi."
"tapi kan!"
"Sudahlah! gua bingung manusia kek lo bisa masuk itb."
Wah, kecerdasan dia bawa-bawa. padahal kalo mau cerdas
dikit, dia megang gue.
Itulah sekelumit cerita gua, motor gua, dan
wanita-wanita yang ngegelinding karena motor itu. Yang
jelas sejak itu demand menurun drastis. Imbasnya
adalah
bahwa Oyep, temen gue, menjadi idola ke 20 anak itu
untuk dianter ke mana-mana. berkorelasi dengan itu,
IPK gue menurun dan IPK Oyep naik secara fantastis.
Oh nasib.
____________________________________________________________________________
________
Food fight? Enjoy some healthy debate
in the Yahoo! Answers Food & Drink Q&A.
http://answers.yahoo.com/dir/?link=list&sid=396545367
DyStar Confidentiality Notice:
This message and any attachments are confidential and intended only for use
by the recipient named above. Unauthorized disclosure, distribution or
copying
of this communication and the information contained in it is strictly
prohibited.
If you are not the intended recipient, please notify us immediately and
delete the
message and any attachments. Thank you.
--- End Message ---