Islam Memang Mesra


Oleh Gamal Ferdhi*
Malam itu, pentas kebudayaan yang digagas Acep Zamzam Noor di lingkungan
Ponpes Cipasung Tasikmalaya, lain dari biasanya. Pentas yang kata Acep,
bertujuan "mendekatkan pertunjukan seni kepada rakyat", itu dihadiri puluhan
tamu istimewa dari Jakarta. Mereka adalah pendeta dan calon pendeta dari
Gereja Kristen Indonesia (GKI) yang live in satu malam di ponpes ayahnya
Acep, KH Ilyas Ruhiat.

Tak hanya menonton, lagu Sepanjang Jalan Cipasung, yang nada dan liriknya
diadaptasi dari Sepanjang Jalan Kenangan didendangkan mereka. Kemesraan
antar umat beragama begitu kental dalam acara itu.
Saatnya giliran Amang Hidayat tampil. Seniman Tasikmalaya berambut
sepunggung itu mendendangkan lagu dengan lirik nama-nama Presiden RI.
Kritikan dilancarkan dengan lugas. Aplaus dari ratusan penonton berhamburan.
Seperti kebanyakan seniman, dandanan Amang bersahaja. Jins lusuh dengan kaos
hitam. Namun ada yang menarik di kaos Amang. Sebaris tulisan putih: Islam
Tapi Mesra.

http://www.gusdur.net/indonesia/index.php?option=com_content&task=view&id=2606&Itemid=1

Kirim email ke