Untuk quesionair kecil-kecilan, bolehlah saya ikut dengan memberi 
jawaban kecil-kecilan sebab tahunya cuma kecil-kecilan juga, he he.

Sumber panas bumi cuma satu, yaitu matahari. Bila panas dari 
matahari dipantulkan oleh bumi ke angkasa sama banyaknya, tidak 
terjadi kenaikan/penurunan temperatur bumi. Yang terjadi selama 
beberapa dekade terakhir ini adalah panas yang dipantulkan ke 
angkasa terhalang oleh polusi. Karena bumi terus menerima panas dari 
matahari maka terjadi surplus panas, itulah global warming.

Polusi yang menghalangi pantulan panas ke angkasa ditimbulkan oleh 
produksi CO2. Dulu industri belum marak seperti sekarang, sektor 
agraria yang menonjol. Negara-negara dengan empat musim membangun 
rumah kaca supaya bisa panen sepanjang tahun. Tanpa rumah kaca, 
panen hanya bisa terjadi di musim semi dan musim panas saja. Karena 
tumbuhan membutuhkan CO2 untuk makanannya, maka gas alam dibakar 
oleh petani. CO2 yang timbul tidak semuanya diserap oleh tanaman, 
sebagian besarnya lepas ke udara. Proses itu dinamakan EFEK RUMAH 
KACA. Kini sektor industri (AS) melampaui agraria, memproduksi CO2 
dahsyat, ditambah terjadi pembakaran/kebakaran hutan di Indonesia 
dll. Karena orang sudah terbiasa dengan istilah Efek Rumah Kaca, 
maka isilah itu dipakai pula sekarang, meski pun industri mobil di 
AS dan pembakaran hutan di Indonesia tidak ada sangkut-pautnya 
dengan perkebunan kaca.

Akibat naiknya temperatur udara, maka permukaan air laut juga naik, 
dus luas dataran yang bisa dihuni manusia dan/atau bisa dipakai 
untuk lahan pertanian makin kecil. Air irigasi juga terganggu sebab 
manusia yang bertambah banyak membutuhkan air minum lebih banyak. 
Bila air irigasi berkurang dan lahannya berkurang, maka produksi 
pangan dunia akan menyusut. Manusia akan mati kelaparan dan/atau 
kehausan. Indonesia tidak menyibukkan diri dengan ini semua. Orang 
Indonesia lebih senang bermasturbasi dengan Pancasila, UUD RI dan 
NKRI. Bahwasanya Verena entusias mengadakan quesionair kecil-kecilan 
tentang Efek Ruamh Kaca ini, sudah hebat sekali buat ukuran 
Indonesia. Sukses ya.

Salam prihatin, Danny Lim, Nederland

--- In [email protected], verena puspawardani 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> 
> Dear friends,
> 
> Kita lagi bikin kuesioner kecil2an nih. 
> Mau tau aja:
> 
> 1. Apa pendapat kamu tentang global warming?
> 2. Global warming itu seperti apa sih? Dari mana kamu mendapatkan 
informasi tentang global warming?
> 3. Apa kejadian2 atau aktivitas2 yang menurut kamu jadi penyebab 
global
> warming? Diantara jawaban2 kamu itu, apa ada beberapa diantaranya 
yang
> kamu alami sendiri? Ceritain ya.
> 4. Apa kejadian2 atau aktivitas2 yang menurut kamu jadi akibat dari
> global warming? Kamu alami sendiri? Ceritain ya.
> 5. Menurut kamu, apa kira2 yang bisa dilakukan untuk mengurangi 
efek
> global warming? Yang mudah dan bisa dilakukan semua orang. 
> Kamu mau ga  melakukannya? Apa kamu mau memberitahukannya ke orang2
> lain yang ada di sekitar kamu?
> 6. Apa kamu dah nonton "An Inconvenient Truth"?
> 7. Apa menurut kamu orang2 di sekitar kamu sudah aware dengan 
global
> warming? 
> 8. Menurut kamu, kampanye apa yang efektif untuk membuat orang lain
> aware dengan global warming?
> 
> Mohon kirim reply jawaban ini ke saya ([EMAIL PROTECTED]). 
> Bisa disebarluaskan ke teman2 di
> milis2 lain, kok. Mohon. Silakan saja. 
> 
> Jangan lupa:
> 1. nama
> 2. alamat
> 3. umur
> 4. email
> 5. telp
> 6. foto 
> 
> Terima kasih banyak yaaaaaaa
> 
> Ditunggu.
> 
> Verena
> 
> 
> This message has been scanned for viruses by BlackSpider 
MailControl - www.blackspider.com
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
>  
> 
_____________________________________________________________________
_______________
> Need a quick answer? Get one in minutes from people who know.
> Ask your question on www.Answers.yahoo.com
>


Kirim email ke