Inilah Presiden Radikal!

Penulis : Eko Prasetyo

Abstraksi
Mau tahu negeri yang menggaji ibu rumah tangga? Ingin tahu negeri mana
yang menggratiskan pendidikan dan kesehatan? Itulah yang kini sedang
berjalan di Amerika Latin. Presidennya dengan keberanian yang memukau,
menasionalisasi puluhan perusahaan asing dan dengan nekad membagi susu
sekaligus beras gratis untuk penduduk miskin. Di sana seorang dokter
harus bertanggung jawab pada puluhan keluarga miskin. Rakyat
benar-benar diurus dan mereka yang miskin mendapat prioritas
pelayanan. Iran melakukan kegiatan yang sama. Presidennya hidup
sederhana dan tidak pernah merasa gentar dengan Amerika. Ini kisah
tentang Presiden Radikal yang tidak hanya memenangkan pemilu tapi juga
memenuhi harapan rakyat kecil. Mereka seolah diciptakan khusus oleh
Tuhan: untuk menjadi Presiden Rakyat! Ini baru 'benar-benar' Presiden.

Komentar
"Buku ini dapat menjadi semacam oase bagi gerakan-gerakan sosial yang
kekeringan gagasan dan imajinasi. Perpaduan pendekatan teoretis dan
temuan-temuan kontemporer menjadi poin tersendiri. Karena itu, buku
ini 'wajib' dibaca mereka yang mengaku aktivis gerakan sosial. Untuk
mereka yang berseberangan dengan ide-ide gerakan sosial, buku ini juga
patut diperhitungkan. Ulasan dan analisis fakta di dalamnya dapat
dijadikan bahan dialektika ideologi." - Balkon (Balairung Koran),
Edisi 90, 25 September 2006

Presiden Idaman Rakyat

Oleh:
Ahmad Makki Hasan - 04 Dec 2006, 05:39 pm
Pengurus PMII Cabang Kota Malang

Judul : Inilah Presiden Radikal!
Penulis : Eko Prasetyo
Penerbit : Resist Book - Yogyakarta
Cetakan I : September 2006
Tebal : xii + 159 halaman

Telah banyak buku yang dihadirkan oleh Eko Prasetyo. Mulai dari seri
Orang Miskin Dilarang (Sakit, Sekolah, Tanpa Subsidi) hingga buku Awas
Penguasa Tipu Rakyat. Kini hadir buku terbarunya dengan judul "Inilah
Presiden Radikal!". Dengan gaya bahasanya yang ringan, Eko memberikan
gambaran secara lugas potret kepemimpinan alternatif.

Pemimpin yang selama ini sangat antusias memikirkan nasib rakyatnya.
Pemimpin yang dulu pernah diserukan oleh Nelson Mandela, "Pemimpin itu
seperti seorang gembala. Ia berada di belakang kawanan, membiarkan
yang paling lincah di depan, diikuti domba-domba yang lain, yang tidak
menyadari bahwa mereka dipandu dari belakang".

Kehadiran buku ini memang patut diacungi jempol. Apalagi kemunculannya
sangat tepat. Di tengah negara kita yang mungkin sedang krisis
pemimpin dalam artian sebenarnya. Rakyat bangsa ini tidak cukup hanya
diberi tontonan gratis korupsi pejabat. Selalu mementingkan individu
dan kelompoknya masing-masing.

Bisa dibayangkan apa enaknya menjadi Presiden. Apalagi di negara yang
kondisinya lagi terpuruk seperti Indonesia ini. Negara yang kaya akan
hutang. Angka pengangguran dan kemiskinan terus meningkat drastis.
Pendidikan yang terbelakang dan terbengkalai. Bencana alam yang terus
menerus tanpa henti. Dan segala persoalan pelik lainnya yang terus
dihadapi bangsa Indonesia.

Kesemuanya ternyata tidak bagi para pemimpin. Itu hanyalah bagi
rakyat. Kalangan mereka yang dianggap sampah masyarakat. Sedangkan
untuk para elit politik dan penguasa jauh berbeda. Menjadi pejabat di
negeri ini dijamin kesejahteraannya. Mereka menjadikan rakyatnya
konsumen. Pemerintahkan tidak perlu repot-repot mengurusi rakyatnya.
Rakyat harus berjuang sendiri untuk tetap bertahan hidup. Bahkan tidak
hanya sekedar leluasa makan uang rakyat tetapi mereka juga selalu
diuntungkan.

Tidaklah berlebihan kalau dikatakan buku ini sangat cocok untuk dibaca
oleh Presiden dan calon Presiden. Dimana penulis mengulas sosok
Presiden yang lagi sangat dibutuhkan oleh rakyat Indonesia. Presiden
idaman bagi ratusan juta jiwa penduduknya. Dulu kita memiliki tokoh
bangsa yang cakap dan pemberani, seperti: Soekarno, Tan Malaka, Hatta,
Moh Natsir dan lain-lain. Sungguh tak masuk akal kalau hari ini dari
sekian ratus juta jiwa penduduk tidak ada yang layak jadi pemimpin.

Pemimpin dengan keberanian yang kemukau, menasionalisasi puluhuan
perusahaan asing dan dengan nekad membagi susu sekaligus beras gratis
untuk penduduk miskin. Penguasa yang benar-benar mengurus rakyat dan
mereka yang miskin mendapat prioritas pelayanan. Presiden yang
langsung memotong gaji dirinya dan kabinetnya dan menetapkan
pendidikan gratis untuk semua jenjang buat penduduknya.

Presiden haruslah punya dedikasi tinggi untuk kesejahteraan rakyat.
Antusias dalam menolong rakyat. Hakikatnya, kesejahteraan merupakan
hak asasi warga negara yang harus dipenuhi. Jika tidak, berarti
pemerintah telah mengabaikan hak-hak rakyat dan melalukan pelanggaran
kemanusiaan.

Sosok potret kepemimpinan altenatif di atas, Eko melirik Mahmoud
Ahmadinejad. Presiden Iran yang sederhana dan pemberani. Pemimpin
Venezuela, Hugo Chavez. Dengan lantang Hugo menyatakan menolak
perdagangan bebas Amerika. Presiden Kuba, Fidel Castro. Ia Pernah
menyatakan, "Aku yakin benar bahwa tatanan ekonomi sekarang ini, yang
dipaksakan oleh negeri maju, tidak saja kejam, tidak adil, tidak
manusiawi dan bertentangan dengan hukum keniscayaan sejarah, akan
tetapi juga, secara inheren, rasis!". Selain itu Eko juga mencontohkan
kepemimpinan Evo Morales, pemimpin Bolivia. Morales selalu
mengkampanyekan bahwa musuh paling jahat umat manusia adalah
kapitalisme.

Secara sekilas buku ini memang sedikit menjurus pada Anti-Amerika.
Dengan segala persoalan yang dihadapi oleh sebagian besar negara
berkembang diantaranya hutang yang melambung dan arus globalisasi yang
menyuburkan kapitalisme. Akan tetapi buku ini juga sangat menggungah
para pembaca tetang kebijakan-kebijakan yang diambil oleh Presiden
Radikal ini. Kebijakan yang sangat berani mengambil resiko hanya untuk
menyelamatkan rakyatnya. Sebagai contoh, Nestor Kirchner, Presiden
Argentina.

Nestor menolak membayar hutang dan menganggap bahwa akar persoalan
yang menyelimuti Argentina selama ini adalah perkara hutang. Sementara
itu, di akhir buku ini, penulis juga melukiskan kata-kata untuk
Presiden Indonesia yang sedang berkuasa dan kawan-kawan untuk
merenungkan kembali hakikat seorang Presiden. Pemimpin yang menjadi
idaman rakyat bangsa Indonesia saat ini.

-- 
Ezda
=> S2D4 the World

Kirim email ke