White Anglo-Saxon Protestants telah ratusan tahun dikatakan menjadi pilar dan 
pemegang kekuasaan di AS.
Ibunya Barack perempuan putih dari daerah farming di Kansas dan ayahnya orang 
Afrika dari Kenya. Andai Barack Obama 
dapat terpilih menjadi Presiden AS pada tahun 2008 atau setelah itu, mitos yang 
telah lama menjadi sebagian 
landasan perpolitikan kekuasaan di AS itu akan selesai.

Christen Barack Hussien Obama (45) terkenal sebagai orator ulung yang sangat 
karismatik, 
sangat ingin mempersatukan masyarakat AS yang selama pemerintahan Bush telah 
terpecah. Barrack dianggap 
oleh banyak pemilih dapat menjembatani "barikade-barikade" yang selama ini ada.

Di Democratic Party populer seperti seorang Rock Star, banyak yang mengatakan 
bahwa
ia punya banyak ciri yang juga dipunyai oleh John dan Robert F. Kennedy.

Pravo, koran yang prestisius di Praha, Rep Ceko menyimpulkan standpoints nya. 
Bahwa Obama seorang leftist democrat,
ingin meninggikan pajak untuk "the Haves" dan memperbanyak pertolongan sosial 
bagi "The Have-Nots". Dia sangat
menentang perang di Irak dan menyuarakan tuntutan ditarikmundurnya 
(disengagement) tentara AS dari negeri tsb.

Kelemamahannya karena dia belum pernah berkiprah di ranah administrasi, belum 
pernah menjadi Gubernur atau
menjadi pejabat tinggi federal. Di Senat dia baru dua tahun. Kelemahan ini juga 
dipunyai oleh Tony Blair sebelum menang
pemilu term pertama 7 tahun yang lalu. Namun pemerintahannya cukup baik, 
sebelum terperosok ikutan Bush doyan perang
di Irak.

Saya tidak setuju ketika seorang netter, Holy Uncle, menulis bahwa "Obama cuma 
seorang badut didalam arena pilpres AS".
Seorang badut tidak akan sanggup seperti Barack lancar berdiskusi dengan para 
pemuda galak dari ghettos yang penuh narkoba
dan juga dengan alumni dari universitas2 anggota Ivy League yang sangat 
presitisius, seperti Harvard dan Yale. Ia alumnus 
Fakultas Hukum di Harvard (1991).  Seorang badut tidak akan membuat Hillary 
Clinton pun harus kerja keras untuk mencoba,memenangkan democratic Party 
Primaries. Dan mulai membuat bludregnya para neo-konservatif di Partai Republik
dan White House menanjak!

Barack adalah sebuah tonggak menjulang dalam multikulturalisme dan didalam 
"melting pot" yang ada di USA.

Dengan Congress yang dipegang oleh Partai Demokrat, apalagi bila Obama jadi 
Numero Uno (No. 1) sangat mungkin
permasalahan HAM di Indonesia, dan diseluruh dunia, akan mendapat perhatian 
yang lebih besar.
Dan mungkin dapat juga diharapkan RI tidak akan harus bertingkah-laku 
seakan-akan seperti negara bagian ke-51 dari USA.

Well, let's wait and  see.
Btw, menurut sk Pravo itu Barack mempunyai adik perempuan yang sangat 
dicintainya, dari pernikahan ibunya dengan pemuda Indonesia Soetoro.

Salam, Bismo DG

Kirim email ke