IIIHIMsight ed. 28 Januari 2007
  HIMailinglist : [EMAIL PROTECTED]
   
   
   
  HIMemo
  Mohon maaf atas keterlambatan edar 3 edisi HIMtertainment minggu ini yang 
dikarenakan adanya kendala teknis padatnya traffic milis YahooGroups dan 
koneksi internet ditempat penulis sedang down yang mengakibatkan artikel ini 
baru dapat dikirim siang hari ini. Terima kasih atas atensinya.
   
   
  HIMtv
  Talkshow boleh dibilang salahsatu program televisi dengan anggaran yang 
tergolong rendah, setidaknya bila dibandingkan dengan pembuatan syuting 
sinetron yang memakan banyak waktu, lokasi, maupun peralatan. Disamping topic 
dan format talkshow, peran pembawa acara bolehlah dibilah sebagai tokoh sentral 
dalam hal bagaimana membuat sebuah acara bincang2 yang tadinya dikesankan 
sebagai acara membosankan menjadi suatu tontonan yang menarik, menghibur, dan 
mendidik. 
  Bila anda penyuka talkshow ala Oprah Winfrey, ketiga unsure diatas boleh 
disebut sudah ada dalam program bincang-bincangnya. Sedangkan untuk tayangan 
talkshow local boleh dibilang hanya sebatas mencakup 2 unsur saja. Semisal 
untuk acara talkshow dengan topic politik, ekonomi, dan social budaya boleh 
dianggap hanya mengandung unsure menarik dan mendidik, belum sampai taraf 
menghibur. Yang booming sekarang ini justru adanya gejala beberapa talkshow 
yang menarik dan menghibur, namun elemen edukasinya bisa dianggap digarap tidak 
serius. Format humor, bercanda, dan tidak serius justru dijadikan jualan 
utamanya.
              “Empat Mata” boleh dianggap fenomena yang tak diduga sebelumnya 
karena presenter-nya sendiri bukanlah dari kalangan yang biasanya diplot oleh 
pengelola tv menjadi MC, seperti Ferdy Hasan, Nico Siahaan, Tantowy Yahya, 
Becky Tumewu, dan sebagainya. Program “Om Farhan” yang bentrok jam tayangnya 
tentu terpukul secara rating, padahal ANTV sudah susah payah menggaet presenter 
ini dari acara Lepas Malam TransTV. 
  Tak mau kalah format presenter comedian juga dipasang TPI lewat acara “Dewa 
dewi malam”. Indosiar “mengganti” slot Republik BBM dan Pengadilan BBM dengan 
SMS ( Senin Malam Show ) yang menghadirkan Indro Warkop dan Taufik Savalas. 
SCTV menurut penulis penulis melakukan blunder ketika menayangkan “Midnite 
show”. “Kick Andy” sebenarnya punya kans untuk menyodok sebagai program 
talkshow yang unik, namun perihal segmentasi pemirsa yang terbatas justru 
menjadi kendala mengapa tayangan ini belum booming. 
   
   
  HIMovie
  The most anticipated movie of 2007 : Spiderman 3. Topik serupa ini 
diterbitkan oleh 2 majalah yang mengulas khusus soal film ( Cinemags & Movie 
Monthly ) dalam waktu yang hampir bersamaan dalam edisi terbarunya. Sementara 
film nasional apakah yang paling diantisipasi oleh pemirsa Indonesia, 
mungkinkah itu remake film “Badai pasti berlalu” yang akan tayang bulan depan ? 
Tidak hanya pembuatan ulang film yang telah beredar 30 tahun lalu ( dengan 
actor dan artis yang berbeda tentunya ), bahkan soundtrack-nya pun dipermak 
lagi dengan nuansa artis2 masa kini.
  Proses “remake” tentulah hal yang sah-sah saja dalam industri perfilman, 
namun seperti halnya dalam industri musik rekaman, bila tidak ada sesuatu hal 
yang baru ditawarkan kepada pemirsa, maka banyak yang akan mencibir bahwa masih 
lebih greget film orginalnya, dech ! Btw, ditengah maraknya film2 bertema 
horor, gaib, mistik, misteri atau apapun namanya yang belakangan ini beredar di 
bioskop, “Badai pasti berlalu” pastilah memiliki nilai jual tersendiri. Bila 
dianggap sukses, mungkin nanti trend remake seperti ini akan menular pula untuk 
film2 box-office era 70-80an. Siapa tahu kita bisa menyaksikan “Gita Cinta dari 
SMA” versi millennium ?
   
   
  HIMtermezzo
  Pekan lalu, harian ibukota dihebohkan lagi oleh kasus penipuan yang berbasis 
perdagangan valas. Dalam tempo 2 bulan saja, uang yang diraup perusahaan 
bo’ongan itu sudah berjumlah milyaran rupiah dengan nasabah yang tertipu 
mencapai ribuan. Yang menarik sekaligus memprihatinkan, justru banyak dari 
kalangan yang kita anggap terpelajar yang menjadi korbannya.
  Penulis bukan hendak membahas trik curang para penipu tersebut, tetapi lebih 
pada ke sisi mengapa trend “cara cepat menjadi kaya” ini begitu membius banyak 
orang. Bila anda sering berkunjung ke toko buku, sesekali tengoklah rak2 buku 
panduan yang mengupas soal “kaya” ini ( disamping ada juga buku sejenis dengan 
bahasan berdasarkan versi peruntungan, shio, fengshui, dsb ), mulai dari tips 
investasi, info franchise, usaha seperti apa yang tingkat keuntungannya tinggi, 
sampai bagaimana seorang karyawan bisa kaya.
  Di banyak suratkabar pun bermunculan banyak seminar2 yang mengupas tentang 
“menjadi kaya” ini, selain diberi bonus vcd, diskon seminar lanjutan, sampai ke 
praktek hypnosis untuk meningkatkan kemampuan sales seseorang. Tak lupa pula 
menghadirkan beberapa “saksi” yang dianggap bisa mewakili bahwa ucapan sang 
pembicara itu bukan sebatas omong kosong, ada kok bukti orang yang telah 
mempraktekkan hasil seminar tersebut. 
  Prinsip kerja keras mungkin tidak populer untuk dibahas dalam bentuk 
training2 yang terkesan bisa menghasilkan keuntungan secara instan, tapi jangan 
sampai bersikap takabur, gitu donk ! Bagi penulis, kalau sudah rejeki tak’kan 
lari kemana. Selalu bersyukur akan nikmat dan karunia yang telah diberikanNya.
   
   
  HIMoments this week :
  A shoulder to cry on ( Tommy Page )
   
   
   
  HIMtertainmentSound is provided by :
  Retromantic of HardrockFM87.6
  Rhytym of love of  MustangFM88
  Monday Back2back, Wednesday Slow Machine, & Sunday Club 80’s of KISFM95.1
  One Love of JAKFM101
   
   
  HIMsight | HIMpersada10 |  HIMoments
  HIMfs : [EMAIL PROTECTED]   |   HIMblog! : 
http://himfiles.blogs.friendster.com
  HIMym : jukeboxlist   |   HIMailinglist : [EMAIL PROTECTED]
   

                
---------------------------------
Meet your soulmate!
 Yahoo! Asia presents Meetic - where millions of singles gather 

Kirim email ke