Wisudo, artinya kamu itu diwisuda, dipercaya, diberi amanat. Amanat
itu adalah dari Rakyat, yaitu mengemban amanat hati nurani rakyat.

Wis itu artinya selesai, artinya juga menahan diri,

Semoga harapan ku, kamu itu bisa menjadi panglima hati nurani
rakyat, dengan banyak memikirkan pembacamu, masalah rakyat, termasuk
di Ambon itu.

Saya ini sudah tua, kalau mauku sih aku itu mancing ikan lele,
daripada ngurusi amanat hati nurani rakyat, yang toh kamu sudah lama
ikut tapi ora ngerti-ngerti. sampai diewer-ewer Satpam, lha
piye?

Kadang yang paling sulit itu mengerti menyadari kesalahan kita,
bukannya maju terus pantang mundur, dan menyuruh Pemimpin mu
mundur. Lha pemimpin redaksi mu itu sudah mengalami kejadian
seperti kamu itu bolak-balik, sudah berbuat kesalahan seperti kamu
bolak-balik, masak disuruh ngganti, dengan sepertimu, yang
masih belajar. Lha piye?

Aku itu sedih, Wis, kalau besok aku menghadap Yang Kuasa, aku
mengharapkan kamu bisa membalik hatimu, yaitu dengan memikirkan
Rakyatmu, termasuk yang di Ambon itu.

.........

(lampu mati)

salam renung,
Goenardjoadi Goenawan
pembaca Kompas


Kirim email ke