Mas Satrio, anda benar.
Ya... acara TV sekarang semakin bagus, sudah tidak ada gambar mayat ditemukan di selokan terus di close up, nggilani. sekarang pakai kaca buram, mendingan, termasuk acara sergap, memburu pasangan selingkuh di hotel-hotel, yang tertangkap diwawancara, namun dasar maunya heboh, yang diwawancara kadang diburam, kadang jelas-jelas seperti Menteri menjelaskan harga beras. Lama-lama kalau rakyat semakin buas, semakin banyak korban konser Ungu, jangan heran, gurunya banyak di TV, darah, racun, parang, waaaaaaaah lha piye? salam, Goenardjoadi Goenawan --- In [email protected], Satrio Arismunandar <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Aneh bin ajaib. Ketika stasiun TV mematuhi seruan/aturan KPI dan manut pada kritik masyarakat yang gusar dengan tayangan yang dianggap berbau pornografi, untuk menyajikan tayangan yang sopan dan santun, malah ditanggapi dengan sinis, bahwa akan terwujud "TV Syariah"???? > > Memangnya kalau Trans-7 dituntut di pengadilan dengan denda sekian milyar, Bung Radityo dan Bung Andi Yuwono mau membantu membayar sanksinya? Baca dong isi aturan KPI. > > Satrio Arismunandar > Producer - News Division, Trans TV, Floor 3 > Jl. Kapten P. Tendean Kav. 12 - 14 A, Jakarta 12790 > Phone: 7917-7000, 7918-4544 ext. 4026, Fax: 79184627 > > http://satrioarismunandar6.blogspot.com >
