Kalau .... jadi mantan Presiden..

Akan aku ajarkan kepada Capres didikanku, bagaimana cara mencapai RI1, one
way or another..
termasuk dengan berbohong, kalau terpaksa.. takut ketahuan Presiden saat
itu..

Akan aku ajarkan Presiden terpilih (siapa tahu Capres didikanku yang menang)
agar menutup
pintu 'pembelotan' dari anak" buahku (Menteri dan jajarannya).. Masa jeruk
mau makan jeruk..
eh brutus mau dibrutusin.. :-)

Akan aku ajarkan kepada Presiden terpilih (aku do'akan agar Capres didikanku
yang menang),
bagaimana berbohong di depan publik dengan baik dan 'benar', bagaimana
berpura" kaget
saat terdengar kabar anggaran di salah satu tempat naik 57%.. :-P

Akah aku ajarkan bagaimana mencari simpati negara lain (khususnya 'negara
preman'),
agar kita tidak dihajar/diserbu dengan bom atau serangan militer.. perkara
kekayaan alam kita
dikeruk untuk keuntungan asing, itu urusan belakangan..

Akan aku.. silahkan lanjutkan sendiri lah.. :D

CMIIW..

Wassalam,

Irwan.K

On 1/18/07, Deny Sidharta <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

  Kalau aku jadi mantan Presiden...

Aku akan memberikan ucapan selamat kepada presiden penggantiku yang telah
dipilih rakyat secara demokratis....
Karena kemenangan bagiku saat itu adalah keberhasilanku menyelenggarakan
pemilu secara demokratis .. sehingga terpilihlah penggantiku....

Aku akan hadir pada upacara serah terima jabatan dan pelantikan presiden
baru penggantiku ....
Karena dengan begitu, berarti aku telah menyerahkan segala tanggung jawab
yang telah aku terima tetapi belum sempat aku laksanakan ketika aku masih
menjadi presiden....

Aku akan hadir pada setiap upacara kenegaraan apabila aku mendapatkan
undangan... dan tentu saja aku akan selalu hadir pada peringatan kemerdekaan
negara yang pernah aku pimpin... ini ....

Aku akan siap memberikan bantuan kepada presiden penggantiku, karena aku
sadar.. mau tidak mau presiden penggantiku ini harus bekerja melanjutkan
pekerjaan yang belum sempat aku selesaikan atau komitmen yang telah aku buat
namun belum sempat aku laksanakan ......
Bahkan mungkin, presiden penggantiku ini terpaksa menjalankan
Undang-undang atau peraturan lainnya yang telah aku terbitkan saat itu ....

Tidak akan pernah aku mencemooh pekerjaan presiden penggantiku,.... karena
bagiku... mencemooh penggantiku adalah "bagaikan menepuk air di dulang .....
Tidak akan pernah aku menyangsikan kebijakan yang dilakukan presiden
penggantiku ... karena apapun itu... aku tahu... dia punya alasan yang kuat
untuk melakukannya.... aku hanya berdo'a ... semoga penggantiku melakukan
hal itu untuk seluruh rakyat .... untuk negaraku.. untuk bangsaku....

Sekarang yang aku pikirkan adalah,... bagaimana membantu presiden
penggantiku dengan membagi pengalamanku ketika aku duduk di posisinya.....
dan ....... aku selalu berdo'a semoga penggantiku ini diberikan kesehatan
dan umur panjang agar dapat memimpin negeriku ini dengan baik sampai akhir
jabatannya.......
Tidak pula aku lupakan .... untuk selalu berdo'a agar presiden penggantiku
ini berprinsip "mikul dhuwur mendhem jero"... sehingga apabila pada saat itu
aku sempat melakukan kesalahan... maka aku tidak dihukum karenanya....

Saat ini yang ingin aku lakukan adalah... kumpul dengan keluarga dan
anak-anakku, momong cucuku dimana hal itu tidak sempat aku lakukan ketika
aku masih jadi presiden...










>KALAU AKU JADI MANTAN PRESIDEN
>
>Aku pasti sudah punya pengalaman memimpin negara
>Aku pasti sudah sering studi banding ke negara lain
>Aku seharusnya sudah tahu pasti keluhan rakyat selama ini
>Aku seharusnya memang sudah tahu akar permasalahan negeri ini
>Makanya aku TIDAK AKAN banyak komentar
>yang justru tidak akan memberikan sumbangsih apa-apa
>
>Aku akan kumpulkan para mantan presiden sebelumku,
>untuk bersinergi bagaimana membangun negeri
>Aku akan datang ke Presiden baru penggantiku, dan kukatakan
>"Apa yang bisa aku bantu ???"
>
>Karena aku yakin, Indonesia dan rakyatnya yang sedemikian besaarr
>mungkin perlu SINERGI dan KERJA TIM antara Presiden dan para
>mantannya
>untuk membuat langkah nyata mensejahterakan mereka
>Aku maklum, langkah ini memang harus aku yang memulai ...
>Aku ingin KESEJAHTERAAN rakyatku jadi kenyataan
>dalam waktu yang LEBIH SINGKAT
>
>KALAU AKU JADI ANGGOTA DPR / DPRD
>Aku pasti lupakan kepentinganku atau golonganku
>Segala yang kupikir adalah bagaimana aku dan DPRku
>bisa jadi MITRA bagi EKSEKUTIFku
>Sehingga bisa saling mengisi untuk kemajuan Rakyat
>yang sudah mempercayaiku untuk duduk di KEHORMATAN ini
>
>KALAU AKU JADI POLITIKUS
>Inilah kesempatanku berbakti kepada rakyatku
>Inilah kesempatan LADANG AMAL SHALEH bagi AKHIRATku
>Setiap kata yang keluar dari mulutku
>Akan aku jaga selalu adalah kata2 TERHORMAT dan BIJAK
>Bukan janji2 kosong atau umpatan2 jijik
>Karena aku tahu, di akhirat kelak ...
>Allah akan meminta pertanggungjawabanku.
>
>KALAU AKU JADI TOKOH / CENDEKIAWAN
>Aku akan kumpulkan para kawan sejawatku,
>nggak peduli dari suku atau agama apa pun,
>untuk bersama menghadap ke Pimpinan Negara ini,
>"Apa yang bisa kami bantu bapak Presidenku?"
>"Kami tahu, untuk mensejahterakan bangsa ini
>tidak cukup dengan KOAR-KOAR kami di tengah jalanan,
>tapi dengan sumbangan karya nyata kami"
>"Kami siap kalau harus turun ke pelosok negeri yang terpencil,
>kami siap harus bergaul dengan rakyat jelata,
>kami siap terjun dalam kekumuhan sekalipun,
>yang penting bangsa ini SEGERA keluar dari krisis ini ..."
>
>Kini aku adalah RAKYAT KECIL BIASA.
>Tapi Aku sudah berkontribusi bagi negeri,
>dengan tidak bergantung pada subsidi,
>dengan memberikan lapangan kerja bagi beberapa orang bangsaku,
>dengan sumbangsih pikiran & tenagaku di lingkungan RTku,
>dengan tidak mengeluh atau mengomeli para pimpinan negeri,
>yang aku yakin mereka sudah bekerja keras dan cerdas ...
>
>Aku berdoa kepada Tuhan-ku,
>Ya Allah, berikan jalan keluar yang mudah dan barokah kepada bangsaku
>Bimbinglah para pemimpinku,
>Sejahterakan rakyat yang jadi saudara2ku ...
>Jadikan kami sebagai bangsa yang paling TERHORMAT
>yang saling menghormati sesama,
>dan selalu BERTOBAT kepada MU ...
>
>Maspri

Haniwar
http://haniwar.blogspot.com/

Kirim email ke