Pak Wido, adil itu bagaimana maksudnya?
Memang kondisinya sekarang seperti itu. Apakah perlu membangkitkan amarah
orang-orang Islam (seperti Anda), meningkatkan 'solidaritas' untuk kemudian
melakukan pembalasan rame-rame? Setau saya, itu yang memang diinginkan oleh
orang-orang di Tanah Runtuh. Memang di tahun 2000 Tibo cs membunuh banyak orang
di km9, tp dia sudah dihukum. Sedangkan 16 nama yang dituding terlibat, sudah
diusut kok. Sementara sampai sekarang, orang-orang di Tanah Runtuh maunya
jumlah korban yang seimbang dari pihak 'lawan' dan 16 nama itu dihukum. Kalau
mereka memang terlibat sebagai master mind, pasti akan tiba waktunya untuk
dihukum. Bapak kan juga tau ada aturan di Islam, bahwa mengampuni itu lebih
sempurna dan mulia (teks literalnya Anda pasti lebih hafal, saya gak biasa
menghafal).
Di luar itu, orang Poso -yang Kristen maupun Islam- sudah capek dengan
konflik dan intimidasi. Biarkan mereka hidup.
-des-
Satrya Wibawa <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Mas Supraha..
kalau anda menonton video itu lagi,
dan tahu serta kenal orang yang mengatakan bahwa
video menjijikkan itu adalah video poso, mohon
disampaikan saja bahwa video itu sebenarnya rekaman
konflik sampit: antara etnis madura melawan Dayak -
Melayu.
kalau ada yang menyebut itu video poso, mungkin
orang itu hanya ingin provokasi, atau orang bego
atau orang yang tidak punya kerjaan.
cara propaganda yang menjjikkan.
satrya
15. Ketidakadilan MEDIA dalam pemberitaan POSO
Posted by: "Wido Q Supraha"
[EMAIL PROTECTED] milis1979
Date: Wed Jan 31, 2007 5:12 am ((PST))
Saksi Poso Berbicara Di Jakarta
(laporan Syarifuddin Ambalawi)
Hanya selang 2 hari setelah sweeping Brimob
terhadap 16 muslim Poso yang
termasuk dalam DPO (Daftar Pencarian Orang) yang
menyebabkan tewasnya
belasan penduduk sipil muslim Poso 22 Jan 2007
lalu, Ust. Ahmad kemudian
diutus oleh Ust. Adnan Arsal, tokoh agama Islam
Poso setempat, untuk ke
Jakarta melaporkan fakta sebenarnya. Kamis, 25
Jan 2007, Ust. Ahmad
didampingi beberapa tokoh Forum Umat Islam,
termasuk Ust. Abu Bakar Ba'asyir
dari Majelis Mujahidin Indonesia dan Habib Rizieq
dari Front Pembela Islam,
mendatangi Komnas HAM untuk menyampaikan fakta.
Rekaman Video Yang Menjijikkan
Rekaman video kekejaman 'Kristen Radikal' pada
masa sebelum kesepakatan
Malino dipersaksikan. Tampak belasan mayat anak
kecil Muslim sedang
dikumpulkan, diantaranya ada anak balita yang 1/3
tempurung kepala bagian
atasnya lepas terbacok rata (kemudian
disambungkan lagi), usus terburai dan
anak kecil lainnya yang punggung atau bahunya
terbelah lebar dan dalam bekas
bacokan. Disisi lain tampak pula mayat-mayat
orang dewasa termasuk para
wanita dewasa. Mayat seorang ibu terlihat
pergelangan tangannya putus rata
dibacok dengan senjata yang sangat tajam yang
menyebabkan bekas bacokannya
sangat 'rata'.
Suatu rekaman video penutup akhirnya diputarkan
yang menyebabkan teriakan
ledakan marah para pemuda ormas Islam yang ikut
hadir disertai teriakan
histeris para wartawan yang ikut menyaksikan.
Dalam rekaman ini tampak
seorang pemuda muslim Poso sedang dikeroyok oleh
sekelompok pemuda Kristen
Radikal (istilah yang dikemukakan Habib Rizieq
untuk membedakannya dengan
umat Kristen umum). Sebuah golok telah menyabet
kulit kepala pemuda tersebut
hingga terkelupas selebar dan setebal kue serabi,
sehingga terlihat daging
berwarna putih dan kelupasan kulit kepala yang
masih menggantung di
kepalanya terumbai-umbai ketika ia bergerak
kesana kemari. Pemuda muslim ini
terlihat masih bisa berdiri dan teriak-teriak
Satrya Wibawa
http://menunggu-juli.blogspot.com
http://www.friendster.com/satryawibawa
Yahoo Id: igaksatrya
---------------------------------
To help you stay safe and secure online, we've developed the all new Yahoo!
Security Centre.