(Tulisan ini juga disajikan dalam website
http://perso.club-internet.fr/kontak.)



                    Sekitar harta haram Tommy Suharto



Kasus penyimpanan uang oleh Tommy Suharto dalam Banque Nationale de Paris
(BNP) sebesar 36 juta Euro (atau sekitar Rp 421 miliar) merupakan bukti
tambahan tentang betapa besar kekayaan yang ditumpuk oleh Suharto beserta
keluarganya melalui KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme) dan segala macam
penyalahgunaan kekuasaan. Bahkan, menurut Financial Times, jumlah seluruhnya
bisa mencapai 60 juta Euro. Ini merupakan jumlah uang yang besar sekali !!!



Asal mulanya, Tommy Suharto dengan diam-diam telah menyimpan uang yang
begitu besar jumlahnya itu di BNP, yaitu 2 bulan sesudah Suharto dipaksa
meletakkan jabatan dan kekuasaannya dalam tahun 1998. Bahwa Tommy Suharto
dengan buru-buru menyimpan uang yang begitu besar di bank asing itu saja
sudah perlu dicurigai. Dan patutlah kiranya djsangsikan bahwa perbuatan
Tommy yang menyangkut jumlah uang yang begitu besar itu tidak diketahui oleh
ayahnya (atau orang-orang terdekat ayahnya)



Akhirnya, Tommy Suharto mengajukan gugatan ke pengadilan Inggris karena BNP
tidak mau mencairkan dan memindahkan uang yang jumlahnya sangat besar ini ke
bank lain, meskipun Tommy Suharto sudah berkali-kali mengeluarkan perintah
pemindahan (transfer), karena BNP mencurigai asal-usul uang ini, yang diduga
berasal dari hasil korupsi.



Mengingat pentingnya kasus ini untuk diketahui oleh sebanyak mungkin orang,
maka website  http://perso.club-internet.fr/kontak akan terus menyajikan
berbagai berita atau tulisan sekitar persoalan yang bisa menggambarkan
dengan jelas bahwa Tommy Suharto -- anak kesayangan mantan presiden RI, yang
juga mantan panglima tertinggi ABRI dan pimpinan utama GOLKAR – ternyata
merupakan maling besar sekali dan juga seorang pembunuh.



Berbagai berita atau tulisan mengenai Tommy Suharto (dan mengenai Suharto
sendiri) ini juga makin membuktikan kepada kita semua bahwa « keluarga
Cendana »  adalah puncak dari segala kebusukan,  dan kebobrokan. Sekarang
makin nyata bagi banyak orang bahwa Suharto beserta keluarganya (dan
orang-orang terdekatnya) sama sekali bukanlah orang-orang yang patut
disanjung-sanjung seperti selama 32 tahun di masa yang lalu.



Suharto (dan keluarganya) adalah contoh dari kebobrokan dan kerusakan moral
atau kebusukan politik Orde Baru, yang terdiri dari sebagian dari pimpinan
militer dan Golkar. Oleh karena itu, membeberkan segala kejahatan dan
kebusukan Tommy Suharto berarti juga membongkar (secara langsung dan tidak
langsung) kebobrokan dan kebusukan rejim militer dan Golkar. Dari sudut ini
jugalah pentingnya kita lihat kasus Tommy Suharto ini.



Apalagi, sama-sama kita lihat bahwa banyak sekali dari problem-problem besar
dan parah yang dihadapi oleh bangsa dan negara kita dewasa ini pada dasarnya
adalah akibat atau produk dari sistem politik, ekonomi, sosial dan moral
yang dijalankan rejim militer Orde Baru, yang masih diteruskan oleh Golkar
(yang sekarang dipimpin Jusuf Kalla) dan unsur-unsur pendukung Orde Baru
lainnya.



Oleh karena itu, kita semua perlu memandang juga kasus Tommy Suharto dari
sudut kebobrokan atau kebusukan Orde Baru. Kejahatan atau kebusukan Tommy
Suharto tidak bisa dipisahkan sama sekali dari kesalahan dan kebusukan
Suharto dan Orde Baru.



Mengingat itu semua, kita semua perlu berusaha bersama-sama terus mendorong
(sambil mengawasi dengan waspada) pemerintah (antara lain, Kejaksaan Agung)
untuk terus menangani kasus penyimpanan uang haram di BNP ini secara tegas,
berani, transparan, dan tuntas.





  1.. Umar Said


PS. Untuk mengikuti masalah penyimpanan uang haram Tommy Suharto di Banque
Nationale de Paris (BNP) dapat di-klik rubrik « Sekitar harta haram Tommy
Suharto » dalam website http://perso.club-internet.fr/kontak.











--
No virus found in this outgoing message.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.5.432 / Virus Database: 268.17.18/662 - Release Date: 31/01/2007
15:16

Kirim email ke