DearFriends,
aaa)Terimakasih informasi tersebut. Kami adalah putera salah seorang teman
dekat al.A.Y.Patti dimasakecil dan semasa hidup alm. Ahmad Sju'eib beliau
sering bercerita tentang kehidupan di Digoel tersebut dan nama A.Y.Patti
juga turut terdengar ditelinga kami.
bbb) apakah kami dapat alamat Putera/puteri atau kerabat dekat beliau? Di
Bandung atau Ambon? Apakah keluarga masih ada menyimpan foto-foto kenangan
di Boven Digoel? Seandainya ada mungkin kah kami boleh
memperbanyaknya?Karena kami sedang mengumpulkan foto-foto lama tersebut
dalam rangka penulisan dan fakta sejarah di boven Digoel.
cc) Persoanl kontak adalah : Asmun A. Sju'eib, Jl. Merpati
5/280,RT.04/Rw.013, Kota Depok-Bogor. Telp.:021-752-1881 : HP.
0812-923-2211
Salam hormat dan Merdeka!!!
Asmun

http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2007/012007/30/0212.htm


Makam Pahlawan Dibiarkan Rata dengan Tanah...
BANGSA yang besar, adalah bangsa yang menghargai para pahlawannya. Jika
salah satu ruas jalan di Kota Bandung bernama Jln. Perintis Kemerdekaan,
tujuannya adalah menghargai pahlawan. Tragisnya, nasib makam salah satu
pejuang perintis kemerdekaan, Alexander Yacoeb Patti (A.Y. Patti), tidak
mencerminkan adanya perhargaan.


      SUWIDJA Mihardja (65), kuncen TPU Pandu menandai makam Pejuang
Perintis Kemerdekaan A.Y. Patti yang tak terawat dan sudah rata
dengan tanah di TPU Pandu, Kota Bandung, Senin (29/1).*FEBY
SYARIFAH/"PR"
Makamnya di Taman Pemakaman Umum (TPU) Pandu Kota Bandung, sama sekali
tidak terawat. Bahkan, makamnya nyaris tidak bisa dikenali karena sudah
rata dengan tanah. Tidak ada satu pun prasasti, nisan, atau tanda lainnya.

"A.Y. Patti ini merupakan satu-satunya pejuang perintis kemerdekaan yang
makamnya masih di TPU Pandu. Ia seorang Sipil Ajudan Djenderal (Adjen)
Markas Besar Angkatan Darat yang pernah ditempatkan di Bandung," ucap
seorang penjaga TPU Pandu, Suwidja Mihardja (65) saat ditemui "PR", Senin
(29/1).

Di Kota Ambon yang merupakan kota asal A.Y. Patti, namanya terpampang
sebagai jalan protokol utama dan masjid raya di sana. Namun siapa sangka,
kondisi makamnya di Kota Bandung sangat menyedihkan. Berdasarkan nisan
yang tergambar pada dokumentasi foto (diambil sekira tahun 90-an),
tertulis A.Y. Patti wafat pada tanggal 16 Januari 1953.

Ray Patti, anak bungsu dari pejuang yang pernah ditahan di Digul bersama
Presiden Soekarno tersebut, menyatakan kekecewaannya kepada Pemerintah
Indonesia. "Saya benar-benar kecewa dengan kondisi makam papa yang kini
seperti tempat sampah. Kalau seperti itu keadaannya, lebih baik cabut saja
gelar pahlawan perintis kemerdekaan yang pernah dikasih ke papa. Selain
itu, hapus juga plang nama Jalan A.Y Patti di Kota Ambon," tuturnya via
telefon semalam.

Tahun 1996, kata Ray, ia dan keluarga besar Patti pernah mengirim surat
kepada Dinas Sosial Kota Bandung. Isinya meminta agar makam A.Y. Patti
dipindahkan ke kompleks pemakaman Pejuang Perintis Kemerdekaan di TMP
Cikutra, Kota Bandung. "Namun, sampai detik ini belum ada jawabannya.
Katanya bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati pahlawannya. Tapi
ini malah disia-siakan," ujarnya pula.

Kasubdin Pemakaman Kota Bandung, Drs. Agus Bustomi Susanto menyatakan,
dirinya baru tahu kalau di TPU Pandu ada makam pahlawan perintis
kemerdekaan yang tidak terawat. "Yang kami tahu memang ada makam bekas
para pejuang. Kondisinya memang tidak begitu baik, karena kami pun
terbatas dananya. Apalagi junjungan (atasan) saya, baik Kepala Distankam
Kota Bandung maupun Wali Kota Bandung tidak menginstruksikan untuk
merawatnya," ucap Tommy, panggilan Bustomi.

Kepala TPU Pandu, Iwan Gustiana juga mengaku dalam posisi sulit. "Di satu
sisi, kami kekurangan lahan makam, tapi di sisi lain kami tidak bisa
membongkar makam A.Y. Patti maupun 100 prajurit lainnya di sini, karena
berada di bawah tanggung jawab Skogar. Kami juga tidak bisa menarik
retribusi dari pihak keluarga," ucapnya. (Feby Syarifah/"PR")


Kirim email ke