http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2007/022007/07/0704.htm

Mahasiswa Unsil, Sementara, Dilarang Berjanggut



TASIKMALAYA, (PR).-
Direktur Jenderal (Dirjen) Potensi Pertahanan, Departemen Pertahanan, Prof. Dr. 
Budi Susilo Soepandji mengatakan, kegiatan pendidikan pendahuluan bela negara 
(PPBN) yang dilakukan oleh mahasiswa baru di Universitas Siliwangi (Unsil) 
Tasikmalaya, sama sekali bukan berarti militerisasi di kampus. 


     
      DIRJEN Potensi Pertahanan, Dephankam, Prof. Dr. Budi Santoso (kiri) 
memberikan ceramah tentang bela negara di hadapan mahasiswa Universitas 
Siliwangi (Unsil) yang ikut latihan bela negara di Unsil, Tasikmalaya, Senin 
(5/2).* UNDANG SUDRAJAT/"PR" 
Kegiatan itu, justru dinilai oleh Departemen Pertahanan, sangat positif dalam 
menanamkan kedisiplinan, kejujuran dan cinta tanah air. Kegiatan ini, mestinya 
tersebar di semua kampus yang ada di seluruh Indonesia.

"Kegiatan ini jangan dilihat militerisasi masuk kampus, sama sekali bukan. 
Jangan demikian melihatnya, karena ada nilai-nilai yang relevan dan positif 
untuk mahasiswa. Terutama dalam menanamkan kecintaan terhadap tanah air," kata 
Dirjen Potensi Pertahanan Budi Susilo Soepandji, Senin (5/2) kepada "PR", usai 
membuka PPBN di Unsil, Tasikmalaya. 

Hadir dalam kesempatan itu, Rektor Unsil Prof. Dr. H. Numan Soemantri, dan tamu 
undangan lainnya. Peserta PPBN sendiri sebanyak 1.646 orang, dengan kegiatannya 
dimulai 5 hingga 10 Februari. Peserta menggunakan seragam lengkap, mirip 
seragam lapangan militer. Bagi pria, ada aturan khusus yaitu rambut mesti 
pendek, "tidak boleh berjanggut" dan tidak berkumis secara berlebihan.

Lebih lanjut dikatakan, kegiatan yang dilakukan Unsil memiliki nilai strategis 
tinggi di tengah kesan semakin menjauhnya pendidikan kewarganegaraan dalam arti 
pendidikan sebagai warga negara. Termasuk, dunia pendidikan yang lebih mengarah 
pada pendidikan kewarganegaraan sebagai pendidikan terhadap warga negara yang 
cenderung beraroma intelektualitas akademis semata.

Departemen Pertahanan sendiri, katanya, saat ini sedang mempersiapkan RUU 
Pendidikan Kewarganegaraan. RUU ini merupakan implementasi persiapan dini 
sistem pertahanan negara bersifat semesta yang mempersiapkan setiap warga 
negara menjadi unsur kekuatan bangsa. 

Hakikat pendidikan kewarganegaraan sendiri adalah upaya sadar dan terencana 
menumbuhkan kesadaran hak dan kewajiban warga negara dalam bela negara yang 
dilandasi sikap moral dan watak bangsa. Selain itu, pemahaman politik 
kebangsaan demi kelangsungan kehidupan dan kejayaan bangsa dan negara.

Apa yang dilakukan Unsil, jelas sudah hal yang positif. Karena setiap warga 
negara juga perlu peran aktif dalam bela negara, dalam berbagai bentuk. Di 
antaranya, melalui pendidikan pendahuluan bela negara yang kini 
dilangsungkannya. 

Ketua Panitia PPBN Unsil Budi Indrawan mengungkapkan, tujuan ke-giatan PPBN di 
Unsil yaitu untuk menanamkan dan menambahkan displin dalam diri mahasiswa lewat 
rangkaian kegiatan dan latihan yang diterapkan.

Selain itu, mahasiswa diharapkan memiliki semangat pengabdian yang tinggi, 
memiliki kesadaran bela negara, kesadaran berbangsa dan bernegara yang tinggi 
juga. Dengan demikian, ketika ke luar menjadi sarjana, lulusan Unsil bukan 
hanya memiliki ilmu di bidangnya, tetapi di samping itu juga mempunyai watak 
serta kepribadian yang tinggi untuk senantiasa membentuk kepentingan bangsa 
secara lebih dan di atas kepentingan lain.

Seorang mahasiswa yang ikut PPBN ketika diminta tanggapan, mengatakan, kegiatan 
ini lumayan cape dan letih. "Dituntut disiplin terus, seperti tentara lah," 
katanya. (A-97)

Attachment: 07-Unsil.gif
Description: GIF image

Kirim email ke