Kabinet SBY-MJK adalah contoh pelaksanaan sistem demokrasi tapi yang masih 
sangat sederhana, maaf masih primitif lah. Isinya cuma "dagang sapi" demi 
kekuasaan, konstituen alias pemilih alias rakyat hanya dibohongi. 
Primitifitasnya kelihatan sekali bahwa pedagang boleh langsung memerintah di 
kabinet, tidak memakai aturan main dan larangan atau pembatasan. Jadi rentan 
sekali KKN kan? Menurut ICW jelas korupsi malah mBANDANG selama kabinet ini 
berkuasa.
   
  Tjahjo Kumolo benar, janji pada konstituen harus menjadi acuhan. Yang kita 
lihat
  SBY cuma menebar pesona dangkal, wapres nya yach kita tahu sendirilah apa 
yang beliau kerjakan. Kan itu memang profesi dan hobinya.
  TSL
   
  SUARA PEMBARUAN DAILY   
---------------------------------
  
  Tiga Ketua Umum Parpol di Pemerintahan     Kabinet Yudhoyono Rentan Pecah   
[JAKARTA] Tiga ketua umum partai politik (Parpol) berada di lingkaran dalam 
pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Tidak hanya dikhawatirkan bakal 
menyulitkannya bersikap tegas, pemerintahannya terancam berantakan karena 
rentan pecah kongsi menjelang pemilihan umum (Pemilu) 2009.   Ada Ketua Umum 
Partai Bulan Bintang (PBB) MS Kaban sebagai Menteri Kehutanan, selain Wakil 
Presiden Jusuf Kalla sebagai Ketua Umum DPP Partai Golkar, yang sebagai partai 
peraih suara terbesar pada Pemilu 2004 tentu berambisi mengajukan calonnya 
sendiri untuk 2009.   Ditambah Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), 
yang baru dimenangkan Menteri Negara Koperasi dan UKM Suryadharma Ali, yang 
dalam pencalonannya mendapat dukungan Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah, dan 
Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal Saifullah Yusuf.   Keberadaan 
pimpinan partai dalam kabinet sendiri, dinilai sesuatu yang wajar.
 "Itu sah-sah saja," kata Ketua Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan 
(PDI-P) DPR Tjahyo Kumolo, Selasa (6/2), di Jakarta, menanggapi kemenangan 
Suryadharma sebagai Ketua Umum PPP.   Tapi semestinya juga menjadi perhatian 
dalam membangun kabinet yang kuat.   "Partai memiliki konstituen, punya janji 
pada konstituennya. Itu harus dicermati oleh presiden, dimana untuk 2009 semua 
partai pasti akan berusaha mencari hati konstituennya," kata Tjahyo.   "Partai 
dan yang sekarang pro pada pemerintah akan menjauh untuk menarik simpati 
masyarakat. Presiden semestinya lebih tahu hal ini. Sistem presidensil 
membutuhkan kabinet yang kuat," ucapnya.   Saldi Isra, ahli tata negara 
Universitas Andalas, Padang, menyebut dimasukkannya orang-orang dari partai 
yang berbeda ke dalam kabinet, mengakibatkan rentan terjadinya pecah kongsi. 
"Kecuali ada bangunan koalisi yang permanen untuk menghadapi pemilu," ujarnya.  
 Terkait dengan kritik terhadap kinerja pemerintah, presiden dituntut
 tegas terhadap bawahannya yang tidak dapat menjalankan tugas dengan baik. 
Beberapa waktu lalu muncul wacana perombakan kabinet. "Kondisi sekarang saja 
sudah sulit. Menteri-menteri yang ada di kabinet merupakan hasil rekomendasi 
partai," ucap Saldi.   Sehingga untuk mengganti menteri, kata Saldi, dibutuhkan 
kompromi dengan partai yang merekomendasikannya. Lebih menyulitkan, ketika 
orang yang akan diganti merupakan pimpinan partai politik. Bukan hal mudah 
untuk melakukan perombakan, lantaran pergantian orang itu akan dikaitkan juga 
dengan citra partainya.   "Suryadharma sebagai ketua umum partai, posisinya 
pasti lebih kuat dari sebelumnya. Dia jadi Ketua Umum PPP salah satu targetnya 
adalah bisa bertahan di kabinet," katanya.   Namun Ketua Fraksi Partai Demokrat 
(FPD) DPR Syarif Hasan, menyatakan bahwa keberadaan petinggi parpol di kabinet 
tidak bakal menyulitkan presiden. "Saya tidak melihat apakah akan menyulitkan. 
Semua menteri adalah pembantu presiden, jadi partai mesti
 mendukung program-program yang digariskan presiden," ujarnya. [B-14]     
---------------------------------
  Last modified: 7/2/07 
                
---------------------------------
 What kind of emailer are you? Find out today - get a free analysis of your 
email personality. Take the quiz at the Yahoo! Mail Championship.

Kirim email ke