Ibu Nursyahbani,
Apakah tindakan untuk mensomasi Suti ini bisa berhasil dilaksanakan? saya ga 
ngerti hukum, tapi apakah kelaian banjir yang berulang ini akan bisa 
dijadikan dasar yang kuat untuk mensomasi Suti ini.
Lagipula saya pikir SUti semenjak berhasil menggolkan produk busway koridor 
IV-IX, dia sudah ga peduli lagi dengan hal lain, karena toh Juni nanti, dia 
juga tidak lagi akan jadi Gubernur DKI, dan yang pasti tabungannya sudah 
besar (diperkirakan +/- 1 Trilyun), cukup untuk maju dalam kampanye presiden 
2009.
Yang pasti, menurut saya, yang dapat kita lakukan adalah nanti di kampanye 
Gubernur DKI, kita bisa mendapatkan Gubernur DKI, yang tidak hanya 
berorientasi kekuasaan dan tunduk kepada Partai saja, tetapi benar-benar 
menjadi Gubernur bagi seluruh rakyat DKI, tanpa mempedulikan hutang budi 
kepada partai yang mensponsirinya....
Adang Dorojatun, diback up PKS, sudah jelas tidak mungkin menjadi Gubernur 
yang jujur seperti ALi Sadikin...
Fauzi Bowo, ternyata maju jadi Gubernur DKI, karena didukung oleh Sutiyoso, 
terutama untuk melindungi seluruh kegiatan Suti, selama dia jadi Gubernur. 
Pastinya Fauzi Bowo akan melindungi mantan bosnya ini dari segala serangan 
dan penyelidikan.
Menurut saya Ibu Nur, kita mulai harus memberikan pelajaran politik kedapa 
rakyat DKI, terutama rakyat kecil yang sering dimanfaatkan dengan 
menggunakan sentimen kedaerahan (Musti BETAWI), dan juga agama Islam (Sering 
dilakukan kader PKS didaerah perkampungan padat penduduk seantero DKI). Saat 
ini saya dan rekan-rekan saya terus berusaha memberikan advokasi politik, 
terutama dalam pemilihan Gubernur DKI ini.
untuk rekan-rekan FPK dan Mediacare, kiranya juga mungkin bisa melakukan hal 
ini minimal dilingkungan terkecilnya, sehingga kita berharap untuk 
mendapatkan gubernur DKI sekaliber dan sejujur Ali Sadikin.....Semoga...

Ali Andre
Marine Department
PT. Asuransi Raksa Pratikara
Tel. : 021-3859008 Ext. 1917
Fax : 021-3859004/5/6
Mobile : 0818-844632

16. banjir dan tangggungjawab pemerintah
    Posted by: "Nursyahbani Katjasungjkana" [EMAIL PROTECTED]
    Date: Mon Feb 5, 2007 12:22 pm ((PST))

teman FPK, mau curhat saja nih. sejak saya tinggal di Jakarta tahun 1980 
saya sudah bergulat dengan banjir, bahkan cerita banjir selalu memenuhi 
ingatan saya : kakek nenek dan paman-bibi serta anak-anak mereka tinggal di 
bantaran kali Ciliwung di kampung Melayu ( gang Asem dan kebon sayur I). 
saat saya masih tinggal bersama ibu saya, cerita banjir dari orangtua dan 
saudara2nya selalu datang lewat surat : membacanya saja sangat ngeri apalagi 
melihat air bergulung-gulung kecoklatan dan naik dengan deras an atau pelan2 
sama saja, sama sama buruk akibatnya.

  saat saya mahasiswa, tiap tahun saya selalu jadi tim relawan HMI, 
organisasi mahasiswa yang saya ikuti, untuk memberikan bantuan kepada para 
korban di kota Lamongan. waktu tu saya masih percaya bahwa banjir adalah 
kehendak alam yang trak bisa dirubah apalagi ditolak oleh manusia. 
belakangan pemda Lamongan malah bis amengendalikan banjir di kotanya dan 
sekarang seoingat saya tak ada lagi banjir.

  Jakarta, yang katanya penuh dengan orang pintar, ternyata tak mampu 
mengendalikan air.banjir kali ini malah lebih buruk dari tahun 2002, dimana 
kita juga dibuat marah oleh Gubernur Sutyoso, yang trenyata pandai membuat 
patungisasi tapi tak mampu kendalikan banjir yang trebukti tidak saja 
menyengsarakan rakyat tapi melumpuhkan perekonomian nasional.

  dalam kebanjiran, di hari-hari pertama, tak tampak pemerintah melakukan 
respon yang memadai bahkan di beberapa tempat pemerintah sama sekali tidak 
hadir dalam penderitaan rakyat itu.beberapa teman mengirim sms saya : pingin 
sekali memenjarakan Sutyoso di penjara yang penuh dengan air banjir, seumur 
hidup !. bahkan ada juga yang mengharapkan lebih buruk dari itu.

  diantra kesusahan itu, yang tampak jelas adalah solidaritas masyarakat. 
mereka bergotong royong mengatasi keadaan : sediakan makanan, pakaian, dan 
apa saja yang bisa dilakukan. tadi sore  ketika mobil saya parkir untuk 
menjemput sesama pengurus PKB yang akan tinjau korban di pengungsian Rawa 
Buaya dan Semanan, seorang ibu bernama ibu Sri,tiba2 bertanya kepada saya 
apakah saya akan meninjau korban banjir, saya katakan ya betul ( mungkin dia 
tahu karena mobil dua teman saya itu penuh dengan makanan dan air bersih). 
tiba-tiba dia berlalri dan mengambil dua karton aqua gelas untuk ditipkan 
kepada korban, katanya. saya ingin memotretnya untuk dokumentasi saya tapi 
dia berlari kencang menolak sambil berkata : ah saya hanya sumbang 2 karton 
air kok mau di potret segala, malu ah, katanya. tapi setelah saya paksakan 
bahwa saya perlu untuk bisa mengunjunginya lagi suatu hari, dia mau.meski 
dengan tersipu malu. waktu saya tunjukkan hasil jepretan saya dia tertawa 
lebar, tetap bilang
 aduh saya malu aaah.

  dalam perjalanan ke lokasi, saya masih memerlukan bahan-bahan bantuan 
lainnya terutama susu untuk anak-anak dan sanitary napkin untuk ibu2 ( satu 
hal penting yang tak pernah terpikir oleh pemberi bantuan kecuali kelompok 
perempuan). Saat membayar di kasir, seorang ibu dari suku TIonghoa yang 
kemudian memberikan namanya kepada saya : Evelyn,( dengan terpaksa karena 
saya meminta dengan sangat) menyetakan ingin menitipkan bantuan keada korban 
"berupa 4 karung beras. aduh, sebuah mutiara lain dalam kehidupan Jakarta 
yang kejam ini muncul berkilauan. saya terharu, oleh perbuatan dua ibu tadi, 
kalau saja semua pejabat berperilaku seperti ini : berempati pada 
penderitaan orang lain yang notabena rakyat yang memberi mandat kepadanya, 
mungkin negeri ini sudah makmur sejka 40 tahun yang lalu.

  saat temannya saya ceitakan peristiwa ini, teman saya nyeletuk : emangnya 
Sutyoso mendapat mandat rakyat mbak ? dia kan dipilih DPRD dan disponsori 
Megawati, jadi itu bukan gubernurku tapi gubernurnya Megawati dan DPRD itu. 
wuh benar juga yaaa? adakah pilkada langsung akan mengatasi persoalan 
tiadanya tanggungjawab pemerintah dan Gubernur ini karena mereka meresa tak 
diplih rakyat melainkan para anggota DPRD atas perintah partainya ? hanya 
sang waktu yang bisa menjawab

  yang jelas dalam pidato awal tahun SBY, masalah pengendalian bencana alam 
ini sama sekali tidak disinggung sehingga lagi-lagi kita menyaksikan betapa 
tak jelasnya politik pemerintah menangani dan melindungi lingkungan hidup 
dan tentu saja terkait juga dengan kesejahteraan masyarakatnya.

  oleh karena itu ajakan salah satu anggota FPK untuk lakukan gugatan secara 
hukum terhadap pemda DKI/Gubernur, sangat layak untuk dipertimbangkan


  salam,
  NKS





Kirim email ke