http://www.suaramerdeka.com/cybernews/harian/0702/05/nas37.htm
Nasional Senin, 05 Februari 2007 : 19.35 WIB Marinir Libatkan Masyarakat Evakuasi Korban Banjir Jakarta, CyberNews. Brigif Marinir II Cilandak melibatkan unsur lembaga masyarakat dalam evakuasi korban banjir Jakarta dan sekitarnya. Hal ini dilakukan untuk mempercepat proses evakuasi dan bantuan logistik bagi para korban banjir. Menurut Kolonel Marinir, Siswoyo, pihaknya merasa terbantu dengan adanya keterlibatan masyarakat ini. "Kami mendapat dukungan langsung dari Dompet Dhuafa selama proses evakuasi korban banjir di Jakarta. Ada empat regu yang khusus kami terjunkan berdampingan dengan lembaga itu", tandas Siswoyo di Bumi Marinir Cilandak, Senin, (5/1). "Adapun bentuk kerjasama ini, kami yang menangani evakuasi dengan peralatan yang dimiliki Marinir. Sementara untuk kesehatan, obat-obatan, dan logistik ditangani pihak Dompet Dhuafa. kami bergerak sejak hari Jumat," lanjut Siswoyo. Koordinator Operasi, Letkol Marinir Widodo mengungkapkan pihakya bersama Dompet Dhuafa sudah melakukan evakuasi di wilayah Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan Bekasi. Ditegaskannya, kerjasama ini akan terus berlanjut sampai banjir surut dari wilayah Jakarta dan sekitarnya. Sementara itu, Direktur Program Baznas - Dompet Dhuafa, Kusnandar, mengatakan keterlibatan unsur lembaga masyarakat dan Marinir ini sudah keniscayaan. Dalam situasi bencana semua pihak harus bergandeng tangan satu dengan lainnya sehingga menghasilkan kerja kemausiaan yang lebih optimal. "Bagi lembaga seperti kami tidak mungkin melakukan aksi kemanusiaan sendiri. Semampu apapun kami tetap saja terganjal kendala peralatan dan personil yang benar-benar mumpuni. Kami bersyukur Marinir mau bergandengan tangan dengan kami sehingga bantuan untuk korban banjir bisa lebih maksimal," kata Kusnandar saat memimpin regu evakuasi di Bidara Cina. Dipaparkan Kusnandar, hingga saat ini sudah lebih dari 800 jiwa yang berhasil dievakuasi dari sebaran titik aksi di Kampung Melayau, Pondok Bambu, Tanah Abang, Bidara Cina, Kebon Pala, Cipinang, Bekasi, dan Cikarang. "Dari kami sendiri menerjunkan 100 relawan sipil meliputi, team rescue, kesehatan, dan logistik. Sebagian mendampingi team Marinir, sebagian terjun sendiri seperti evakuasi di Tanah Abang dan Rawa Buaya, Cengkareng. Ada empat regu Marinir yang mobile bersama kami," imbuh Kusnandar. Pihak Marinir sendiri seperti diungkapkan Kapten Irwan yang menjadi salah satu komandan regu, mengaku kerjasama ini cukup efektif. Pihaknya mengaku lebih concern menangani evakuasi, sementara untuk keperluan darurat lainnya sudah ada yang menangani. "Mestinya dalam situasi bencana semacam ini semua elmen harus bersatu seperti ini. Sehingga tidak ada kesan ingin menjadi pahlawan sendiri. Kami juga sangat terbantu karena untuk bantuan korban seperti makanan dan obat-obatan sudah ada yang menangani," kata Irwan yang regunya siaga 24 jam sejak Sabtu di lokasi banjir. Menanggapi rentang waktu kerjasama ini, Presiden Direktur Baznas - Dompet Dhuafa, Rahmad Riyadi mengungkapkan, kerja sama sampai batas yang tidak ditentukan. "Selama banjir masih menggenangi Jakarta dan sekitarnya selama itu pula kami bersama Marinir dan unsur masyarakat lainnya akan berada di lapangan. Terlebih bagi kami, 90 persen donatur lembaga kami adalah masyarakat Jadebotabek, jadi sudah kewajiban kami untuk balik membantu dan meringankan beban mereka yang sedang kena musibah," ungkap Rahmad saat ikut evakuasi korban banjir di Cipinang Melayu. Mujib, salah seorang warga Cipinang Melayu yang rumahnya tinggal atap turut mengapresiasi adanya keterlibatan Marinir dalam mengevakuasi korban. Meskipun untuk keluar mencari Marinir itu ia harus berenang melawan arus banjir dengan botol minuman. "Dari rumah, saya berenang pakai botol-botol aqua karena melihat bapak-bapak Marinir sedang melakukan evakuasi. Alhamdulillah cucu saya, Aldi yang baru berumur 6 bulan dan tujuh keluarga kami bisa diselamatkan," kata Mujib yang selamat dievakuasi pada Sabtu lalu.( rls/Cn08 )
