Tampaknya harus dimaklumi, Pak Wapres ini konon tetap saja berpersepsi sebagai 
pembisnis kelontong. Daftar wacananya itu aneh, menyedihkan dan juga 
menggelikan. Apa Wapres tidak sempat memutari dirinya dengan penasehat dalam 
bidang demografi, ekonomi?
   
  Kelihatan sekali beliau hanya mencari laba sesaat, dan menjalankan jabatan No 
2 asal bicara saja. Mengherankan bahwa Pak SBY bisa tahan dengan wakilnya yang 
sangat komedial ini. Mengikuti logika beliau perempuan di luar Jawa akan 
dijadikan mahluk hanya untuk produksi anak saja. Jangan-jangan akan 
disilangkannya dengan "bibit unggul" dari Timur Tengah? 
   
  Cara pikir nya yang sangat sederhana selalu beraroma diskriminasi, baik 
antara gender, kini antara pulau. Banyak memang yang dapat disimak dan ditiru 
dari Cina. Namun untuk menghukum para koruptor secara sangat tegas Pak Wapres 
niscaya tidak akan meraih ilham dari Negeri Cina. Karena itu akan pasti 
bertentangan dengan kepentingannya.
   
  MLM

HINU ENDRO SAYONO <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
             
  Mengikuti logika Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, maka anak ke-2 dan 
seterusnya, bagi keluarga yang tinggal di pulau Jawa, akan "dicaplok" oleh 
Betoro Kolo.
  Gitu?
   
  
--- In [EMAIL PROTECTED], "Marcopolo" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> MARI KITA BERSATU PADU 
> UNTUK MEMBANGUN BANGSA DAN NEGARA 
> KESATUAN REPUBLIK INDONESIA........ ? 
> 
> 
> 
> 01 ) BERAPA gajihnya j:kalla SBG WAPRES -saya tidak tahu :Yg jelas sbg R-2
> dan sbg Wakil Bangsa No.2 - sungguh memalukan.. 
> Silahkan susuri dng seksama KOÑSTALASI2nya yg sama sekali tidak
> BERBOBOT dan Kontroversi ini. 
> Untuk Jabatan setinggi ini - lebih banyak diperlukan IQ yg jauh lebih
> tinggi ketimbang Gajihnya yg teramat tinggi ...... 
> 
> 02) APAKAH POROGRAM KERJA dan JANJI2 GOLKAR YG DIPIMPIN J.KALLA saat2
> Kampanye PEMILU yg lalu - betul2 telah 
> dipenuhi ? 
> 
> 03) APAKAH TUGAS WAPRES SEBENARNYA ? 
> 
> SETAHU SAYA adalah nyatanya sbb : 
> 
> 1) Ngurusin Janda2 di Jawa Barat ( Kawin Kontrakt ) sbg Progarm Kerja
> GOLKAR dan KEBIJAKSANAAN KABINET 
> SBY+J.Kalla dalam urusan "DALAM NEGRI" ( baca "pakaian - dalam"....
> ) 
> 
> 2) Export TKI ke luar negri ( baca: Export WNI sbg "Kuli Kontrakt " ...
> ..mengingatkan kita pd jaman V.O.C atau jaman Jepang...) 
> 
> 3) Export Wanita Indonesia ( baca sbg "Babu Suci" - karena J.Kalla
> berpikir jadi pembantu rumah-tangga manusia2 keturunan Nabi, itu adalah 
> suatu Kehormatan - dan BUKAN 
> Kehilangan KEHORMATAN"......apalagi jika selama bekerja 
> sbg "Babu Kontrakt" 
> kemudian bisa punya Keturunan dari Turunan Nabi .... VISUM ke Sorga terjamin
> ! ) 
> 
> 4)TERBANG KE POSO --- untuk men-check : ADA APA SIH ...? 
> 
> 5) Wapres Usul Keluarga di Jawa Dibatasi Satu Anak ( Hanya inilah yg
> bisa diusulkan ?.....tidak lebih tidak kurang ) 
> ( Numpang Tanya Pak : Menurut Bapak Apa (faktor Apa) yg menyebabkan
> Terhambatnya Keluarga BERENCANA ? Dan Apa 
> pula yg menyebabkan Projekt Keluarga Berencana ini sulit untuk
> dilaknsanakan dibumi ini ? 
> Semoga J.Kalla sbg manusia No.2 Terpandai dan Tertinggi Jabatannya
> di sluruh jagat Republik ini bisa tepat dan akurat 
> memberikan alasannya......... agar juga bisa melihat bhw "DUDUK
> PERKARANYA" ada ditempat yg lain........... 
> 
> 
> KESIMPULAN : TUGAS dan KESANGGUPAN BERRPIKIR WAKIL PRESIDENT RI adalah
> sbb: 
> 1) EXPORT TKI dan TWI ( sbg tenaga
> Kuli Kontrakt dan Babu Kiontrakt) 
> 2) Masalh Rumah Tangga ( Kawin
> Kontrakt dan Soal Jumblah Anak )----- 
> 
> 
> * dan makan gajih Yg terirtinggi dinegara ini setelah Presiden RI.....dan
> dng KESANGGUPAN BERPIKIR 
> MINIMAL ------- 
> * JIKA J.KALLA ADALAH hanya sbg KETUA PARTAI GOLKAR - Maka itu urusan
> GOLKAR !!!..... 
> 
> 
> * TETAPI SBG R-2 ....(?) ....... NO more comment ....... 
> 
> 
> PERTANYAAN KITA: APAKAH REPUBLIK INI TIDAK PUNYA AHLI2 YG LEBIH CAPABLE
> untuk RI-1 , 2, 3, 4. 5, 6 dsb ? 
> 
> 
> -------Original Message------- 
> 
> From: Tionghoa Indonesia 
> Date: 7.2.2007 12:21:03 
> To: [EMAIL PROTECTED] 
> Subject: Re: [nasional-list] Wapres Usul Keluarga di Jawa Dibatasi Satu Anak 
> 
> .Anak Wapres itu berapa orang sih? Hanya satu atau banyak? Kasih contoh
> dong! 
> 
> muammar kadhafi [EMAIL PROTECTED] wrote: 
> Wapres kita udah mulai sinting juga....yah.. 
> hahahaha... 
> 
> 
> On 2/7/07, Sunny [EMAIL PROTECTED] wrote: 
> RIAU POS 
> 
> Wapres Usul Keluarga di Jawa Dibatasi Satu Anak 
> 
> 
> 
> Rabu 07 Februari 2007 
> JAKARTA (RP)- Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla menilai jumlah penduduk di
> Pulau Jawa sudah sangat padat. Untuk itu, keluarga yang tinggal di Jawa
> harus dibatasi hanya memiliki satu anak saja. 
> 
> ''Menurut saya, karena lahan sempit maka penduduk berdesakan. Kalau banjir
> habis semua. Maka kalau perlu memiliki anak hanya satu,'' ujar Kalla ketika
> membuka Rapat Kerja Program Keluarga Berencana Nasional di Kantor Wakil
> Presiden, kemarin. 
> 
> Sebaliknya, Wapres mengusulkan jumlah penduduk di luar Jawa justru harus
> ditambah memiliki banyak anak. Khususnya di daerah yang jumlah penduduknya
> masih sangat sedikit seperti Kalimantan dan Sulawesi, satu keluarga boleh
> memiliki tiga anak. "Bahkan, agar sejahtera, penduduk Papua bisa memiliki
> lima anak," katanya. 
> 
> Program keluarga berencana, ujar Kalla, tidak bertujuan mengurangi jumlah
> penduduk. Karena itu program KB tidak bisa diseragamkan dengan cukup dua
> anak saja karena situasinya berbeda. "Tujuan kita bukan angka tapi
> kesejahteraan. Formula jumlah anak yang sesuai harus berdasarkan daya dukung
> ekonomi, lahan, pendidikan, dan masyarakat," terangnya. 
> 
> Kalla menuturkan, ada negara yang jumlah penduduknya kecil sehingga
> sejahtera seperti Singapura. Namun, ada pula negara yang jumlah penduduknya
> sangat besar namun juga bisa sejahtera, seperti Cina. "Jadi, Indonesia yang
> penduduknya 200 juta juga bisa sejahtera," tegasnya. 
> 
> Wapres Jusuf Kalla menuturkan, Cina sempat berfikir menurunkan jumlah
> penduduk dengan menerapkan kewajiban untuk memiliki satu anak saja. Namun,
> aturan itu lantas direvisi karena pemerintah Cina menilai jumlah penduduk
> yang besar adalah aset dan modal dasar ekonomi. 
> 
> "Demikian pula Singapura. Mereka sempat berpikir akan menurunkan jumlah
> kelahiran warganya sampai negatif. Namun, mereka ternyata terkejut karena
> itu justru berbahaya," terangnya. 
> 
> Sementara itu, Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional Sugiri
> Syarief mengaku Indonesia terancam mengalami ledakan jumlah penduduk dalam
> beberapa tahun ke depan. Hal itu disebabkan saat ini baru 66 persen pasangan
> usia subur yang mengikuti program keluarga berencana (KB). 
> 
> "Dalam lima tahun terakhir ini peserta KB hanya meningkat 0,5 persen per
> tahun. Jika ini dibiarkan, saya khawatir terjadi ledakan jumlah penduduk
> yang akan menghambat pencapaian tujuan pembangunan nasional, utamanya
> pengentasan kemiskinan," jelasnya. 
> 
> Jika peserta KB hanya meningkat 1 persen setiap tahun, kata Sugiri, jumlah
> penduduk Indonesia pada 2015 akan mencapai 237,8 juta jiwa. Bila peserta KB
> konstan 0,5 persen, jumlah penduduk pada 2015 akan mencapai 255,5 juta. 
> Namun bila peserta KB justru menurun 0,5 persen, jumlah penduduk pada 2015
> akan mencapai 264,4 juta jiwa," terangnya.(noe/jpnn) 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> MARI KITA BERSATU PADU 
> UNTUK MEMBANGUN BANGSA DAN NEGARA 
> KESATUAN REPUBLIK INDONESIA 
> 
> 
> 
> 
> Expecting? Get great news right away with email Auto-Check. 
> Try the Yahoo! Mail Beta.
>

  

         

 Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

Kirim email ke