Selamat Jalan Tuti, Kenangan bersamanya tak pernah kulupakan, segala suka dan duka pernah kami jalani saat awal menjadi reporter sekitar tahun delapan puluhan, salutku untuk dia yang pinter sekali mengorek gosip di sekitar artis yang kala itu media cetak belum ada saingannya, tidak seperti sekarang harus bersaing dengan infotainment.
--- Berthold Sinaulan <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Kami di kantor Suara Pembaruan baru saja ( pukul > 11.45 WIB) mendapat berita duka cita, bahwa rekan, > sahabat, dan saudara kami, Tuti Gintini, telah > meninggal dunia. Setelah berkarir di Suara > Pembaruan, Tuti melanjutkan karirnya di Metro TV. > Kami belum mendapat info lebih lengkap mengenai > berita duka cita ini. Mohon teman-teman yang > mengetahuinya, dapat menginformasikan selengkapnya > di milis ini. > Semoga TUHAN memberi kekuatan kepada keluarga yang > ditinggalkan. > > P.S. Kabar terbaru, jenazah disemayamkan di RS > Dharmais Jakarta Barat. > > > Send instant messages to your online friends > http://uk.messenger.yahoo.com ____________________________________________________________________________________ We won't tell. Get more on shows you hate to love (and love to hate): Yahoo! TV's Guilty Pleasures list. http://tv.yahoo.com/collections/265
